
Saat siang hari steffan tampak kebingungan oleh suatu hal. Tentu saja dia bingung bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan tiket pesawat.
Tak berlangsung lama dia mendapatkan ide.
“ ibuu apakah kita mempunyai telepon?”Steffan ingin menelpon seseorang di ibu kota.
“ ada nak, untuk apa?” Ibu Nisa pasti heranan.
“ aku ingin menelpon seorang teman bu, bolehkah aku pinjam sebentar?”
“ ini nak.” Handpone itu sangat jadul, apalagi kalo bukan hanphone tulalit.
Steffan pun langsung mengetik nomor telepon dengan lancar dan sangat ingat siapa pemilik nomor tersebut, dan tak lama tersambung.
“ halo selamat siang, dengan siapa ini.” Tanya seseorang di balik telepon.
“ Dani ini aku steffan, aku ingin meminta pertolonganmu.” Mendengar suara itu tentu Dani terkejut.
__ADS_1
Steffen? Bukankah dia telah tiada kemaren? Apakah ini hanya penipu yang menggunakan nama teman dekatnya itu?. Banyak sekali pertanyaan yang ada di benak Dani, tentu saja siapa yang akan percaya, sedangkn steffen sebelumnya menghembuskan nafas terakhir di tangannya, steffen juga sudah di kubur dengan layak dikuburan nasional.
“ maaf jika anda ingin menipu, sebaiknya cari orang lain saja, atau saya akan menangkapmu.” Ucap Tegas Dani.
“ hei bagaimana bisa kau ingin menangkap ku kawan, apakah kau lupa jika kau telah mencuri ramenku bulan lalu? Apakah kau lupa kau menangis datang ke apartemen karena carla berselingkuh denganmu, apakah kau masih tidak yakin jika aku benar-benar steffan anggara? Atau kau ingin aku memberi tau hesti gebetanmu sekarang bahwa kau suka membaca komik porno?”seketika bulu kuduk Dani merinding, tentu saja semua itu adalah rahisa dia yang hanya di ketahui oleh Steffan seorang.
“ ka-kau apakah kau menghantuiku, Steffan aku selalu berbuat baik kepadamu, seharusnya kau tidak menghantuiku kawan.” Rengekan Dani yang sudah ketakutan dan menganggap steffan sudah menjadi hantu.
“ aku butuh kau menjemputku di kota C sekarang, aku tidak ingin ada penolakan, yang jelas aku bukan hantu nanti aku jelaskan ketika kita sudah di ibu kota.”ucap steffan.
Steffan pun mengambil jaketnya dan pergi kedapur.
“ bu aku ada urusan, bisa jadi nanti malam aku akan pulang, ibu tak perlu khawatir aku akan baik-baik saja aku janji.”ucapnya langsung dan memberikan handphone kepada Bu Nisa.
“ baiklah nak, tapi janji pada ibu kau takkan melakukan hal sebelumnya lagi, berhati-hatilah sayang.”sebenarnya bu Nisa tak mau anaknya pergi, tapi dia tak ingin mengekang anaknya.
“ aku janji”
__ADS_1
...
“ tubuh ini sangat bagus, mengapa steffan akbar memiliki sifat yang terbalik, hemm aneh sekali, baiklah aku akan melatih tubuhnya ini dan berlari saja sampai bandara, pastinya memakan waktu 2 jam dan hanya tinggal 1 jam saja menunggu Dani.” Steffan pun mulai berlari seperti berjoging.
Saat berjalan steffan tak sengaja melihat seorang wanita sedang menjadi korban pencurian, dengan kecepatan penuh steffan berlari untuk menangkap pencuri, semua barang sekitar yang di jatuhkan mampu di lompati oleh steffan dengan sangat baik tampa mengurangi kecepannya.
“ sial siapa dia, apakah dia seorang atlet, larinya kencang sekali, cepatlah jika tidak, kita akan teretangkap.” Ucap salah satu orang tersebut, tentu saja preman itu berjumlah 4 orang dan mengendarai 2 motor.
“ kau bodoh sekali jumlah kita lebih banyak darinya, kenapa kau harus takut,bawa saja dia ke gang kecil” ucap ketua dari preman itu.
Mereka pun mengarahkan steffan ke gang kecil.
Visual steffan akbar yang sekarang.
Harap readers perhatikan mulutnya takutnya kalian tergiur dan mengences wkwk
__ADS_1