
Di lain sisi tampak di dalam mimpinya ia sering bertemu dengan sang ibu dan menghilangkan begitu saja. Tidak peduli seberapa cepat Yun Liu Xing menggapai tangan ibunya, ibunya tetap menghilangkan di hadapannya
“Akh!!! Ibu jangan pergi!”
Yun Liu Xing terbangun karena terkejut dari mimpi buruknya bertemu dengan almarhum sang ibu. “Huh…Huh…Ibu…Tenanglah disana, akan mengubah takdir menyedihkan ini.” Ucap Yun Liu Xing dengan suara yang tersenggal senggal
...----------------...
Ia merangkak bangkit dari kasurnya dan menatap keluar jendela. Tampak sangat jelas wajahnya yang pucat pasi karena mimpi buruk ibunya
Dengan detak jantung yang berdetak kencang dan napasnya yang menggebu gebu, sekujur tubuhnya berkeringat dingin. Ia tersenggal senggal.“Huft…Huft…Apa yang harus aku lakukan untuk mengubah takdirnya? Membalaskan dendamnya dan membuatnya sampai puncak.”
Dikala itu Long Wuxian muncul, ia berjalan perlahan dan mengelus kepala Yun Liu Xing dengan lembut. Perlahan namun pasti, ia duduk berdekatan dengan Yun Liu Xing, ia memeluknya dengan erat membuat Yun Liu Xing meresa aman dan nyaman
“Wuxian…Terima kasih, aku tidak menyangka akan bermimpi buruk seperti ini.” Lirih Yun Liu Xing syok
Long Wuxian bisa mengerti dan sontak melepaskan pelukannya. Ia memegang pundak Yun Liu Xing, mendekatkan wajahnya ke wajah Yun Liu Xing. Saat ini mereka saling bertatapan, Yun Liu Xing tak menghindar dan membalas tatapan Long Wuxian
Long Wuxian mengangkat pandangannya ke atas, ia merapikan rambut yang menutupi dahinya, perlahan ia mendekat dan mengecup dahi Yun Liu Xing
Cup
Serempak Yun Liu Xing terkejut dan mundur ke belakang, namum wajahnya masih sangat dekat dengan wajah Long Wuxian. Disaat itu atmosfer di dalam ruangan terasa memanas dan membuat jantung Yun Liu Xing berdegup kencang
__ADS_1
“A-apa yang kau lakukan?! Kau tidak bisa melakukan itu padaku.” Kesal Yun Liu Xing bercampur malu
Long Wuxian terkekeh kecil melihat kelakuan Yun Liu Xing yang agak kekanak-kanakan dan pemalu. Ia kembali ke wajah datarnya namun menggoda. “Aku merasakan kalau mau sedang sedih dan syok, jadi aku kesini dan menemanimu.” Jelasnya
Yun Liu Xing menghela napas lega, ia kira Long Wuxian akan melakukan sesuatu yang tidak tidak pada dirinya. “Kukira…Itu, ternyata bukan, syukurlah.” Gumam Yun Liu Xing
Gumamannya terdengar jelas di telinga Long Wuxian. Sedangkan orang itu tampak menyunggingkan senyum, ia kembali mendekati Yun Liu Xing dengan tatapan serius nan menggoda
Yun Liu Xing tentunya terkejut dan jantungnya kembali berdegup kencang
Perlahan Long Wuxian mendekatkan bibirnya di bibir Yun Liu Xing. Disaat itu pula seorang petugas bersih bersih datang
Tok tok tok
“Apa ada orang di dalam? Saya petugas bersih bersih, siapa tau tuan atau nona mau membersihkan kamar.”
Yun Liu Xing menghela napas lega, untung ada petugas bersih bersih yang tiba di saat yang tepat. Sementara itu, Long Wuxian menjadi kecewa dan cemberut karena rencananya ingin menggoda Yun Liu Xing digagalkan oleh petugas bersih bersih itu
“Baiklah Liu Xing, aku pergi dulu ya, ada banyak kerjaan yang harus aku urus.” Pamit Long seraya menghilang
Karena kelamaan menunggu tukang bersih bersih itu pergi dari depan kamar Yun Liu Xing dsn ke kamar yang lainnya
Sementara itu, Yun Liu Xing masih duduk diam dan tidak dapat berkata apa apa selama beberapa menit. Hingga kakek Lin Dan muncul dan membuyarkan lamunan Yun Liu Xing
__ADS_1
“Nak, apa yang sedang otak kecilmu itu lamunkan, hem?” Kakek Lin Dan dengan tatapan kepo terus mengelilingi Yun Liu Xing ingin tahu apa yang membuat Yun Liu Xing melamun sedikit lama
“Dasar kakek tua penggosip.” Ketus Yun Liu Xing kembali berbaring
Kakek Lin Dan berhenti dan memanyumkan bibirnya. Ia melipat kedua tangannya di dadanya dan mengendus kesal. “Aku ini gurumu lho, mau tidak bisa memperlakukan gurumu seperti itu.” Kesal kakek Lin Dan
Yun Liu Xing mengambil bantal dan menutup kedua telinganya dari ocehan kakek Lin Dan yang sangat memusingkan dan sulit dipahami
Kakek Lin Dan yang melihat Yun Liu Xing mengabaikannya bertambah kesal. “Yun Liu Xing…Baiklah, terserah padamu. Dasar, habis manis sepah dibuang.” Ketus kakek Lin Dan dan menghilang
Yun Liu mengintip kepergian kakek Lin Dan, setelah memastikan kakek Lin Dan sudah pergi ia langsung bangun kembali dan segera ke kantin dan makan sendiri
Tatkala ia memikirkan waktu ketika Long Wuxian sangat dekat dengannya dan hampir mengambil ciuman pertamanya. Tampak ia tidak memakan makanannya dan hanya memain mainkannya
‘Apa yang aku pikirkan ini? Seharusnya aku tidak memikirkannya, dia itu sedikit mata keranjang dan hidung belang.’ Batin Yun Liu Xing kesal
Di lain sisi terlihat Long Wuxian yang tengah melukis kaligrafi tiba tiba bersin dan membuat gambar kaligrafinya hancur dengan coretan horizontal yang menentang panjang
“Pasti saat ini Liu Xing memakiku, dia sangat imut ketika kesal hehehe…” kekeh Long Wuxian. Disaat yang sama senyumannya tampak mengembang dan membuatnya senang dengan pendekatannya dengan Yun Liu Xing
Di lain sisi Yun Liu Xing yang merinding kedinginan. “Ugh…Kenapa tiba tiba saja buku kudukku merinding? Sebaiknya aku segera menghabiskan makananku dan pergi.” Ucap Yun Liu Xing serempak makan super cepat dan meninggalkan uangnya di bawah mangkuk makanannya
Setannya di kamar, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan memejamkan matanya perlahan. Ia tak dapat berhenti memikirkan Long Wuxian, ia juga tak lepas dari makiannya terhadap Long Wuxian
__ADS_1
Sedangkan Long Wuxian yang sama sekali tidak marah atau kesal, melainkan tersenyum simpul dan terkekeh kecil
See you