
Malam harinya...
"Pak, Pak Dodo itu galak banget ya?", tanya Rere kepada Pak Tito ketika mereka sedang makan malam bersama di meja makan.
"Kenapa kamu bertanya begitu, Nak?", Pak Tito malah balik bertanya.
"Rere kayaknya takut gitu, Pak, sama dia. Apalagi Rere ditugasin khusus untuk membersihkan ruangan Pak Dodo. Segala keperluan Pak Dodo di kantor, menjadi tanggungjawabku", jawab Rere.
"Kamu harus banyak sabar ya, Nak. Turutin aja apa yang Pak Dodo katakan. Sebenarnya Pak Dodo itu orangnya baik, tapi memang cara dia terkadang suka kasar", ucap Pak Tito.
"Iya, Pak, Rere akan bekerja dengan baik. Ya, syukur-syukur Rere diterima kerja kan, jadi Rere gak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Rere dapat", jawab Rere.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Rere mencuci piring, sementara Bu Rani sedang membuat adonan donat. Setelah menyelesaikan tugasnya, Rere menghampiri Bu Rani dan berniat untuk membantunya.
"Ibu, lagi buat adonan apa?", tanya Rere.
"Ini adonan donat, Nak. Kebetulan ibu dapat pesanan 300 donat untuk besok pagi. Jadi harus dikerjakan malam ini biar besok gak buru-buru", jawab Bu Rani.
"Banyak juga ya, Bu, pesananannya", ucap Rere.
"Kamu tau gak siapa yang pesan? Yang pesan ini adalah Pak Dodo, Bos kamu. Dia salah satu langganan Ibu. Dari berbagai macam kue yang Ibu buat, Pak Dodo paling suka donat buatan Ibu", kata Bu Rere.
"Besok pasti kamu tahu jawabannya", jawab Bu Rani sambil tersenyum.
__ADS_1
Yaa, Bu Rani memang memiliki usaha kue. Setiap pagi, teras rumah Pak Tito dan Bu Rani pasti diserbu banyak orang untuk membeli kue-kue buatan Bu Rani. Termasuk Dodo. Berawal dari tiga tahun lalu, ketika Pak Tito sedang menjaga pos satpam kantor, Dodo yang baru saja memasuki area kantor melihat Pak Tito sedang mengunyah sesuatu. Alih-alih mau memarahi Pak Tito karena dianggap tidak disiplin, karena makan di saat tugas, Dodo justru ditawari donat yang dibawa Pak Tito dari rumahnya untuk sarapan pagi. Bukannya marah, Dodo malah mengambil semua donat milik Pak Tito dan membawanya ke ruang kerjanya. Sejak saat itu, dua kali dalam seminggu, Dodo pasti memesan donat buatan Bu Rani. Namun dia tidak menikmatinya sendiri, tetapi donat itu dibagi-bagi kepada seluruh karyawan kantornya. Satu orang dapat dua donat. Kan lumayan. Hehehe.
Di rumah Dodo..
"Bik Inah, tolong masakin aku mie instan pake telor dong. Mie nya dua, telornya juga dua ya", pinta Dodo kepada Asisten rumah tangganya, yang sudah bekerja selama sepuluh tahun di rumah Dodo.
Orangtua Dodo tinggal di luar negeri, jadi dia hanya tinggal bertiga di rumah yang sangat besar itu, Dodo, Bik Inah, dan Pak Karyo. Pak Karyo sendiri adalah suami Bik Inah, yang juga menjadi satpam di rumah Dodo. Sebenarnya ada Trisno yang juga menjadi satpam rumah Dodo, namun dia hanya akan datang di saat jam shift nya aja. Selebihnya dia akan pulang ke kostan nya. Oh iya, Pak Karyo sendiri adalah Kakak dari Pak Tito, orangtua Rere saat ini. Sama dengan Pak Tito, Pak Karyo juga tidak mempunyai anak.
"Tuan, mie nya mau pedas gak?", tanya Bik Inah kepada Dodo yang saat ini sedang bersantai di ruang tengah.
"Iya, Bik. Pake cabe rawit dipotong-potong, dan banyakin taburan bawang gorengnya ya, Bik", jawab Dodo.
__ADS_1
"Jeruk hangatnya jangan lupa ya, Bik", teriak Dodo karena saat ini Bik Inah sudah di dapur.
Orang sekaya Dodo aja doyan makan mie instan pake telor, apalagi Author yang tak seberapa ini. Hehehe.