
"Re, kamu bicara apa?", tanya Dodo.
"Saya mengatakan apa yang Pak Dodo katakan", jawab Rere sambil menatap Dodo.
"Kamu semakin cantik saat marah dan menatapku seperti ini, Re", batin Dodo.
"Maaf, Pak Dodo. Aku permisi", Rere berjalan meninggalkan Dodo.
"Kamu harus ingat kalau saya atasan kamu. Kembali ke dalam, duduk, dan makan bersamaku. Ini perintah!", Dodo berhasil menghentikan langkah Rere saat wanita cantik itu keluar dari Cafe tersebut.
"Awwh, sakit, tolong lepaskan tanganku, Pak Dodo", ucap Rere, karena Dodo menarik dan mencengkram tangannya terlalu keras.
"Saat di kantor, anda memang atasan saya. Tapi saat di luar jam kerja, anda bukan siapa-siapa saya!", Rere melawan Dodo.
Wanita cantik itu pun berlari tanpa tujuan. Yang ada di pikirannya saat ini adalah, yang penting dia bisa jauh dari Dodo.
Rere berlari dan terus berlari tanpa menggunakan alas kaki. Yaa, sepatu hak tinggi yang Dodo berikan dia jinjing, karena sangat tidak mungkin dia berlari cepat menggunakan high heels.
"Aku harus kemana? Bahkan aku tidak tahu ini dimana", batin Rere. Karena yang Rere tahu hanya jalan dari rumah Pak Tito ke kantor, dan sebaliknya. Lebih dari itu, Rere masih sangat buta dengan jalanan di kota ini.
Setengah jam sudah Rere berlari. Namun dia harus berhenti karena tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, disertai angin kencang. Untung di sekitar tempat dia berdiri, ada sebuah halte bus. Rere pun berteduh di halte tersebut.
"Renatha, kamu ngapain sendirian di situ?", Hans yang melewati daerah tersebut, meminggirkan mobilnya karena melihat Rere sedang duduk seorang diri, dan sedikit berteriak memanggil Rere dikarenakan hujan memang sangat deras. Namun Rere tidak mendengar.
"Renatha", panggil Hans lagi dan Rere akhirnya menoleh.
"Tunggu di situ, biar saya ambil payung", ucap Hans.
"Ayo ikut ke mobilku, aku antar kamu", ajak Hans sambil memayungi Rere.
Rere hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kamu mau kemana, Re?", tanya Hans lagi saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Aku mau pulang, Pak. Tapi gak tahu jalan pulang", jawab Rere sambil menunduk.
"Emang tadi kamu darimana?", tanya Hans. Namun Rere hanya diam dan menunduk. Melihat Rere seperti sedang memendam sesuatu, Hans pun tidak melanjutkan pertanyaannya.
"Re, coba jangan menunduk gitu", ucap Hans.
"Aku hanya merasa tidak pantas merepotkan Pak Hans. Aku hanya cleaning service, Pak", jawab Rere.
"Renatha, apapun pekerjaan kamu, tidak selayaknya kamu menjadi rendah diri. Kita sama-sama karyawan kog. Lagian aku tidak merasa direpotkan kog. Sekarang, angkat kepala kamu ya, jangan menunduk. Wajah cantik kamu jadi gak kelihatan kalau menunduk terus", ucap Hans dan Rere pun menurut.
"Aku antar kamu pulang ya. Alamat kamu dimana Re?", tanya Hans.
"Pak Hans antar aku ke kantor aja, Pak", jawab Rere yang membuat Hans bingung.
"Kog ke kantor, Re?", tanya Hans.
"Oke oke", ucap Hans sambil tertawa kecil.
Dua puluh menit kemudian...
"Nah, kita sudah di depan gerbang kantor. Jadi ke rumah kamu lewat mana, Re?", tanya Hans.
"Lurus aja, Pak, nanti aku tunjukin jalannya", jawab Rere.
"Oh iya, Re, boleh aku bertanya?", Hans ingin mengobati rasa penasarannya.
"Boleh, Pak. Mau tanya apa?", ucap Rere.
"Kamu sakit apa, Re? Beberapa hari gak masuk kerja. Yang izinin kamu langsung Pak Dodo loh", ungkap Hans.
__ADS_1
"Ada sedikit cidera, Pak. Perut saya kesiram kopi panas", jawab Rere.
"Kog bisa, Re? Apakah Pak Dodo yang melakukan?", tanya Hans lagi, dan Rere menggeleng.
"Bukan, Pak. Saya yang tidak hati-hati", bohong Rere.
"Tapi besok saya sudah masuk kerja lagi kog, Pak", ucap Rere antusias.
"Oh ya?", tanya Hans sambil tersenyum namun tetap fokus menyetir.
Rere mengangguk cepat.
"Pak, kita belok kanan ya, nanti ada poskamling, saya berhenti disitu aja", ucap Rere.
"Rumah kamu di poskamling?", tanya Hans dengan nada bercanda.
"Ih, bukan atuh, Pak. Rumah saya agak masuk gang. Saya nanti jalan kaki aja", jawab Rere.
Lima menit kemudian, Rere turun dari mobil Hans.
"Beneran gak mau dianter sampe depan rumah, Re?", tanya Hans yang merasa sedikit tidak enak karena menurunkan Rere di depan gang.
"Iya, Pak Hans. Beneran", jawab Rere.
"Terimakasih banyak ya, Pak. Hati-hati di jalan", tambah Rere.
"Saya lanjut ya, Re", ucap Hans sambil melajukan mobil sport nya.
Ketika Rere sedang berjalan, seseorang menarik tangannya.
"Aku akan antar kamu pulang", ucap orang tersebut.
__ADS_1
"Pak Dodo?", ucap Rere ketika menoleh ke belakang.