
“Dasar wanita tidak tahu malu! Jangan dekati calon suamiku.”
Dengan kasar wanita itu mendorong Yun Liu Xing menjauh dari Luo Junlie.
“Eh? Calon suami?” Bingung Yun Liu Xing.
Tiba tiba saja dia terkejut dan memasang tampang jahil di wajahnya.
...----------------...
“Hehehehe…Aduduh, ternyata teman lamaku sudah mau menikah dan mendahuluiku.” Ucap, Yun Liu Xing cengengesan.
Sementara wanita yang mengaku sebagai calon istri Luo Junlie terganga dan bingung.
“Eh? Teman lama? Junlie temanmu?” Bingungnya.
Luo Junlie menepuk jidatnya pasrah dengan sikap calon istrinya.
“Tolong maklumi calon istriku, sikapnya memang begitu.” Ucap Luo Junlie canggung.
Yun Liu Xing terkekeh kecil dan merangkul calon istrinya Luo Junlie.
“Saat kalian sudah mau menikah nanti jangan lupa beritahu aku, aku yang akan menjadi makcomblang kalian berdua.” Ucap Yun Liu Xing senang.
Sementara Kedua orang itu hanya tersenyum canggung.
“Baik baik, sekarang bagaimana keadaanmu?” Tanya Luo Junlie pada Yun Liu Xing.
Yun Liu Xing duduk dengan anggun sambil menuangkan teh ke cangkirnya.
“Sekarang hidupku jauh lebih baik daripada dulu di perguruan itu.” Jeda Yun Liu Xing. “Sekarang aku hidup sebagai tabib ajaib dari gunung Kunlun.” Lanjut Yun Liu Xing.
Luo Junlie dan calon istrinya sedikit menganga dengan apa yang Yun Liu Xing katakan.
“Namjn kalian jangan khawatir, aku sudah menyebar bisnisku di seluruh dunia, jadi aku tidak khawatir akan kesulitan dalam mencari uang.” Senyum Yun Liu Xing.
__ADS_1
Luo Junlie menghela napas lega. Ia mengira Yun Liu Xing telah menjadi gelandangan karena mendengar dirinya yang sekarang hidup sebagai tabib ajaib gunung Kunlun.
Yun Liu Xing terkekeh kecil. Ia Kembali menatap calon istri Luo Junlie.
“Siapa nama calon istrimu?” Tanya Yun Liu Xing.
Luo Junlie tiba-tiba teringat dengan calon istrinya yang terus berada di sisinya.
“Namanya Dong Ling.” Ucap Luo Junlie.
Dong Ling tersenyum manis pada Yun Liu Xing.
“Namaku Yun Liu Xing, panggil saja Liu Xing, senang bertemu denganmu.” Ucap Yun Liu Xing dengan senyuman.
Yun Liu Xing bangkit. “Aku lihat di papan misi kau mencari seseorang, siapa yang kau cari?” Tanya Yun Liu Xing.
Luo Junlie berdecik kesal dan melipat kedua tangannya di dadanya.
“Aku mencarimu, dan mereka juga mencarimu di seluruh penjuru negara.” Ucap Luo Junlie.
“Maksudmu siapa mereka?” Tanya Yun Liu Xing yang di kelilingi kebingungan.
“Haih…Shu Zhao Ling, Bai Ding Luo, dan Zhang Nan Fei. Mereka mencarimu diseluruh dunia taoi tidak menemukanmu.” Ucap Luo Junlie.
Sedangkan Dong Ling yang tidak tahu apa apa hanya diam dan menyimak pembicaraan keduanya.
Yun Liu Xing menghela napas pasrah. Ia menjelurkan tangannya. “Karena kau telah menemukanku maka kau harus ikut denganku ke paviliun misi.” Ucap Yun Liu Xing.
Luo Junlie bingung. “Utnuk apa?” Tanyanya.
Yun Liu Xing menepuk jidatnya pasrah dengan kebodohan temannya yang satu ini.
“Jika aku mengatakan kalau aku yang kau cari maka tidak akan percaya, jadi kau selaku orang yang mengirim misi itu maka kau juga harus ikut denganku ke sana ununtuk menjelaskannya.” Ucap Yun Liu Xing kesal.
Luo Junlie meng oh kan perkataan Yun Liu Xing. Ia bangkit dan pergi bersama Yun Liu Xing, sementara Dong Ling yang tinggal untuk menjaga rumah selagi Luo Junlie pergi.
__ADS_1
Tentunya sebelum Luo Junlie pergi ia mengecup dahi Dong Ling dan pergi dengan Yun Liu Xing.
“Kau benar benar peduli pada calon istrimu ya.” Ucap Yun Liu Xing.
Luo Junlie mengangguk pelan. “Tentu saja, dia adalah cinta pertama dan terakhirku.” Ucap Luo Junlie.
Yun Liu Xing terkekeh kecil mendengar perkataan Luo Junlie.
“Kau benar benar sudah menjadi pria dewasa sekarang.” Senyum kecil Yun Liu Xing.
Luo Junlie tersenyum santai dan berbincang mengenai keseharian mereka masing-masing sampai masa sulit dan bahagia yang pernah mereka lalui.
“Kalau aku sih, aku tidak pernah melalui hari hari bahagia ataupun masa masa sulit, setiap hari hanya biasa biasa ajah.” Ucap Yun Liu Xing santai.
Luo Junlie tersenyum canggung dan mereka berdua telah sampai di paviliun misi.
“Permisi nona, saya telah menyelesaikan misi SS ini.” Ucap Yun Liu Xing.
“Apa ada buktinya?”
Yun Liu Xing melirik Luo Junlie.
Luo Junlie tersnyum kasar dan dipaksakan. “Aku buktinya, aku yang telah mengirim misi ini, dan dialah orang yang kucari, dan dia jugalah yang menerima misinya.” Jelas Luo Junlie.
Nona itu mengangguk pelan. “Kalau begitu, silahkan nona tunggu sebentar saya bawakan bayarannya.” Ucapnya lalu masuk ke dalam dan mengambil sesuatu.
Beberapa saat kemudian, sebuah kotak kecil berwarna hitam terletak di atas sebuah loyang kayu.
“Di dalam kotak ini terisi seratus ribu koin emas, tolong diterima dan tolong setelah nona sampai di rumah segera pindahkan koinnya karena kotaknya mau di pergunakan lagi.” Ucapnya dengan sopan.
Yun Liu Xing mengangguk pelan. “Tidak perlu sampai rumah, sekarang saja aku pindahin koinnya.” Ucap Yun Liu Xing sembari melempar kotak tersebut ke atasnya.
Dan dengan gerakan cepat ia memasukkan semua koin yang dia keluarkan dari kotak itu.
Semua orang yang ada di sana terkejut dan kagum melihat ratusan koin emas melayang di udara dan masuk ke dalam cincin ruang Yun Liu Xing.
__ADS_1
See You