
Ketiga orang itu berusaha menahan dan melawan balik pedang surgawi, akan tetapi semuanya sia sia karena Qin liu xing terlalu pintar dan berhasil menumbangkan ketiga orang itu
"makanya, jangan cari masalah denganku, kali ini aku lepaskan, tapi lain kali tidak." ucap Qin liu xing pada ketiga orang itu
setelahnya Qin liu xing pergi dari sana dengan memetik beberapa tanaman obat untuk ia tanam di belakang paviliunnya
......................
begitu tiba, Qin liu xing lantas masuk ke dalam paviliunnya yang sunyi tanpa satupun penghuni
“hah…aku lelah sekali…” lesu Qin liu xing serentak duduk bersandar di kursinya yang sudah mau patah
Sekilas ia memandang sekitarnya yang lusuh dan bobrok
Qin liu xing merengkuh melihat tempat tinggalnya yang begitu lusu dan bobrok. terlihat tidak terawat dan kumuh
Qin liu xing hanya bisa pasrah akan paviliun tempat tinggalnya yang sangat buruk
ia tak memiliki pilihan lain selain tinggal dan menetap di paviliun bobroknya
“sebaiknya aku tanam tanaman obat ini dulu sebelum semuanya layu dan mati.” bangkit Qin liu xing dari kursi seraya ke taman belakang paviliunnya
di belakang Qin liu xing menanam semua tanaman obat yang ia bawa dari gunung tadi pagi
Sesudahnya ia beristirahat di kamarnya dan merenungkan takdir dari pemilik asli tubuhnya
Ia terdiam tak berbicara. Seketika paviliun terasa sunyi tanpa suara. Tidak ada pelayan ataupun pengawal dan penjaga. Sangat sepi…
Qin liu xing merasakan kesepian yang dialami oleh pemilik asli tubuhnya ketika tinggal di paviliun bobroknya.
__ADS_1
Qin liu xing tidak berani bersuara sedikitpun. Secara perlahan ia melangkah ke tempat tidurnya yang keras bagaikan batu.
Qin liu xing secara perlahan duduk di tempat tidurnya dan lambat laun ia merasakan perasaan kesepian dari pemilik asli tubuhnya.
Sangat sepi…tanpa penghuni kecuali dirinya sendiri dan penuh dengan penderitaan. Bisa ia rasakan bahwa pemilik asli tubuhnya tidak dapat hidup tenang dengan situasi seperti ini
“Sangat sepi…Sunyi…Tanpa seorang pelayan ataupun penjaga…Bagaimana kau bisa hidup di dunia yang seperti ini qin liu xing?” hela napas qin liu xing
Butiran butiran bening kini memenuhi pelupuk matanya dan bercucuran. Terjatuh ke bawah dan membasahi lantai
Terdengar butiran butiran bening itu terjatuh dari pipinya ke lantai yang sudah basah
“Kini aku tahu penderitaanmu…Kau tidak bisa berkultivasi karena dantianmu tersumbat racun yang mematikan. Dan kau terus ditindas oleh mereka.” pilu qin liu xing yang terisak isak
“Kau jangan khawatir…Aku pasti akan membalaskan dendammu, pasti.” sedu qin liu xing dengan pilu
Kak terasa siang hari telah berganti menjadi malam hari
Qin liu xing mengunyah makanannya dengan cepat dan serempak minum
sesudahnya ia berbaring di tempat tidurnya. Secara perlahan kelopak matanya tertutup dan memperlihatkan wujud cantiknya
“Besok bangun pagi…dan mencari bahan lainnya…” gumam qin liu xing dengan nada kecil
Tengah malam tiba dan angin bertiup kencang membuka jendela kamarnya. Sinar bulan tampak sangat jelas sedang menyinari seluruh tubuh qin liu xing dengan cahayanya
Wajah qin liu xing kini terlihat bak seorang tuan putri yang tertidur di bawah sinar rembulan malam
Nyanyian burung saat tengah malam dan suara pepohonan yang terkena tiupan angin membuat malam sunyi itu terlihat sangat indah dan bahkan bisa saja membangkitkan nostalgia seseorang yang sedang memandangnya
__ADS_1
Sangat cantik, indah, dan memukau. Tidak ada yang bisa mengalahkan pemandangan saat malam hari yang ditemani dengan hembusan angin sepoi sepoi dan cahaya rembulan
Semuanya terasa sangat indah untuk dipandang. Walaupun sangat indah tapi keindahannya tidak dapat bertahan lama
Sebentar lagi pagi hari menjelang dan semua ayam mulai bangun dan berkokok kencang membangun orang orang kediaman
Qin liu xing bangun tidur dengan begitu segar bugar dan wajah yang berseri seri bagaikan seorang dewi yang turun dari surga
Sama seperti biasanya qin liu xing segera berangkat dan pergi menemui anak anak yang tinggal di hutan
Di sana ia disambut dengan sangat hangat oleh ketiga anak itu
“Aku datang, apa kalian telah siap ke restoranku?” tanya qin liu xing pada ketiga anak itu
Sontak ketiganya mengangguk pelan.
Qin liu xing tersenyum kecil dan mengelus kepala anak anak itu secara perlahan
Mereka bertiga mengumpulkan barang bawaannya dan pergi bersama qin liu xing ke restoran
Setibanya di sana, mereka serempak masuk ke dalam dan melihat isi restoran qin liu xing
Sederhana, tidak mencolok, dan peralatan memasaknya serba ada
Ketiganya kagum dan melongo melihat isi restoran qin liu xing
“wah…restoranmu sederhana, tapi sangat indah, dan peralatannya juga lengkap.” puji Jun pada qin liu xing
Qin liu xing sedikit memiringkan kepalanya sembari tersenyum hangat mendengar Jun memuji restoran pertamanya
__ADS_1
see you