Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Seperti Asisten Pribadi


__ADS_3

Keesokan harinya...


Dyyaarr..


Terdengar seperti suara gelas yang pecah..


Seorang office boy yang baru saja balik badan, sangat merasa terkejut dengan apa yang didengarnya.


"Hei, kamu! Mulai besok jangan berani-berani untuk membuat kopi untukku. Kamu sengaja mau membuat lidahku terbakar, hah?!", bentakan Dodo memenuhi ruangan kerjanya.


"Ma-ma-af, Pak Do-do, ta-tapi kopi-nya ba-baru dibuat, Pak, maka-nya p-pa-nas", jawab Budi, Office Boy yang tadi membuatkan kopi untuk Dodo, dengan terbata-bata sambil menunduk. Dia tidak berani melihat wajah Dodo.


"Cepat kamu bersihkan semua ini, dan keluar dari ruangan saya!", perintah Dodo.


Kring.. kring..

__ADS_1


"Ada apa?!", Dodo menjawab panggilan telepon dengan suara yang keras.


"Haiisshh. Kamu urus sajalah sendiri. Masa' untuk cleaning service aja harus saya yang memilih. Apa guna kamu sebagai Manajer HRD?", ucap Dodo kemudian mematikan teleponnya sepihak.


"Renatha, sebentar lagi kamu boleh ke ruang Pak Aliando ya. Kamu perkenalkan diri kamu. Panggil saja dia Pak Dodo. Wilayah kerja kamu hanya khusus di ruangan Pak Dodo saja. Semua keperluan Pak Dodo selama di kantor, khususnya di ruang kerjanya, adalah tanggungjawab kamu", ucap Pak Hans, manajer HRD di tempat Rere bekerja saat ini.


Akhirnya Rere diterima bekerja di tempat Pak Tito bekerja. Rere diterima sebagai seorang Cleaning Service. Karena tidak ada satu pun karyawan yang tahan menghadapi Dodo, khususnya untuk membersihkan ruangannya maupun membuatkan kopi untuknya, karena Dodo selalu menganggap salah apapun yang dikerjakan oleh seorang Cleaning Service, akhirnya mau tidak mau, Pak Hans harus menempatkan Rere bertugas khusus untuk ruangan Dodo saja. Pokoknya apa pun yang berkaitan dengan ruang kerja Dodo adalah tanggungjawab Rere.


"Baik, Pak", jawab Rere kepada Pak Hans.


"Baik, Pak", jawab Rere lagi.


"Yasudah, kamu bisa mulai bekerja sekarang ya. Ayo saya antar kamu ke ruangan Pak Dodo", ajak Pak Hans.


Tok.. Tok.. Tok..

__ADS_1


"Ya, Masuk!", ucap Dodo.


"Permisi, Pak Dodo. Saya membawa Cleaning Service baru, khusus, yang akan menangani ruangan kerja Bapak, dan melayani semua kebutuhan Bapak selama di kantor.


"Kog aku jadi seperti asisten pribadi kalau semua kebutuhan dia aku yang urus", batin Rere.


"Hhmmm", gumam Dodo sambil melambaikan tangannya tanda menyuruh Pak Hans dan Rere keluar dari ruangannya.


"Renatha, kamu standby di sini ya. Kalau bel ini berbunyi, artinya Pak Dodo membutuhkan sesuatu. Kamu harus segera ke ruangannya. Jangan sampai buat dia marah. Bisa brabe urusannya. Saya sudah pusing, karena Pak Dodo marah-marah terus, perkara kopi kepanasan lah, kopi kurang gula, kebanyak gula, ruang kerja gak bersih, berantakan, aaaarrgghhh, ada-ada saja pokoknya alasan Pak Dodo untuk marah. Saya harap, kamu bisa bekerja dengan baik ya", ucap Pak Hans.


"Oh iya, disini tempat menyimpan peralatan kebersihan khusus ruang Pak Dodo. Tidak boleh bercampur dengan milik ruangan lain", tambah Pak Hans sambil sambil menunjukkan ruang tempat penyimpanan peralatan kebersihan khusus untuk ruangan Dodo, lalu dia mengurut jidatnya.


"Pusing saya, Re, waktu saya habis hanya untuk merekrut Cleaning Service khusus ruangan Pak Dodo saja. Saya harap kamu yang terakhir ya, betah-betah kerja disini", harap Pak Hans.


Waduh, belum muai bekerja aja, Rere sudah dibuat dagdigdug.

__ADS_1


"Bos gue bar-bar banget, astaga", batin Rere.


__ADS_2