
Yun Liu Xing dan Shiro dapat mengetahui berapa rindunya ia dengan kekasihnya dan betapa besar cintanya pada wanita itu, namun takdir tak ingin mempersatukan mereka berdua.
Begitulah jalan takdir, seorang pasangan memang terlihat sangat harmonis, namun jika dihadapkan dengan takdir semuanya langsung tidak ada apa apanya, tidak peduli pasangan itu saling mencintai tapi jika takdir tak berkehendak ya begitulah, mereka tidak akan bisa bersatu dan bersama selamanya.
...----------------...
Kenapa aku bilang kata kata yang begitu ya? Ada yang paham kah?
Oky next.
Jingzhi memesan satu kamar di samping Yun Liu Xing juga dan pergi ke sana untuk memulihkan kekuatannya.
Sementara Yun Liu Xing dan Shiro yang membuat beberapa jebakan di sekitar penginapan agar lebih aman.
Disaat yang sama pula sosok yang terlihat sangat gelap terlihat terus mengawasi keduanya dari kejauhan.
“Apa yang wanita itu buat dengan naga rendahan itu?”
“Mungkin dia membuat pengalam agar dia dan naga rendahan itu tidak terkena serangan dari kita.”
Sosok sosok itu tampak terus memperhatikan Yun Liu Xing.
“Setelah ini kita mulai mendiskusikan masalahnya dengan Jingzhi.” Ucap Yun Liu Xing.
Shiro menganggukkan kepalanya. Keduanya masuk ke dalam penginapan dan kembali ke kamar masing-masing.
Lain halnya dengan Yun Liu Xing yang sedang duduk lotus di atas kasurnya dan menutup matanya dengan rapat rapat.
Secara samar samar terlihat seperti bayangannya muncul di belakang dan menatap tubuhnya yang sedang duduk lotus.
“Entah kenapa aku bisa menggunakan sejenis kekuatan seperti ini.” Ucap Yun Liu Xing.
Tanpa tunggu lebih lama lagi Yun Liu Xing pergi melayang dari sana dan mencari aura dari sosok seseorang yang terus menatapnya dari kejauhan tadi.
Beberapa menit ia mengelilingi ibukota dan tak menemukan sosok hitam itu.
__ADS_1
Ia terus mencari mencari dan mencari namun tak menemukan siapapun. Satu jam berlalu dan tak menemukan sosok itu.
“Huft…Sepertinya sosok itu sudah menghilang.”
Dengan cepat ia pergi dari sana dan kembali ke tubuhnya lagi.
“Ekh…Sosok itu bukanlah manusia, bukan roh jahat, bukan iblis atau monster, bahkan bukan hewan ilahi ataupun demon beast ataupun spirit beast.” Ucap Yun Liu Xing panjang lebar.
Ia segera bangkit dan menemui Jingzhi.
Tok tok tok.
“Jingzhi, apa kau ada di dalam?” Ucap Yun Liu Xing.
Kriek…
Jingzhi membuka pintu kamarnya. “Masuklah.” Ucapnya.
Yun Liu Xing menganggukkan kepalanya dan segera masuk ke dalam.
“Huh…Aku yakin kau juga merasakan aura dari sosok aneh itu kan?” Ucap Yun Liu Xing.
Jingzhi mengerutkan keningnyt ia duduk di samping Yun Liu Xing.
“Ternyata kau juga merasakannya ya.“ Ucap Jingzhi.
Seketika atmosfer ruangan itu naik dan mencekam.
Keduanya saling bertatapan satu sama lain dengan serius.
“Bukan monster, dan bukan apapun.” Ucap Jingzhi.
Yun Liu Xing menganggukkan kepalanya dengan cepat. “Aku sudah pergi mencarinya, aku bahkan mmengelilingi satu ibukota tapi tidak menemukan apa apa.” Ucap Yun Liu Xing.
Keduanya keluar dari kamar Jingzhi dan pergi menemui Shiro.
__ADS_1
Tok tok tok.
Shiro terdengar berjalan dengan cepat dan pergi membukaka Yun Liu Xing pintu.
“Ada apa tuan?” Ucap Yun Liu Xing.
“Malam ini kita berjaga, hanya itu yang ingin ku katakan padamu.” Ucap Yun Liu Xing.
Shiro menganggukkan kepalanya dan kembali masuk ke dalam kamar. Sedangkan Yun Liu Xing yang kembali ke kamarnya.
“Hum…Tuan, izinkan saya bicara sebentar.”
Seseorang tiba tiba saja keluar dari sana dan mengejutkan Yun Liu Xing.
Seseorang itu tak lain dan tak bukan adalah Diablo si demon gg_-.
“Ada apa Diablo?” Tanya Yun Liu Xing.
“Tuan, berdasarkan aura yang saya rasakan juga, sosok itu adalah makhluk yang tercipta dari bayangan emosi amarah dan kesal, juga kecewa manusia.” Ucap Diablo.
“Jadi?”
“Nah, jadi…Sosok itu tidak berbahaya, dia hanya mengawasi orang orang dengan aura yang tidak biasa.” Ucap Diablo.
Yun Liu Xing mengangguk anggukkan kepalanya secara perlahan.
“Baiklah, jadi sejak tadi kau sudah tahu siapa sosok itu dan kau tidak memberitahukanku.” Ucap Yun Liu Xing dengan senyuman.
Diablo tertegun, ia terkekeh kecil dan langsung masuk kembali ke dalam ruang dimensi. Walaupun dirinya lebih kuat dari Yun Liu Xing namun Ia tak ingin melawan tuannya lagi.
Sedangkan Yun Liu Xing yang sedikit kesal Berdeham dan berusaha menahan rasa kesalnya terhadap Diablo.
Uh…kehabisan ide gara gara belajar keras karena ujian akhir tahun...
Sampe disini dulu ya, karena penulisnya lagi syibuk syibuk belajar.
__ADS_1
See you