Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Hari pertama masuk sekolah II


__ADS_3

Saat pak yetno masuk alangkah terkejut dia saat melihat murid kesayangan sekolah sudah babak belur terduduk di depan murid yang di anggap BUDAK di sekolahan ini.


Antara tak percaya dan heran, di benaknya dia bertanya tanya, mengapa Dayat bisa babak belur di depan BUDAK yang lemah, sedangkan si Budak itu sendiri sama sekali tidak terluka, bahkan sedikitpun tidak ada goresan di tubuh Budak itu.


“ boy bawa Dayat ke UKS, segera obati lukanya. ah tidak segera bawa kerumah sakit, sepertinya ini cukup parah, dan Bram kau jelaskan pada bapak apa yang terjadi disini.” Ucapnya dan langsung di jalankan oleh muridnya itu.


“ nak alya, kamu duduk saja di kursi kosong samping anak itu, dan kamu Steffan ikut bapak ke ruangan sekarang.” Ucap pak yetno lagi.

__ADS_1


Ternyata murid perempuan itu di suruh duduk di samping steffen, berhubung tidak ada yang mau duduk di samping Budak sekolah, karena bagi mereka akan merusak emage mereka sebagai keluarga terpandang.


O iya kelompok Dayat berlima ya guys nama-namanya, Dayat, Boy, Bram, Angga, dan Satria. watak mereka sama dan juga berasal dari keluarga kaya.


Dayat di larikan kerumah sakit. Steffan, dan Bram sudah berada di ruangan pak yetno.


“ pak, ini semua salah budak ini, dia yang membuat Dayat jadi seperti itu. Aku tidak tau kenapa dia bisa sekuat ini pak, aku bahkan hanya bisa terdiam sangking tak percayanya aku melihat perubahan budak ini dari kematianya.” Ucap Bram langsung, jujur saja dia sangat syok dengan perubahan Steffan ini.

__ADS_1


“ apa kau tidak bercanda Bram, Budak ini yang membuat Dayat seperti itu? Ini benar-benar mustahil dan ini sangat gila.” Balas pak Yetno.


Sedangkam si pelaku masih terdiam sesekali dia menarik sudut bibirnya yang tak percaya dengan sikap mereka. Namun ekspresinya tetap datar menatap dua orang yang sedang berdebat.


“ kamu Budak, bagaimana bisa kamu memerlakukan murid kesayang sekolah ini seperti itu, apakah kau ingin mati hah? Apa kau lupa dia anak siapa, siap-siap saja kau akan mati, bahkan sampai ke keluargamu.” Bentak pak yetno.


Mendengar keluarganya di bawa-bawa tentu saja membuat Steffan naik pitam, mereka telah membangunkan singa tidur.

__ADS_1


“ guru seperti anda, tidak berhak dan tidak punya hak untuk membentak saya, dan anda juga tidak pantas untuk menjadi seorang guru. Bagaimana bisa anda tidak mencari tahu dulu kebenaran bagaimana bisa saya membuat murid KESAYANGAN sekolah ini. Ah aku lupa bukankah kalian menutup mata dan telinga kalian jika bersangkutan dengan dia, dan kalian hanya akan menyalahkan si korban yang sama sekali tidak bersalah. Sangat di sayangkan tempat yang dimana murid di tuntun menjadi seseorang yang berguna dan mengajarkan murid tersebut menjadi lebih baik, malah membuat sekolah ini bagaikan mainan, dimana yang kaya dan berkuasa akan menguasai sekolah ini. Dan yang lemah dan miskin menjadi mainan sang penguasa, sungguh ironis bukan. apa gunanya guru dan kepala sekolah disini. Sama sekali tidak ada gunanya, menjilat dan terus menjilat saja kerjaanya.” Ucap Steffan tampa rasa bersalah ataupun takut, wajahnya masih saja datar tampa ekspresi hanya sesekali ia menyunggingkan sudut bibirnya yang menandakan dia tidak habis pikir dengan orang orang di sekolah ini.


__ADS_2