
Ya permintaan itu hanyalah untuk mengurus semua surat dan izin dari negara saja sedangkan dana tentu saja itu dari dirinya sendiri.
Mereka pun saling berbincang, kadang ibu Nisa membahas perubahan Steffan yang dulu sangat menggemaskan dan bermanja pada dirinya kini menjadi sangat tegas dan sangat dewasa.
Bu Nisa mengatakan itu adalah bukan semata ingin menyudutkan anaknya di depan anggita NSC tapi maksud dari perkataannya adalah dia begitu senang dengan perubahan anaknya sehingga curhat dengan anggota NSC sebagai tempatnya curhat karena selama ini dia tidak tau mau curhat kemana.
Sedangkan anggota NSC tentu saja menjadi pendengar yang baik, tentu saja mereka mengerti dengan perubahan Steffan yang di bicarakan oleh bu Nisa itu karena jiwa pada tubuh anaknya kini berbeda dengan anaknya yang dulu.
Ada sedikit rasa iba di hat mereka masing-masing termasuk Steffan sendiri dalam sela-sela curhatan bu Nisa yang menceritakan bagaimana kehidupan mereka dulu dan bagaimana sengsara anaknya yang pulang dengan tubuh yang lebam-lebam. Entah berapa kali biaya pengobatan Steffan yang ibunya minta kepada kakaknya Fari. Meskipun di berikan secara diam-diam agar istri kakaknya itu tidak tau, tetap saja istrinya akan tau dan memaki-maki dirinya dengan Steffan di depan semua tetangganya.
Semua tetangganya tidak suka terhadap ibu Nisa dan terutama Steffan yang mereka anggap itu kesialan mempunyai anak belok seperti Steffan.
__ADS_1
Dengan kedatangan semua orang pada hari ini ntah bagaimana pikiran mereka, yang pasti mereka akan mencibir yang tidak-tidak tentang keluarganya.
Anaknya itu setiap pulang selalu langsung masuk ke kamar dan mengunci diri sampai makan malam tiba dia akan keluar makan bersama dengan ibu dan adiknya. Meskipun anak laki-lakinya itu selalu merasa depresi dia akan tetap menami bu Nisa dan Arora untuk makan bersama.
Dia sangat susah di bangunkan jika jadwal sekolah sering beralasan sakit karena menghindari anak-anak seusianya bahkan guru-gurunya itu.
Penghinaan demi penghinaan yang dilontarkan semua orang kepada anaknya sangat menusuk dan menyayat hatinya. Ibu mana yang sanggup mendengar orang lain menghina anaknya.
Tapi tak lama mereka pun tertawa karena membahas sikap sikap steffan yang suka mengerjai arora dan ibunya di rumah.
Dan suka menjaili tukang pentol yang lewat dengan memanggilnya. Tak jarang jika dia dilempari sendal oleh tukang pentol tersebut.
__ADS_1
Dan pada akhirnya Anggota NSC pamit membawa Steffan bermain kepada bu Nisa. Bu Nisapun mengangguk tanda memberikan izin dengan senyuman.
Anggota NSC mulai keluar satu persatu dan tinggal Steffan lah lagi orang yang belum keluar.
“ buu.. maaf atas penderitaan ibu karena tingkah Steffan, ini semua bukanlah kesalahan ibu. Mulai sekarang Steffan berjanji akan terus melimpahkan kebahagian kepada ibu, sehingga sangat tipis harapan ibu untuk bersedih” ucap steffan dan di angguki oleh Bu Nisa dengan mata yang berkaca-kaca dengan mempercayai harapan anaknya yang sebentar lagi akan terjadi karena menaikkn status keluarga barunya yang sekarang itu semudah membalikkan telapak tangannya saat ini, itu karena Steffan adalah seorang billionaire yang kesusahan menghabiskan uangnya dulu.
Steffan yang melihat ibunya tersenyum dengan berkaca-kaca pun memeluknya.
Pelukan itu tidak bertahan lama karena mengingat orang di depan rumahnya sedang menunggu kedatangan dirinya.
“ nanti steffan sekalian jemput adik yaa bu, Steffan pergi dulu.” Ucap steffan dan kembali di angguki oleh bu Nisa.
__ADS_1
Bu Nisa tidak bisa berkata-kata karena dirinya telah habis kata-kata karena curhatnya yang begitu panjang tadi sehingga kelelahan untuk berbicara lagi.