Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Kopi Panas


__ADS_3

"Oh iya,siapa nama kamu?", tanya Dodo saat Rere kembali melanjutkan aktivitasnya mengepel lantai ruangan Dodo, sementara Dodo duduk di kursi kebesarannya.


"Nama saya Renatha, Pak. Saya biasa dipanggil Rere", jawab Rere.


"Itu ada donat, kamu bisa ambil setelah kamu selesai membersihkan seluruh isi ruangan ini", titah Dodo.


"Baik, Pak. Terimakasih", ucap Rere.


"Itu kan donat buatan Ibu", batin Rere sambil tersenyum.


Satu bulan sudah Rere bekerja di kantor milik Dodo. Dan itu artinya, Rere adalah cleaning service terlama yang bertahan untuk membersihkan ruangan Dodo. Walaupun Dodo sering mengucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan hati, Rere menerimanya dengan lapang dada.


Pagi ini setelah Rere selesai membersihkan ruangan Dodo, dia hendak menghantarkan kopi Dodo. Ketika membuka pintu ruangan Dodo, lagi-lagi dia melihat Bosnya itu sedang bersama seorang wanita yang tidak pernah Rere lihat di kantor. Yaa dalam satu bulan ini, sudah ada empat wanita yang berbeda yang berciuman dengan Dodo di ruangannya. Hanya berciuman? Hehehe. Gak sih. Sang wanita akan memainkan bagian inti Dodo dengan tangannya, untuk memu-ask*n Dodo. Sementara Dodo? Dia hanya mencium dan menikmati dada sang wanita yang dipacarinya.


Yaa, Dodo memang belum pernah berhubungan suami istri dengan para wanitanya. Hemmph, emang dasar si Dodo playboy bar-bar.


"Permisi, Pak. Saya mau antar kopi untuk Pak Dodo", ucap Rere sambil sedikit membuka pintu ruang kerja Dodo.


Dua insan yang berada di dalam ruangan tersebut terkejut dengan kedatangan Rere. Pasalnya, mereka berdua sedang berciuman mesra, dengan posisi sang wanita duduk di pangkuan Dodo sementara tangan Dodo sedang bergerilya meremas dada wanita tersebut.


"Dasar wanita miskin! Mengganggu saja!", ucap Dodo.


"Ma-maaf, Pak, saya tidak tahu", jawab Rere dengan terbata.


"Lagian, ini masih pagi, udah kayak gituan aja", batin Rere.


Bukannya keluar, Rere malah tetap masuk ke ruangan Dodo berniat menaruh kopi yang dia buat di atas meja kerja Dodo. Aduh, Rere, kamu polos banget siiiihhh. Cari perkara tahu gak sih...


Byyyaarr...

__ADS_1


"Auuwh, panas", ucap Rere yang merasakan panas pada perutnya karena disiram kopi yang dia bawa oleh wanita yang ternyata adalah pacarnya Dodo.


"Rasain. Itu akibatnya kalau mengganggu kesenangan orang lain. Dasar wanita miskin tidak tahu diri!", ucap wanita yang bernama Luna tersebut.


"Luna, apa yang kamu lakukan?", Dodo menurunkan Luna dari pangkuannya dan berniat untuk membantu Rere.


"Dia pantas mendapatkannya, Mas. Karena sudah bersikap kurang ajar", tuduh Luna sambil menunjuk ke arah Rere yang saat ini menangis.


"Rere, bersihkan pakaianmu. Setelah itu, bersihkan ruangan ini", perintah Dodo yang sebenarnya merasa kasihan kepada Rere .


"Saya permisi, Pak", ucap Rere sambil menundukkan badannya.


Setelah Rere keluar dari ruang kerjanya, Luna berniat untuk melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda tadi, namun Dodo menolaknya.


"Sayang, ayo kita lanjutkan. Aku masih pengen kamu remas", goda Luna.


"Tidak, Luna. Mood ku sudah jelek. Aku tidak mau melanjutkannya. Sekarang lebih baik kamu pulang. Satu jam lagi aku ada meeting. Aku butuh persiapan untuk memahami materi", bohong Dodo, padahal hari itu dia tidak ada agenda meeting.


"Terserah kamu", ucap Dodo sambil merapikan pakaiannya.


Luna pun pergi meninggalkan ruangan Dodo, bahkan meninggalkan kantor Dodo.


Lima menit kemudian...


Tingg Tunggg..


Bel yang berada di atas meja Rere berbunyi, tanda Dodo memanggilnya ke ruangan, ketika dia sedang melap bajunya yang kini basah menggunakan handuk. Yaa, baju Rere basah karena dia baru saja membersihkan tumpahan kopi panas tersebut yang mengotori baju kerjanya.


"Aduh, Pak Dodo manggil pula, baju aku masih basah gini", gumam Rere.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


"Masuukk", ucap Dodo.


"Pak Dodo memanggil saya?", tanya Rere ketika masuk ruangan Dodo.


"Kenapa kamu belum membersihkan ruangan ini?", tanya Dodo yang melihat baju Rere basah.


"Maaf, Pak. Akan saya bersihkan. Tadi saya lagi melap baju saya", jawab Rere dengan menunduk.


"Cepat kerjakan", titah Dodo yang tidak melepaskan pandangannya dari Rere.


Dua menit kemudian Rere kembali ke ruang kerja Dodo dengan membawa ember berisi air dan kain pel. Rere merasakan perih pada perutnya yang tersentuh dengan baju yang dia pakai ketika dia sedang mengepel. Mungkin efek kopi panas yang disiram oleh Luna tadi yang membuat perut Rere memerah sehingga terasa perih saat tersentuh baju.


"Aawhh", lirih Rere.


Dodo yang ternyata masih memperhatikan Rere menyadari bahwa saat ini Rere seperti merasa kesakitan.


"Rere, lihat aku", ucap Dodo dengan lembut. Entah angin apa yang membuatnya berbicara lembut kepada Rere.


"Rere, lihat aku", Dodo mengulangi ucapannya karena Rere tidak menghiraukannya dan masih saja sibuk mengepel sambil sesekali menyeka air matanya.


Akhirnya Dodo beranjak dari duduknya dan mendekati Rere.


"Saya antar kamu pulang sekarang", ucap Dodo sambil memegang bahu Rere.


"Kamu duduk dulu, biar saya yang mengembalikan semua ini ke tempatnya", tambah Dodo sambil mengarahkan Rere untuk duduk di sofa ruang kerjanya.


Rere yang masih menangis hanya mengikuti perintah Dodo. Karena dia tidak mau membuat Bos nya tersebut marah. Entah disadari atau tidak, Dodo malah melanjutkan pekerjaan Rere mengepel lantai bekas tumpahan kopi. Setelah itu dia mengembalikan ember dan kain pel ke tempat penyimpanan.

__ADS_1


"Ayo aku antar kamu pulang", ajak Dodo saat dia kembali ke ruangannya menjumpai Rere yang masih duduk di sofa. Rere hanya mengangguk dan mengikuti Dodo berjalan di belakangnya.


__ADS_2