Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Kondisi steffan


__ADS_3

Steffan akbar selalu di buly oleh teman sekolahnya, terutama anak dari kakak ibu nisa. karena ibunya yang miskin kepribadiannya yang seperti wanita dan dia sangat buruk dalam pelajaran apapun, bahkan kini dia masih di kelas 2 SMA dengan usia 18 tahun.


Kakaknya ibu nisa bernama paman fari dia adalah pengusaha yang bisa dibilang cukup sukses, paman fari orang yang baik, bahkan dia yang membiayai rumah sakit steffan. Yang berkepribadian buruk malah istrinya tente linda, dan anak tunggalnya ferdian.


Pada hari ini steffan akbar bangun melihat sekeliling.


“ dimana ini bukannya aku sudah mati, apakah ini surga atau neraka, tapi jika benar mengapa di akhirat memiliki rumah sakit. Apakah itu di perlukan?” Tanya nya dalam hati.


Sekilas kepalanya sakit tak tertahankan, memori seseorang memaksa masuk kedalam otaknya.


“ kenapa ini, siapa itu.” Ucap steffan sambil memegang kepalanya.


“ sial mengapa ini sakit sekali.” Pekiknya.


Mendengar suara anaknya ibu Nisa masuk untuk memeriksa putra kesayangannya bersama putri bungsunya.


“ steffan apa ku sudah sadar nak, sebentar ibu panggilkan doket.” Ucap wanita tersebut lalu memanggil dokter.


“ aku diamana?” Ucapny melihat sekeliling.

__ADS_1


Diruangan tersebut hanya ada arora yang masih kecil.


“ kakak ada di rumah sakit, kakak sudah koma selama 3 hari, aku dan ibu sangat takut kakak pergi” ya gadis itu adalah adik steffan akbar.


Sekilas lagi ingatan masuk di kepala steffan yang memberikan memori keseluruhan terhadap pemilik tubuh.


Benar, didalam tubuh steffan akbar bukan lah steffan akbar melainkan steffan anggara.


“Sangat memilukan menjadi dia, aku juga pasti akan bunuh diri jika menjadi dia. Baiklah jika begitu aku akan menjalani kehidupan baik sebagai dirinya. Dia masih beruntung memiliki keluarga kandung yang sangat menyayangi dirinya. Bahkan dia memiliki adik yang sangat manis.” Batinnya lalu tersenyum kepada arora.


“ adikku sayang jangan khawatir ya kakak baik-baik saja.” Ucapnya sambil tersenyum lembut.


Steffan yang dulu adalah seorang yang meliader karna menjadi seorang mayor jendral sekaligus pengusaha kaya yang diwarisi dari ayahnya dulu. Apalagi dia tidak tau kemana dia harus menghabiskan uangnya selain menyumbang ke panti atau menolong orang susah jika bertemu. Tetap saja uangnya terus mengalir jadi yang ada uangnya terus bertumpuk.


“ arora kita sekarang ada dimana?” Tanyanya lembut.


“ kita berada di kota C kak.”


Steffan anggara tinggal di ibu kota, kota C tidak berada jauh dari ibu kota hanya perlu waktu 3 jam di pesawat untuk sampai ke ibu kota.

__ADS_1


Rumah steffan anggara tidak memiliki kunci ataupun gembok melainkan masuk menggunakan pin sehingga jika ia masuk hanya perlu memasukkan pin saja.


Kehidupan sebelumnya juga steffan hanya memberitahukan kepada anggota bahwa dia tinggal di apartemen miliknya sendiri yang ia dirikan. Dan dia terlalu tertutup untuk temanya mengetahui dimana rumahnya.


“ aku ingat bahwa saat aku pergi tugas, dompet dan hpku masih berada di kamar, beruntung sekali setelah beberapa hari aku akan mengambilnya.”


“ kakak kenapa?, apakah kakak masih sakit, kakak meninggalkan dompet sama hp dimana, setau aku kakak tidak punya hp maupun dompet.” Ucap arora.


“ tidak sayang aku hanya meracau.”


Tak lama dokter pun sampai dan langsung memeriksa steffan.


Alangkah terkejutnya dokter saat melihat kondisi steffan yang sekarang.


“ bagaimana anak saya dok?” Tanya ibu Nisa dia sangat khawatir saat melihat ekspresi dokter yang terkejut itu.


“ steffan baik-baik saja, bu Nisa tak perlu cemas, bahkan saking baiknya steffan bisa langsung pulang besok.” Ucap dokter .


Mendengar itu ibu Nisa lega dan sangat bahagia.

__ADS_1


“sayang kamu sudah sembuh ibu senang, jangan melakukan hal itu lagi. Mengerti?”


__ADS_2