
Sebuah vila besar dengan desain yang sangat berkelas dan indah.
Sungguh disayangkan hanya di tempati beberapa orang saja. Dan itupun di tempati oleh bawahan saja.
Sang majikan yang sibuk di dunia luar jarang memasuki vilanya dan berinteraksi dengan bawahannya.
Siapa lagi pemilik vila itu jika bukan Yun Liu Xing. Seorang wanita keturunan dewi agung yang memiliki misi besar di dunia fana.
"Ming, kapan aku bisa berhenti menjalankan tugasnya tugas ini, bisakah ada orang lain yang mau membantuku mengerjakan tugas ini." Keluh Yun Liu Xing.
Ming menghela napas pasrh. "Jika orang dibalik kemunculan roh roh jahat itu muncul dan sudah dimusnahkan maka tuan akan berhenti menjalankan tugas itu." Ucap Ming.
Yun Liu Xing memutar bola matanya malas. "Haish…Ming, ambilkan aku kacang, aku ingin makan." Ucap Yun Liu Xing.
Ming dengan patuh mengikuti perkataan Yun Liu Xing dan menyiapkan semangkuk penuh dengan kacang.
Yun Liu Xing mengambil satu demi satu biji kacang dan memakannya dengan santai sambil menonton film animasi favorirnya.
"Hoam…Sangat membosankan tinggal di dalam ruang dimensi, Ming… Bersihkan semua ini, aku ingin keluar melihat dunia luar." Ucap Yun Liu Xing.
Ming dengan pasrah mengikuti perkataan Yun Liu Xing dan membersihkan semua kulit kacangnya, setelahnya ia merapikan kembali sofa dan mejanya lalu mematikan TV nya.
"Tuan benar-benar." Gerutu Ming.
Sebenarnya ia cukup kesal dengan perbuatan tuannya yang pemalas itu, namun mau bagaiamana lagi, sikap tuannya sebagian besar pemalas. Ia harus menunggunya karena memiliki tuan seperti itu.
Di lain sisi terlihat Jingzhi yang sedang bermain catur dengan Kaisar Lang. "Yang mulia, anda kalah lagi." Ucap Jingzhi.
Kaisar Lang tampak sangat putus asa menghadapi Jingzhi dalam memainkan permainan catur. "Haish…Jingzhi, kau benar-benar mengalahkanku yang belum pernah dikalahkan oleh siapapun." Ucap Kaisar Lang pasrah.
Jingzhi tersenyum kecil dan menepuk nepuk bahu Kaisar Lang. "Jangan mudah menyerah berlatihlah lagi dan yang mulia akan menjadi lebih bisa bermain catur." UcO Jingzhi.
Yun Liu Xing yang melihat kedekatan dua orang yang sedarah daging itu tersenyum kecil, ia bersembunyi di atap dan mendengarkan pembicaraan keduanya.
__ADS_1
"Jadi, apa kau sudah memutuskan apa yang akan kau pilih?" Tanya Kaisar Lang.
Jingzhi menghela napas pasrah. Ia menuangkan teh untuknya dan untuk Kaisar Lang. Ia meminum tehnya dalam sekali teguk.
Tak!
Ia bangkit dan berjalan ken sebuah pohon lebat yang ada di halaman.
"Aku akan menjadi putramu tapi aku tidak ingin menjadi putra mahkota." Ucap Jingzhi.
Ia berbalik melihat Kaisar Lang. "Tapi, aku pasti akan membantu putra mahkota baru itu dan membimbingnya ke jalan yang benar." Ucap Jingzhi.
Yun Liu Xing yang mendengar jawaban dari Jingzhi menghela napas lega sembari tersenyum. 'Dia benar-benar tidak ingin menjadi putra mahkota yah…'Batin Yun Liu Xing.
Kaisar Lang menghela napas. "Yah, jika itu maumu, ayah tidak akan memaksa tapi jangan bersikap begitu formal padaku, panggil saja aku ayah atau ayahanda." Ucap Kaisar Lang.
Jingzhi tersenyum manis. "Baik ayah." Ucap Jingzhi.
"Pelayan, bereskan tempat kami bermain tadi." Ucap Kaisar Lang.
Yun Liu Xing melihat kepergian dua orang ayah anak itu dengan senyuman lega.
"Beban di pundaknya akhirnya mereda juga." Ucap Yun Liu Xing.
Ia pergi dari sana dan ke pasar jalan jalan melihat pemandangan indah sebelum pergi ke negara selanjutnya.
"Tempat selanjuntya apa ya, bikin penasaran aja." Ucap Yun Liu Xing.
Ia mampir ke sebuah toko Aksesoris dan mencari cari gelang dan kalung untuk dia bawa sebagai kenangan kenangan di negara itu.
Ia menyipitkan matanya melihat sebuah kalung giok yang berwarna putih dengan mutiara laut yang sangat putih dan berkilau.
"Apa itu mutiara laut yang melegenda itu?" Bingung Yun Liu Xing.
__ADS_1
Ia mendekati kalung itu dan melihat dari dekat. "Benar-benar asli." Gumam Yun Liu Xing.
"Tuan, aku ingin membeli kalung ini." Ucap Yun Liu Xing.
Penjaga toko yang ada di sana segera mendekat dan melihat kalung mutiara yang ingin dibeli Yun Liu Xing.
"Itu, ambil saja, gratis."
Mendengar kata gratis membuat Yun Liu Xing tertegun. Sebuah kalung mutiara dengan mutiara laut asli diberikan padanya dengan gratis?!
Benar-benar gila. Baru pertama kali ini ia mendapati sesuatu yang sangat berharga tapi gratis.
Dengan cepat ia mengambil kalung mutiara itu. "Kalau begitu terima kasih tuan." Ucap Yun Liu Xing.
Ia keluar dari toko Aksesoris dan memakai kalungnya. Tampak kalung mutiara tersebut bersinar cerah sesaat setelah Yun Liu Xing mengenakannya.
"Sepertinya ada yang salah dengan kalung ini…" Gumam Yun Liu Xing.
Ia menyentuh kalungnya namun tak terasa apa apa dan tak bereaksi apapaun. Ia melanjutkan jalan jalannya sambil mampir ke penjual jalanan dan mencicipi setiap makanan yang ada.
Sepulangnya ia benar-benar kenyang karena mencoba berbagai macam makanan di setiap jalannya.
"Tuan, apa tuan baik baik saja memakan berbagai macam makanan? Atau tuan ada merasa tidak enak?"
Dari dalam ruang dimensi terlihat Ming yang mengkhawatirkan Yun Liu Xing yang habis makan berbagai macam makanan dijalanan.
Yun Liu Xing menggeleng gelangkan kepalanya. "Tidak, justu aku merasa sangat kenyang dan energiku terisi kembali setelah memakan semua makanan jalanan itu." Ucap Yun Liu Xing.
Ming menghela napas lega dan pergi beristirahat di ruangannya.
Sementara Yun Liu Xing pergi ke suatu tempat untuk menikmati pemandangan indah yang sebenarnya dari negara yang dia singgahi itu.
See you next time.
__ADS_1