Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Playboy


__ADS_3

Dua hari kemudian...


"Bik Inah, tolong buatin telor mata sapi donk. Dua ya. Saya bosan makan nasi goreng", pinta Dodo.


Yaa, setiap pagi Dodo pasti sarapan nasi goreng, karena memang itu mintaan dia kepada Bik Inah. Tapi pagi ini, entah kenapa dia sepertinya sangat pengen makan nasi putih panas yang dilumuri blue band dan pakai telor mata sapi.


"Nasi panas ada kan, Bik?", tanya Dodo lagi.


"Ada, Tuan. Sebentar saya siapkan nasi panas dan telor mata sapinya ya", jawab Bik Inah.


Lima menit kemudian Bik Inah sudah selesai memasak telor mata sapi yang Dodo minta.


"Tuan, ini nasi panasnya, ini telor mata sapinya", ucap Bik Inah sambil memberikan pesanan Dodo.


"Oke, Bik Inah. Terimakasih", jawab Dodo sambil melumuri blue band ke nasi panas tersebut.


"Heemm harumnya", ucap Dodo.


"Ada lagi yang mau Bik Inah siapkan, Tuan?", tanya Bik Inah yang masih berdiri dekat Dodo.


"Gak ada, Bik. Oh iya, Bik Inah dan Pak Karyo jangan lupa sarapan ya. Biar sehat terus. Biar ada yang ngurusin saya. Hehehe", kata Dodo.


Yaa, Dodo sangat dekat dengan Pak Karyo dan Bik Inah, karena mereka lah yang mengurusi Dodo selama ini. Orangtua Dodo yang sangat sibuk dengan bisnisnya, bisa dibilang tidak pernah memberikan waktu mereka untuk menanyakan keadaan Dodo.


"Trisno hari ini shift pagi ya, Pak Karyo?", tanya Dodo saat dia melihat taman belakang rumah yang sedang disiram oleh Pak Karyo.


"Iya, Tuan. Mumpung hari ini saya tugasnya malam, jadi pagi ini saya siram taman saja. Biar selalu segar", jawab Pak Karyo.


"Pak Karyo sudah sarapan?", tanya Dodo sambil duduk di kursi taman dan menikmati segelas jus jeruk.

__ADS_1


"Belum, Tuan. Biasanya sekitar jam sembilan, saya dan Bik Inah sarapan bareng di dapur", ucap Pak Karyo yang dibalas anggukan oleh Dodo.


"Tuan, tumben belum berangkat ke kantor?", tanya Pak Karyo, karena biasanya kalau sudah jam delapan pagi, Dodo pasti sudah tidak di rumah lagi, tapi pagi ini, sudah jam setengah sembilan, tuan mudanya tersebut masih di rumah dan belum memakai pakaian formal.


"Saya lagi males ke kantor hari ini, Pak", jawab Dodo.


"Oh gitu, iya, Tuan Dodo juga butuh istirahat, jangan kerja terus", ucap Pak Karyo.


"Makasih untuk perhatiannya, Pak Karyo. Bapak juga sehat terus ya. Biar bisa jagain saya terus. Hehehe", jawab Dodo.


"Saya masuk ke kamar dulu ya, Pak. Jangan lupa sarapan", kata Dodo sambil berjalan dan memegang pundak Pak Karyo.


"Iya, Tuan", jawab Pak Karyo sambil setengah membungkukkan tubuhnya.


Tiga puluh menit kemudian...


"Dua jam lagi kita ketemuan di Hotel H ya", Dodo mengirim pesan kepada teman wanitanya.


Emang dasar, Dodo, playboy bar-bar, gak bisa kalau gak ketemu dengan wanita.


Mau ngapain sih, Do, ketemuan di Hotel H?


Sesampainya di Hotel H...


"Aku di kamar 123", Dodo kembali mengirim pesan kepada teman wanitanya.


"Aku sudah di lobby, tunggu aku ya, Sayang", balas wanita tersebut.


Lima menit kemudian...

__ADS_1


Ting..Tung..


Dodo membuka pintu kamar hotel yang dia pesan.


"Hai, Sayang", sapa teman wanita Dodo.


"Seperti biasa, kamu puaskan aku. Tapi ini untuk yang terakhir ya. Aku akan beri kamu uang. Setelah itu jangan temui aku lagi. Kamu boleh bebas mau berhubungan dengan laki-laki lain", ucap Dodo tanpa rasa sungkan.


"Baiklah, Sayang. Gak masalah. Yang penting aku mendapatkan uangmu", jawab wanita itu tanpa protes, seperti yang dilakukan Luna.


"Dasar wanita matre", batin Dodo.


Dodo berbaring di ranjang dengan posisi telent*ng. Wanita itu pun langsung membuka baju dan celana Dodo. Tanpa rasa malu, dia juga membuka pakaian dalam Dodo. Dia mulai mencium bibir Dodo sambil membelai tubuh sang CEO bar-bar tersebut. Saat sudah merasa terpancing, tangan Dodo reflek meremas buah dada sang wanita sambil bibir mereka berciuman. Secepat kilat, Dodo langsung membuka kaos ketat yang dipakai sang wanita, dan mengubah posisi mereka. Dodo mengeluarkan buah dada wanita itu yang masih tertutup bra, tanpa membuka pengait bra nya.


Haaphh, dengan rakus Dodo melahap gunung kembar wanita tersebut. Sementara sang wanita meremas rambut Dodo yang saat ini menimpa tubuhnya.


Merasa sudah puas menikmati dada sang wanita, Dodo mengubah posisi mereka kembali seperti semula. Kini Dodo berada dibawah.


"Cepat puaskan aku, seperti biasa", titah Dodo.


Wanita itu pun memainkan bagian inti Dodo, mengo-c*knya dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Aargh, lakukan lebih cepat", desah Dodo dan dituruti oleh sang wanita, hingga akhirnya Dodo menyemburkan lahar panas ke dalam mulut sang wanita.


"Aahhhh", ucap Dodo lemas.


"Pakai bajumu, aku akan memberimu uang. Lalu pulanglah. Jangan kembali lagi kepadaku", titah Dodo sambil memakai pakaiannya.


"Ini, ambillah", ucap Dodo memberikan sejumlah uang.

__ADS_1


"Terimakasih, Sayang. Aku pulang dulu. Kapan-kapan, kalau kamu butuh aku lagi, aku siap", goda wanita itu sambil memegang bagian inti Dodo yang sudah dilindungi celana.


"Pulanglah", ucap Dodo sambil membukakan pintu kamar hotel. Akhirnya sang wanita pun meninggalkan Dodo.


__ADS_2