
Saya izin pamit pada ibu suri, karena baju saya kotor, saya harus pulang dan menggantinya.” Ucap qin liu dengan formal pada ibu suri
Ibu suri mengizinkan dan qin liu xing segera berangkat pulang dan beristirahat
“Akhirnya bisa tidur juga.” Ucap qin liu xing seraya berbaring dan tertidur di kasurnya hingga menjelang pagi
...----------------...
Keesokan paginya ia buru buru pergi ke istana karena ternyata semua tamu undangan bermalam si istana
Karena ketidaktahuannya ia harus segera kembali ke istana di pagi pagi buta
Setelahnya ia baru mandi di sana dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ia bawa
Sedangkan di lain sisi terlihat ibu anak yang ada di seberang kamar qin liu xing sedangkan membuat rencana jahat untuk qin liu xing
“Bu, sekarang kita apakan anak ****** itu? Dia dapat membunuh iblis yang kita utus untuk membunuhnya dengan begitu mudah.”
Dari dalam kamar terlihat seorang wanita muda seperti qin liu xing sedang bersama dengan sang ibu
“Bersabarlah nak, kita masih punya rencana cadangan, dan kali ini pasti akan berhasil.”
Suara yang agak tua terdengar di dalam kamar dan terlihat wanita tua itu sedang membisikkan sebuah rencana untuk qin liu xing
“Ah, bagus ibu, aku pasti bisa mempermalukannya di depan umum nanti, dan dia akan kehilangan muka, hahahaha…”
Terdengar tawaan wanita muda itu dengan sang ibu menggema di dalam satu ruangan
Di lain sisi terlihat qin liu xing yang bersin. “Hatchi! sepertinya ada seseorang yang berniat jahat padaku.” Ucap qin liu xing seraya menyentuh hidungnya
“Sebaiknya aku berjaga jaga, siapa tau ibu anak sialan itu menjebakku dan mempermalukanku.” Ucap qin liu xing dengan sungguh sungguh
Setelahnya ia keluar dari kamarnya dan jalan jalan pagi sebelum acaranya dimulai
__ADS_1
Qin liu xing juga meluangkan waktunya untuk bersantai sendirian di sungai yang ada di taman
“Hm…lalalalala…lalala…hm…hm hm…”
Terdengar qin liu xing yang asik bersenandung (atau apalah namanya) sambil menurunkan kakinya ke sungai dan bermain main sendiri
Di saat yang bersamaan dua pangeran muncul dan melihat qin liu xing yang bermain air
“Hah…air disini sangat sejuk…” Ucap qin liu dengan menikmatinya
Secara perlahan dia bernyanyi kecil dan berhasil mengambil perhatian para burung kecil yang lewat
Kedua pangeran itu pun juga ikut mendekati qin liu xing saat mendengar nyanyian qin liu xing
Qin liu xing terkejut dengan kedatangan kedua pangeran yang tiba tiba dari belakang
“Ah, ternyata dua pangeran ya…maafkan saya karena tidak menyadari keberadaan pangeran.” Ketus qin liu xing tanpa menatap kedua pangeran
Qin liu xing sedikit memiringkan kepalanya dan memikirkan sesuatu. “Aku…merasa bosan dikamar, jadi kemari dan bersantai sejenak.” Ucap qin liu xing seraya berdiri
“Yah…kurasa hari ini cukup sampai disini saja, aku akan ke aula sana, dan semoga kita tidak pernah bertemu lagi.” Ucap qin liu bergegas ke aula
Kedua pangeran tersebut terkejut dengan perkataan terkahir qin liu xing yang berharap mereka tidak akan pernah bertemu lagi
Keduanya tersenyum menyeringai dan pergi dari sana dan menuju ke aula
Di sana terlihat qin liu xing yang duduk diam dan meminum tehnya dengan tenang
“Oh, bukankah ini nona yang tadi yang mengatakan tidak akan bertemu lagi?” Ucap pangeran itu di hadapan qin liu xing dengan sombong
“Tapi kelihatannya kita bertemu lagi, itu berarti…kita adalah jodoh…hahahaha.” Ucap pangeran yang satunya lagi seraya tertawa kecil
Qin liu xing mengabaikannya dan memakan apel yang ada di mejanya tanpa memandang kedua pangeran itu
__ADS_1
Terdengar kedua pangeran itu tanpa henti mengoceh terus tanpa jeda di dekat telinga qin liu xing
“Bisakah kalian berhenti berbicara? Gendang telingaku sudah mau pecah.” Kesal qin liu xing pada kedua pangeran itu dengan tatapan benci
Keduanya terkejut qin liu xing tidak tertarik pada keduanya dan terdiam membatu
Tap! Tap! Tap!
Di saat yang bersamaan seorang pangeran muncul lagi dan mendekati qin liu xing
Qin liu xing menghela napas pasrah d
karena sudah tidak pangeran yang duduk disampingnya
“Dua saja sudah mengganggu, tapi kalau tiga…kurasa itu sudah lebih…” Ucap qin liu xing dengan pasrah
Pangeran itu duduk di samping qin liu xing dan menatap qin liu xing sejenak
“Oh? bukankah kau adalah wanita yang kemarin membunuh seekor iblis? Perkenalkan namaku long yi xuan pangeran ke tujuh, senang bertemu dengan nona.” Ucap long yi xuan pada qin liu xing
“Oh, aku qin liu xing.” Ketus qin liu xing dengan tatapan dingin
Long yi xuan tidak mau kalah dan memancarkan aura dingin juga. “Bagaimana kalau kita bermain sesuatu yang menarik? bagaimana menurut nona qin?” Ucap long yi xuan dengan tatapan tajam pada qin liu xing
Qin liu xing berbalik dan tersenyum menyeringai. “Oh, kedengarannya bagus, bagaimana kalau kita adu kekuatan?” Ucap qin liu xing yang tidak mau kalah dengan tatapan tajam long yi xuan
“Bagus, sangat bagus, kita ke lapangan militer, kita adu pedang, yang kalah harus menuruti kemauan yang menang.” Ucap long yi xuan pada qin liu xing yang kesal karena telah di tantang
Qin liu xing menyetujui pernyataan long yi xuan dan keduanya pun ke lapangan militer dan mengambil masing masing satu pedang dan mulai bertarung di tengah tengah lapangan tanpa peduli pendapat orang lain
Dalam beberapa menit keduanya tetap tidak ada yang mau mengalah da keduanya kelihatan imbang dalam hal kekuatan
See you
__ADS_1