Reinkarnasion Of The Genius Doctor

Reinkarnasion Of The Genius Doctor
BAB 58 Mimpi tentang sang ibu


__ADS_3

Dengan keras kepala pemimpin Perguruan tidak mau mengaku dan menolak mentah kebenaran jika Yun Liu Xing lah yang telah menyelamatkan mereka.


Tap! Tap! Tap!


“Yang tuan Long katakan benar, Yun Liu Xing lah yang telah menyelamatkan kalian semua, termasuk para murid yang sekarat dan terluka parah, dialah yang menyelamatkan semuanya.”


...----------------...


Serempak semua orang terkejut dan menoleh ke belakang, tampak murid perempuan yang Yun Liu Xing selamatkan telah baik baik saja.


“No-nona besar…”


“Hamba memberi salam pada nona besar.”


Seketika semua tetua berlutut dan memberi salam murid itu.


Murid itu membungkuk di hadapan Long Wuxian. “Tuan, saya akan menyembuhkan nona Yun.”


Long Wuxian mengangguk pelan dan membiarkannya mengobati Yun Liu Xing.


Di sela sela pengobatan terlihat kelopak mata Yun Liu Xing yang perlahan terbuka dan berkedip selama beberapa saat.


Murid itu menghentikan pengobatannya dan membantu Yun Liu Xing bangun. “Bagaimana keadaanmu?”


Murid itu langsung menanyakan keadaan Yun Liu Xing setelah Yun Liu Xing sadar. Sedangkan Yun Liu Xing hanya dapat melihat kesana kemari sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.


“Uh…Aku bermimpi aneh sekali…” Lirih Yun Liu Xing


“Kau bermimpi apa Liu Xing?”


Dengan cepat Long Wuxian mendekati Yun Liu Xing dan menanyakannya.


“Aku tidak ingat jelas, tapi… Dalam mimpi itu aku melihat kita berdua sedang dalam keadaan sekarat dan terluka parah.” Jelasnya

__ADS_1


Long Wuxian mengelus kepala Yun Liu Xing sembari menenangkannya yang masih tampak syok.


“Jangan khawatir, itu hanya mimpi. Kau baik baik saja sekarang.” Ucap Long Wuxian


Yun Liu Xing tersenyum kecil dan bangkit. “Kalau begitu, bagaimana dengan murid murid yang terluka parah dan jasadnya?”


“Nona Yun tenang saja, mereka semua sudah ditangani, jasad mereka sudah di bawa ke tempat pemakaman murid dan akan dimakamkan hari ini juga.” Murid itu dengan cepat menjawab Yun Liu Xing


Yun Liu Xing menoleh melihatnya. “Bukankah kau adalah murid perempuan yang waktu itu? Kau sudah baik baikbaik saja?”


Murid perempuan itu tersenyum sembari membungkuk. “Terima kasih telah menolongku tadi, namaku adalah Yue Ye, panggil saja aku Ye.”


“Baiklah Ye, bangkitlah. Terima kasih juga kau telah menolongku.” Ucap Yun Liu Xing tersenyum


Yue Ye memberi salam pada Yun Liu Xing lalu segera ke tempat murid yang terluka parah dan melihat keadaannya. Sementara itu, para tetua itu langsung kabur mengikuti Yue Ye karena malu.


““Hahahaha…Hahaha…”.Yun Liu Xing tertawa kecil melihat tetua tetua itu berlari kabur darinya


Yun Liu Xing menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya, ia lalu berbaring. Beberapa saat ia tertidur dan setengah jam kemudian Long Wuxian kembali dengan dup panas di tangannya.


Ia melihat Yun Liu Xing yang tertidur dan menghela napas, dia pergi mengambil selimut dan menyelimuti Yun Liu Xing agar tidak kedinginan.


“Semoga kau tidak bermimpi buruk lagi.” Bisik Long Wuxian kemudian menaruh sup di samping tempat tidur Yun Liu Xing dan pergi dari sana.


Sementara Yun Liu Xing yang kembali memasuki alam mimpinya.


“Liu Xing sayang…Kemarilah nak.”


“Siapa itu…?”


“Hm…Kemarilah nak, mendekatlah kemari.”


“Jangan pura pura tidak mengenal ibumu, kemarilah.”

__ADS_1


Suara suara aneh bermunculan memanggil nama Yun Liu Xing, Sementara Yun Liu Xing meresa. bingung dan penasaran dengan suara suara itu.


“Jika kau penasaran kemarilah, aku ada disini nak.”


Sekali lagi suara itu terdengar sangat jelas dan membuat Yun Liu Xing semakin penasaran dan berjalan ke arah suara itu. Ia terus berjalan mengikuti petunjuk petunjuk dari tumbuhan tumbuhan disana.


Langkah demi langkah ia berjalan hingga pandangannya tertuju pada seorang wanita cantik bak seorang dewi duduk di sebuah batu besar. Ia tampak sedang menunggumu Yun Liu Xing sedari tadi.


“Akhirnya kau datang juga sayang.”


Wanita cantik itu segera bangkit dan mendekati Yun Liu Xing sambil berlari lari kecil.


Melihat wanita itu berlari ke arahnya entah kenapa ia tidak bisa bergerak, dia hanya bisa mematung dan menunggu wanita itu sampai di hadapannya.


Setibanya wanita itu di hadapan Yun Liu Xing, ia segera memeluk erat Yun Liu Xing sembari menangis tersedu sedu. Air matanya yang terjatuh berubah menjadi butiran butiran cahaya yang terbang menerangi tempat itu.


Yun Liu Xing agak tertegun melihat air mata berubah menjadi butiran cahaya untuk pertama kalinya. Tapi rasa tertegunnya seketika menghilang setelah mendengar suara wanita cantik itu lagi.


“Siapa kau? Kenapa kau memelukku?”


Yun Liu Xing bertanya tanya pada wanita cantik itu dengan penasaran dan ingin tahu siapa wanita cantik itu sebenarnya.


“Apa kau sudah lupa dengan ibumu nak? Aku ibumu? Dan kau menggunakan marga ibumu itu.”


Dengan begitu terkejut Yun Liu Xing melepaskan pelukan wanita itu secara paksa.


Ibunya? Mana mungkin wanita muda nan cantik bak seorang dewi itu adalah ibunya, mungkin sekarang ibunya sudah tua dan mulai keriputan, begitulah menurut Yun Liu Xing.


“Kau tidak mungkin ibuku, ibuku mungkin sudah tua saat ini jika dian masih hidup.”


Dengan sangat sangat tidak percaya Yun Liu Xing membentak secara halus wanita cantik itu.


See you

__ADS_1


__ADS_2