Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Kantor polisi


__ADS_3

“ apakah menjabat sebagai kepala sekolah jadi bisa seenaknya mengeluarkan saya dari sini? Apa kau bisa menanggung resiko jika saya di keluarkan dari sini. Saya menjamin setelah saya keluar dari kantor polisi, siap siap meninggalkan posisi yang selalu anda banggakan itu.” ucap steffan dengan seringai yang begitu menyeramkan, membuat semua orang merinding bukan main.


Kedatangan steffan semenjak pulang dari rumah sakit perubahannya bukan main. Berbeda 1000 derajat. Betul-betul berbeda dari steffan yang begitu lemah seperti perempuan yang lemah pula. Sedangkan sekarang steffan begitu sangat berani dan tidak sedikitpun terlihat gentar ataupun takut.


Di tatap seperti itu tentu kepsek juga sempat merinding, tetapi dia juga sangat emosi.


“ heh anak miskin sepertimu, bermimpi manjatuhkanku? Hey nak, kau sudah tidak waras rupanya jangan bermimpi seperti itu, itu hanya akan membuatmu malu. Mughni cepat kau bawa dia aku sudah tidak tahan melihat anak ini begitu menjijikan.” Ucap kepsek dan meninggalkan ruangan dengan tawa mengejek.


“ dasar pak tua.” Ucapnya membuat semua kembali tercengang.


Alya yang melihat itupun tersenyum tak menyangka.


“ hemm baiklah steff aku akan menunggu pertunjukan menyenangkan itu.” Ucapnya yang di maksudkan untuk jatuhnya kepsek mereka.


***

__ADS_1


Steffan pun di bawa ke kantor polisi dengan perlakuan yang sunggu tidak baik, bisa di bilang sangat kasar.


Tapi steffan menanggapinya dengan santai, bagi dia sendiri mereka hanya seekor semut, bukan menyombongkan diri tapi begitulah kenyataannya. Dia yang seorang mayor jendral mana bisa di bandingkan dengan para kutu disini, terlebih bisa di katakan se asia dia yang paling kuat jadi tidak heran dia bisa mendapatkan posisi menjadi mayor jendral dengan usia yang begitu muda.


Steffan mengeluarkan handphone lamanya yang dia ambil di rumahnya kemarin. Dan membuat pak mughni tercengang serta polisi pun ikut tercengang.


Polisi disini bisa di bilang dekat dengan kepala sekolah apa lagi mereka semua juga dalam kendali keluarga Admaja yang tak lain adalah keluarga Dayat.


Polisi tentu juga mengetahui steffan berasal dari keluarga mana serta steffan yang sangat lemah dan bahkan mengetahui panggilan budak di SMANSA.


Mereka pun terdiam melihat gerak-gerik steffan yang begitu dewasa sangat berbeda dengan usia dan kepribadian yang sebelumnya.


“ halo Dani, kau dimana?” Ucap steffan yang berbicara saat telepon tersambung.


“ aku di dalam markas mayor, dan aku minta maaf kepadamu, kebahagiaanku ketika kau kembali membuatku tak bisa menahan diri untuk menceritakannya kepada semua anggota. Mereka tak percaya tapi akhirnya percaya.” ucap dani yang sedikit pelan karena berhati-hati takut steffan marah.

__ADS_1


“ baiklah, selain itu jangan pernah mengatakan kepada siapapun lagi. O ya apakah ada tugas hari ini?”.” Ucap steffan.


“ untuk sebulan kedepan agen NSC di bebaskan tugas untuk mengenang kematian mu mayor.” Ucap Dani.


“ baguslah aku ingin meminta bantuan padamu.” Ucap steffan.


“ katakan saja mayor.”


“ aku ingin kau mencari informasi keluarga Admaja semua informasi dan siapa saja yang terlibat, tentu itu mudah kan bagimu, aku ingin informasi itu langsung di laporkan kepusat, agar sampah negara tidak terlalu lama memakan uang negara sedangkn kerjaannya hanya menindas rakyat miskin.”


“ wah sepertinya ada yang mengusikmu mayor, mereka terlalu berani. Baiklah dalam 20 menit informasinya akan langsung aku serahkan kepusat. Tentu tugas ini terlalu mudah bagiku. Tapi satu hal yang aku minta padamu mayor, pergi lah kesini saat kau libur, rekan kerjamu suda sangat merindukanmu.” Ucap Dani


Tut tut


Telepon tersebut mati begitu saja membuat Dani menggelengkan kepala.

__ADS_1


“ mayor mayor mau gimanapun kau takkan pernah berubah.” Ucap Dani


__ADS_2