Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Kantor polis II


__ADS_3

5 menit kemudian telepon steffan kembali berdering panggilan tersebut berasal dari Dani. Sedangkan para polisi seperti terhipnotis hanya terdiam menatap steffan yang memasang wajah sedingin es di kutub. Membuat mereka merasa harus diam.


“ ya Dani?”


“ ternyata keluarga ardmaja benar-benar masuk kedalam kandang singa, masalah yang mereka buat begitu besar mayor. Penggelapan dana, bahan baku dari perusahaan bisnis mereka juga berasal dari pabrik sampah. Seperti ayam busuk yang di gunakan dalam bisnis kuliner mereka, dan apapun bahan baku yang mereka gunakan itu semua tidak steril mayor. Dan juga mereka bekerja sama dengan genk mafia kalajengking. Semua yang melahanginya di bunuh tampa bulu mayor. Semua polisi yang ada di kota C berada di bawah kendalinya. Sekolah SMANSA juga di bawah kendalinya mayor, dan juga pejabat pejabat yang ada di kota C juga di bawah kendalinya. Aku telah melaporkan masalah ini kepihak wewenang mayor tunggu saja selama 15 detik akan ada pemerintahan penangkapan mereka mayor.” Ucap Dani.


“ baik kerja yang bagus. Pada hari sabtu dan minggu besok aku akan kesana.”


“ baik mayor.”

__ADS_1


Tut tut.


Telpon pun mati steffan melihat satu persatu orang yang ada di hadapannya.


“ tunggu dan lihat saja selama 15 menit tempat kalian tidak disini lagi. Sudah cukup perbuatan kalian yang hnya menindas para kaum miskin.” Ucap steffan yang menusuk membuat mereka tertohok.


“ steffan apa yang kau lakukan?” Ucap polisi yang di tugaskan untuk mengintrogasi steffan yang dari tadi terdiam kini mulai menbuka suara.


“ tanyakan saja pada anak kesayangan sekolah itu, apa yang telah dia lakukan padaku. Tak hanya hari ini tapi di hari hari bahkan bertahun tahun sebelumnya. Apa yang mereka perbuat, apakah menurut mereka aku diam karena lemah? Kalian salah, aku diam untuk menyusun rencana pembalasan. Jangan anggap aku budak sekolah dan orang lemah lagi. Dan bukan hanya aku, semua orang lemah dan miskin, jangan pernah kalian remehkan bisa saja suatu saat kalian akan memohon bahkan bersujud di kaki mereka. Dunia tidak ada yang tau jadi jangan merendahkan siapapun.”

__ADS_1


Belum sempat menjawab steffan kembali berbicara.


“Kalian adalah polisi di kota ini, kalian mengabdi pada negara, kalian bertugas untuk menjaga dan melindungi para rakyat. Dalam garis besar semua rakyat. Tidak terkecuali orang miskin sekalipun, sedangkan kalian saat ini begitu tidak berguna, tunduk dan patuh di bawah kekuasaan pejabat kaya, menindas orang lemah yang miskin bahkan kalian menolong seorang pebisnis kotor memperlancar aksinya. Padahal sudah tau itu sangat merugikan rakyat dan negara.sikap kalian Sama sekali tidak pantas menjadi seorang polisi yang sewaktu kecil aku kagumi.”


Ucapan steffan membuat mereka tertohok, kata-kata yang sangat menusuk itu, membuat mereka sedikit tersadar akan perilaku mereka saat ini.


Tak lama telepon di kantor polisi berdering.


“ apa yang telah kalian lakukan hah? Aku menugaskan kalian kesana untuk menjalan kan tugas yang berkaitan dengan kepentingan negara, bukan bermain-main dengan para pejabat kotor. Kalian semua di pecat sekarang juga, tinggalkan kantor itu sekarang akan ada anggota polisi lain yang akan menggantikan kalian.” Ucap direktur polisi yang berada di pusat kota.

__ADS_1


__ADS_2