Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Bayangan seseorang


__ADS_3

Kini mereka semua berada di ruang VIP di cafe bintang 5 yang ada di pusat kota C. mereka sengaja meminta ruangan VIP agar mereka bisa berbincang tenang tampa gangguan dan ada yang mendengar.


Mereka duduk santai di rooftop VIP itu dengan pemandangan yang indah sambil menunggu pesanan mereka datang.


“ aku baru tau ada cafe se elegan dan semewah ini.” Ucap Dani.


“ ya kau benar, bahkan aku baru sadar bahwa kota C tenyata indah juga.” Balas Jack.


“ namanya kota besar, kalian ini seperti orang awam saja.” Timpal revanza.


Dia memang pendiam tapi jika sekali bicara, yang keluar adalah cibiran.


“ hahahha hayolah selama ini kita selalu sibuk tugas, karang-jarang melihat pemandangan seperti ini. Jangan di rusak dong.” Balas Jack dan di anggukan oleh Dani sedangkan yang lain hanya terkekeh kecil melihat perdebatan mereka termasuk Steffan.


“ mayor bagaimana?” Tanya Jack.

__ADS_1


“ jika kalian bertanya jika kenapa aku bisa kembali hidup di tubuh anak ini, aku tidak bisa menjawab kenapa. Tapi yang jelas pada saat aku memejamkan mata untuk yang terakhir, aku hanya melihat dua cahaya putih yang sangat terang. Tapi ada satu yang membedakan dua cahaya ini.” Ucap steffan serius.


“ apa?” Tanya mereka serempak.


“ ada satu cahaya yang memilik bayangan seseorang. Dia melihatku dengan tatapan nanar, seperti seseorang yang sangat kelelahan tapi tak rela meninggalkan sesuatu.” Ucapnya lagi mereka semua pun mengangguk.


“ lalu aku mendekat, dia sepertinya sedang tersenyum padaku. Aku sempat di buat kaget dengan senyuman itu.” Belum sempat melanjutkan Dika memotong.


“ lah kok malah seram begitu apa itu yang namanya malaikat penjemput.” Ucapnya.


“ salah aku apa yak.” Gumamnya tapi di acuhlan oleh Dani.


“ lanjutkan mayor.” Ucap Dani.


“ lalu aku coba buat lebih maju lagi matanya yang nanar berubah menatapku dengan intens dan tersenyum ramah. aku benar-benar heran ingin bertanya maksud ini semua apa jadi aku berniat menanyakan itu langsung padanya, saat sudah sampai didepannya dia menyodorkan tanganya lalu berkata “ terima kasih telah membantuku dan keluargaku,” ucapnya lalu dia menghilang bersamaaan dengan cahaya yang semakin terang sampai kilauannya membuat mataku sakit ya jadi aku tutup mata. Saat aku buka aku sudah di rumah sakit.” Belum sempat melanjutkan pelayan membawa makanan mereka datang membuat mereka semua membenarkan posisi duduknya kembali.

__ADS_1


“ ini pesanan kalian Tuan-tuan.” Ucapnya ramah sambil meletakan semua makanan ke meja.


Perempuan itu tersenyum genit melihat ke arah Aris karena memang Aris lah yang tertampan disana membuat perempuan tersebut ingin mendapatkan perhatiannya.


Jika seandainya dia melihat ketampanan Steffan anggara dulu mungkin dia akan mimisan melihat ketampanan Steffan anggara yang tiada duanya itu.


Bahkan wajah Steffan akbar kini sudah terbilang sangat tampan hanya ketutup umur muda saja sehingga belum menarik bagi perempuan tersebut.


Sedangkan Aris hanya masa bodoh dengan tatapan genit itu.


Tatapan tersebut baru terlepas saat sang pelayan keluar dari ruangan mereka.


“ cantik tapi murahan, kenapa mereka memperkerjakan manusia seperti itu hanya menurunkan standar mereka saja.” Cibir Revanza yah memang Revanza ini tidak pandai memendam jika dia tidak suka dengan sesuatu, dia akan langsung meengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati jika di dengar oleh orang yang di cibirnya.


“ sudahlah lupakan hama, makan saja makanan terlihat enak begini jangan dirusak.” Ucap Jack.

__ADS_1


__ADS_2