Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Wanita Kampung


__ADS_3

Sesampainya di Cafe W...


"Hai, Sayang, akhirnya kamu datang juga", ucap seorang wanita yang dihampiri oleh Dodo dan Rere.


"Aku sangat merindukanmu", wanita itu mengalungkan tangannya ke leher Dodo.


"Tolong lepaskan tanganmu, ada hal penting yang harus aku sampaikan", kata Dodo.


"Ada apa sih, Sayang?", tanya wanita itu yang kini memeluk Dodo.


"Aku bilang lepaskan tanganmu, jangan sentuh aku. Tolong hargai seseorang yang datang bersamaku", titah Dodo.


"Dia kan wanita yang pernah dibawa Pak Dodo ke kantornya", batin Rere.


"Ini bukannya karyawan kamu? Yang waktu itu bersihin ruangan kamu kan? Yang waktu aku ke kantor kamu, dia lagi bersih-bersih", ucap wanita itu ketika melihat Rere yang berdiri di belakang Dodo.


"Kamu datang sama dia, Sayang?", tanya wanita tersebut.

__ADS_1


"Aku gak mau berbasa-basi sama kamu. Tujuanku mengajak kamu bertemu adalah karena aku ingin memutuskan hubungan denganmu", kata Dodo.


"Tapi kenapa begitu tiba-tiba, Sayang?", tanya wanita itu.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu. Karena mulai detik ini, kamu bukan siapa-siapaku lagi", jawab Dodo.


"Aku tidak menyangka, kamu membuangku demi wanita miskin dan jelek ini, iya?", wanita itu menatap tajam Rere yang menunduk.


"Bukan karena siapa-siapa. Tapi karena saat ini aku sedang tidak mau dekat bahkan berhubungan dengan wanita manapun", balas Dodo.


"Aku tadi bertemu dengannya saat pulang dari suatu acara. Kebetulan kami mendapat undangan di tempat yang sama. Adik rekan bisnisku, teman sekolahnya Rere. Jadi aku sekalian mengantarnya pulang, karena kebetulan kami searah", bohong Dodo.


Padahal kan Dodo sendiri yang menjemput Rere di rumah Pak Tito. Aduuh, kenapa mesti bohong sih, Do?


"Oh begitu. Aku pikir kamu sekarang berpacaran dengan dia", sindir wanita itu.


"Aku masih waras, tidak mungkin aku berpacaran dengan wanita kampung seperti dia, dia bukan levelku. Aku masih bisa memilih wanita yang lebih berkelas, bahkan jauh lebih berkelas dari kamu", jawab Dodo.

__ADS_1


Degg..


Jantung Rere seperti berhenti mendengar penuturan Dodo yang secara tidak langsung sedang merendahkan dirinya.


"Apa aku serendah itu?", batin Rere.


"Oh iya, kamu tenang saja, semua pemberianku kepadamu, aku tidak akan memintanya kembali. Ambil semua. Itu milikmu. Tapi aku minta, setelah pertemuan sore ini, kita tidak bertemu lagi. Kamu bebas mau berhubungan dengan lelaki manapun", terang Dodo.


"Baiklah kalau begitu. Masih banyak lelaki yang mau denganku. Yang terpenting buatku adalah semua yang kamu berikan menjadi milikku. Kalau begitu silahkan melanjutkan hidupmu semaumu. Aku permisi", ucap wanita itu, lalu pergi sambil melenggokkan tubuh seksinya.


"Semua wanita sama saja. Matre!", gumam Dodo saat wanita itu sudah keluar dari Cafe W.


"Re, ayo duduk. Dari tadi kita berdiri. Kamu mau makan apa, Re?", tanya Dodo yang sudah duduk duluan.


"Ini bukan tempat saya, Pak. Saya tidak pantas berada di tempat ini. Saya hanya wanita kampung. Saya hanya seorang cleaning service, Pak", ucap Rere sambil menatap Dodo.


"Seharusnya saya tahu diri. Saya terlalu bodoh karena mau diajak jalan sama Pak Dodo. Saya lupa kalau saya hanya seorang wanita kampung yang miskin. Tidak seharusnya saya pergi bersama Pak Dodo", tambah Rere dengan air mata yang sudah tidak terbendung lagi.

__ADS_1


__ADS_2