Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Mengalah


__ADS_3

Arora yang mendapatkan Hp baru membuatnya sangat girang, dia pernah melihat hp milik temannya tapi itu hp Android jelas berbeda dengan hpnya yang Ios.


Tapi Arora sendiri kegirangan bukan karena mendapat hp mahal tersebut, baginya mendapatkan hp yang ia tidak ketahui bahwa merk Iphone itu sangat waw sudah sangat senang.


Bu Nisa sangat bahagia sekali, di tangannya sudah ada hp Iphone yang bahkan harganya sudah fantastis yang hanya sekedar untuk HP.


“ bu.. untuk masalah membersihkam rumah dan yang lain tidak perlu khawatir, aku sudah mendapatkan asisten untuk membantu ibu, bu untuk sekarang Steffan mau ibu tenang eman eman aja dirumah, gausah terlalu capek. Jika masalah pekerjaan Steffan tidak mengatur untuk ibu, tapi Steffan mengharapkan ibu berhenti saja bekarja disana. ibu ingat kita mempunyai modal untuk usaha.” Ucap Steffan lembut.


“ nak apa kita perlu pembantu, ibu rasa itu tidak perlu. Kamu tau biaya perbulan mereka tidak sedikit, lagipun ibu sangat senang bisa membersihkan rumah” ucap bu Nisa yang emang tidak biasa bergantungan kepada pembantu selama ini hanya dia yang membersihkan rumah.


“ ibuuu.. ibu tau rumah ini tidak seperti rumah kita kemarin, itu akan sangat melelahkan. Steffan mengerti ibu tidak mempermasalahkannya tapi bu Steffan tidak ingin ibu jatuh sakit.”


“ hmmm baiklah, tapi untuk memasak. Ibu ingin memasak sendiri karena ibu yang ingin menjaga kesehatan makanan kalian.”


“ baiklah bu, tapi tidak apa apa jika ada yang menjadi asisten ibu saat memasak.” Ucap Steffan masih tidak mau kalah.


Akhirnya bu Nisa mengalah dengan anaknya yang keras kepala ini, dia juga tersentuh karena Steffan begitu merawatnya.

__ADS_1


“ kita juga punya taman nanti adak mang damang yang akan bekerja mengurusnya.” Ucap Steffan lagi.


“ mang Damang yang penjual bakso keliling itu?” Tanya Bu Nisa.


“ yaa mang Damang yang dulu aku kerjai.” Ucap Steffan sambil terkekeh dan ibu Nisa juga terkekeh.


“ kak ini aku tidak tau cara ngembaliin layarnya ke semula.” Ucap Arora yang tiba tiba nyeletuk dengan menggaruk kepalanya pusing yang membuat steffan dan bu Nisa tertawa sedangkan arora senyum kikuk.



Besoknya Steffan dan Dani sudah berada di bandara tengah menunggu jam keberangkatannya.


Saat Steffan dan Dani tengah asik bermain hp tiba tiba ada seorang perempuan yang tidak asing mendatangi mereka.


“ hah ku kira siapa ternyata kakel banci.” Ucap seorang gadis di hadapan mereka berdua.


“ hei banci apa kau sudah menemukan dady sugarmu dan akan berangkat kejerman?” Ucap gadis tersebut yang disambut tawaan menghina dari kedua temannya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu mereka pun pergi karena mereka harus pergi untuk di periksa.


“ siapa mereka?” Tanya Dani yang heran dengan sikap mereka sedangkan Steffan tidak menanggapi dan malah masi asik dengan hpnya.


“ tak usah perdulikan mereka yang tidak penting.” Balas dingin Steffan dan Dani hanya mengangguk-angguk saja.


Pemberitahuanpun terdengar jika bahwasanya pesawat akan lepas landas ke ibu kota.


Mereka berdua segera berangkat.


...


Drtttt.. drrtt... bunyi getaran hp bu Nisa.


Bu Nisa yang sedang menonton tv pun melihat siapa yang memanggil dan tertulis disana jika mas Fari yang artinya dia adalah kakak bu Nisa.


“ halo Nis, kenapa mas kerumah kamu, kata bu Arsih kamu udah ga ngontrak disana lagi. Kamu dimana sekarang, apa biaya kontrakam sudah tidak bisa kamu bayar lagi, kenapa ga kasih tau mas?” Tanya paman Fari yang dari suaranya terlihas cemas.

__ADS_1


Paman Fari memang menyayangi bu Nisa sedari kecil karena mereka bersaudara kandung, tapi hanya karna istrinya dia tidak banyak bisa membantu namun terkadang sering sekali paman Fari memberi uang jajan dan termasuk membiayai sekolah Arora dan Steffan akbar dulu.


__ADS_2