
Mereka berdua pun keluar dari restaurant tersebut dan beranjak ke bandara.
“ boss aku ingin ikut.” Rengek dani yang seperti gadis tidak ingin di tinggalkan oleh pacarnya.
“ Dani umurmu bahkan lebih tua dariku, mengapa tingkahmu seperti para gadis yang tak rela ditinggalkan oleh kekasihnya.” Ucap steffan yang tak habis fikir dengan tingkah rekan kerjanya ini.
“ bos kau tidak tau bagaiamana aku saat ditinggal olehmu, aku bahkan tidak merawat diri, apa kau lupa kau merenggut nyawa di pangkuanku.” Ucap Dani dengan masih dalam mode sedih.
“ hahaha baiklah, saat waktunya tiba aku akan mengajakmu, aku juga akan kembali kesini, tenanglah aku tidak akan mati untuk kedua kalinya dengan cepat.” Ucap Steffan lalu pergi masuk kedalam meninggalkan Dani yang lagi lagi masih dalam mode sedih.
“ boss semoga apa yang kau katakan itu benar.” Ucapnya pelan sambil melihat punggung steffan yang berjalan masuk.
...
Steffan pun sampai di kota C tepat pada malam hari.
Dia menggunakan taxi untuk pulang karena hari sudah malam jadi tak mungkin untuk berjalan kaki, terlebih steffan takut kalo ibunya akan khawatir jika dia lama pulang.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan steffan melihat martabak di pinggir jalan dan ia langsung teringat ibu dan adiknya yang mungkin sekarang sedang lapar.
Dia pun meminta supir untuk berhenti dan membeli martabak 1 bungkus saja karena dia takut jika membeli banyak maka ibunya akan curiga.
..
“ buu steffan pulang.” Ucapnya saat tiba dirumah.
“ nakk kamu baik baik saja kan?, sepertinya ibu harus membelikanmu hp lagi.” Ucap bu nisa khawatir.
Ibunya yang mendengar ucapan steffan merasa aneh karena ucapan dan tatapan anaknya begitu dewasa sangat jauh berbeda dengan anaknya yang kemarin masih merengek dan tidak ingin hidup lagi.
Tetapi sebagai seorang ibu dia tau ucapan anaknya ini tulus, bu nisa pun tersenyum dengan air mata bersyukur.
Entah ucapan anaknya benar atau tidak, setidaknya anaknya mulai bersikap dewasa. Bukannya bu nisa tidak bersyukur dengan sikap steffan tetapi steffan yang di depannya kini sudah berbeda jauh lebih baik.
Ibu mana yang tidak senang dengan perkembangan anaknya.
__ADS_1
“ ah ya ibu, tak perlu membelikan hp untukku, aku besok akan mencari uang agar bisa membantu ibu.” Ucap steffan lagi.
Mendengar itu bu nisa terkejut tentunya.
” Tak perlu nak, ibu masih bisa mencari uang, kau fokus lah belajar saja, tak usah memikirkan masalah keuangan yaa.” Balas bu nisa yang kini serius dalam kata katanya.
“ ibuu, steffan hanya ingin mengurangi beban ibu, steffan sekarang sudah berumur 18 tahun, untuk umur sekarang tentu steffan bisa mencari uang.” Mendengar itu bu nisa masih tidak setuju dan akhirnya steffan membuka bicara lagi.
“ bu jaman sekarang untuk anak yang masih sekolah bisa mencari uang tampa harus keluar dan bekerja tetap, dengan hanya menggunakan android maka steffan bisa mencari uang bu. Steffan bisa usaha online.” Ucap steffan dan menjelaskan lagi secara detail dan pada akhirnya bu nisa setuju dengan usulan anaknya.
Steffan juga berjanji akan menjadi salah satu anak yang mendapat ranking di kelasnya.
“ bu tadi steffan tak sengaja menemukan tas seseorang yang mungkin saja jatuh, jadi steffan melihat isi tasnya dan menemukan ktp nya jadi steffan pergi mencarinya. Dan steffan di berikan uang sedikit bu, awalnya steffan tolak tetapi dia terus memaksa, dan akhirnya steffan ambil karena tak enak dilihat orang lain yang melihat kami.
“ jadi uangnya steffan beli kan martabak dan ini ada uang 500 untuk pegangan ibu.” Ucap steffan yang tidak terlalu berbohong bedanya dia menolong tas korban yang di culik dan tidak di berikan uang sedangkan uang yang dia berikan pada ibunya adalah uang nya sendiri dari Rekening tampa batasnya itu.
“ syukurlah nak, tuhan memberikan kita rezeki.” Ucap bu nisa bersyukur.
__ADS_1