
Kakek Lin Dan tampak belum puas tertawa dan masih tertawa terbahak bahak. Ia duduk di kasur Yun Liu Xing dan mengguling gulingkan dirinya yang tak bisa berhenti tertawa. “Betapa bodohnya dia! Hahahahahaha…!” Tertawa terbahak bahak
Yun Liu Xing mendengar informasi yang begitu memuaskan. Ia menyunggingkan senyum dan terkekeh kekeh. “Hehehehe…dia benar benar bodoh, apa dia tidak mengenali restoranku?” Ucap Yun Liu Xing ikut tertawa terbahak bahak dengan kakek Lin Dan
...----------------...
Yun Liu Xing berjalan ke arah meja belajarnya.Ia membuka buku kosong yang ada di depan matanya, tersenyum kecil.“Baiklah! Kakek tua, besok aku izin keluar dan mengunjungi restoranku.” Yun Liu Xing sangat senang
“Huff…Terserah apa yang ingin kau katakan.” Ucap kakek Lin Dan serempak menghilang
Sedangkan Yun Liu Xing yang sedang duduk dan memandangi buku kosong di depan matanya. Ia membuka bukunya secara perlahan, Hanya menatap setiap halaman yang kosong tanpa satupun tulisan. “Hati yang sudah kosong tidak dapat diisi kembali, jika kau membuat masalah dengan seseorang yang tidak berhati maka kau hanya cari lubang kematianmu.”
Yun Liu Xing dengan begitu perasaan menyentuh halaman kosong itu dan membalik balik lembarannya. “Hidup yang kosong, tidak terisi hal hal bahagia, tidak terisi kenangan kenangan indah, tidak terisi kenangan mengharukan, yang terisi hanya kenangan buruk dan penuh dendam.”
Entah kenapa saat itu juga hati Yun Liu Xing penuh dengan perasaan campur aduk. Sedih, mecewa, letih, putus asa, semuanya bercampur aduk. Dia hanya dapat diam dan meratapi semuanya
“Dasar dewa pilih kasih, membuatku bereinkarnasi ke tubuh anak malang ini.” Gerutu Yun Liu Xing
Yun Liu Xing bangkit, duduk di kasurnya dan rebahan. Menatap langit langit kamarnya. “Hidupku di dunia modern sudah cukup letih, jangan di kehidupan yang kedua juga letih.” Letih Yun Liu Xing
“Tapi, terlahir kembali saja sudah membuatku senang, dengan begitu aku bisa merasakan sensasi balas dendam lagi.”
__ADS_1
Dengan cepat ia bangun dan segera keluar dari kamarnya dan ke ruangan pemimpin perguruan segera
Ia menyusuri jalana ke ruangan pemimpin perguruan tanpa menghadapi masalah apapun, hingga tatapannya terhenti pada seseorang yang sedang berduaan di pepohonan tempat ia bertemu peri setengah elf
Ia segera menoleh ke arah lain dan tidak ingin kepo mengenai kehidupan kedua murid itu
‘Disini juga ternyata cukup terbuka juga, membiarkan murid murid berduaan.’ Batinnya
Setibanya di ruangan pemimpin perguruan…
Tok tok tok
“Permisi, apa pemimpin perguruan ada di dalam?” Tanya Yun liu Xing
Tok tok tok
“Permisi? Pemimpin perguruan? Anda ada di dalam?”
Sekali lagi Yun liu Xing mengetuk ngetuk pintu ruangan pemimpin perguruan. Hal itu tentu saja mengganggu pembicaraan keduanya, dengan kesal pemimpin perguruan keluar dengan tatapan kesal pada Yun liu Xing. “Ada apa mencariku? Jika tidak ada yang penting lebih baik jangan kenemuiku.”
Pemimpin perguruan Liu Ding Bai tampak sangat kesal dengan Yun Liu Xing yang mengganggunya
__ADS_1
“Eh? Itu…Aku hanya ingin mengatakan jika aku ingin izin sehari, aku ingin pergi memeriksa keadaan restoranku.” Ucap Yun Liu Xing
“Terserah, kau diizinkan, ambil surat izin ini dan segera pergi dari sini, dan jangan ganggu lagi.”Ucap pemimpin perguruan Liu Ding Bai sembari memberikan Yun Liu Xing surat izin
Yun liu Xing mengambilnya dari tangannya dan segera pergi dari sana, ia tidak ingin membuang buang waktunya dengan hal sepele seperti itu
Yun Liu Xing menyunggingkan senyum setiap perjalanannya ke kamar, bersenandung dengan senang dan berlari lari kecil. “Kakek tua, aku sudah mendapatkan izinnya, besok kita langsung pergi mengumpulkan bukti dan menghukum tua bangka itu dengan istri anaknya.”
Kakek Lin Dan tak berbicara dan hanya dapat mendengarkan perkataan Yun Liu Xing. ‘Anak ini…Dia akan menjadi bintang phoenix di masa depan nanti.’ Batin kakek Lin Dan
Sesampainya di kamar, Yun Liu Xing langsung merebahkan tubuhnya dan seketika pandangannya samar gelap dan akhirnya tertidur dalam posisi berantakan
Dikala itu Long Wuxian muncul tiba tiba dan memperbaiki posisi tidur Yun Liu Xing, ia dengan sabar mengurus Yun Liu Xing yang sedang tertidur. Terkahir ia menyelimuti Yun Liu Xing agar tubuhnya tidak terlihat oleh orang lain. “Tidurlah dengan tenang dan mimpi indah, aku pergi dulu.” Sebelum pergi Long Wuxian mengecup dahi Yun Liu Xing
Yun Liu Xing yang tertidur tidak dapat merasakannya, sedangkan Long Wuxian yang dapat merasakan atmosfer sesaat setelah mengecup Yun Liu Xing
Di lain sisi tampak di dalam mimpinya ia sering bertemu dengan sang ibu dan menghilangkan begitu saja. Tidak peduli seberapa cepat Yun Liu Xing menggapai tangan ibunya, ibunya tetap menghilangkan di hadapannya
“Akh!!! Ibu jangan pergi!”
Yun Liu Xing terbangun karena terkejut dari mimpi buruknya bertemu dengan almarhum sang ibu. “Huh…Huh…Ibu…Tenanglah disana, akan mengubah takdir menyedihkan ini.” Ucap Yun Liu Xing dengan suara yang tersenggal senggal
__ADS_1
See you