Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Playboy Bar-Bar


__ADS_3

Keesokan harinya di kantor Dodo...


"Rere belum masuk ternyata. Kenapa aku merindukan gadis kecil itu ya? Apa kabarnya hari ini?", gumam Dodo.


"Haattcchimm", tiba-tiba Dodo bersin.


"Astaga, ruanganku berdebu", ucap Dodo lalu dia berdiri dan berjalan ke luar, ke ruang penyimpanan peralatan kebersihan khusus ruangan dia untuk mengambil sapu, ember, kain pel, dan lap.


Yaa, Dodo membersihkan ruangannya sendiri, selama Rere belum kembali ke kantor, seperti apa yang dia katakan kepada Hans.


Satu jam berlalu, ruangan Dodo sudah bersih dan segar. Kemudian dia ke pentry untuk membuat kopi untuk dirinya sendiri. Melihat kopi di dalam gelas, dia kembali teringat kepada Rere.


"Gara-gara kopi, kamu jadi cidera, Re", batin Dodo.


Satu jam kemudian...


Kringg..kringg..


"Halo, Mas Dodo. Kamu gak kangen sama aku? Udah lama loh aku gak puasin kamu", ucap seorang wanita dari ujung telepon.


"Aku gak kangen sama kamu. Aku cuma kangen sama piji-t*n kamu. Sore ini kita ketemuan ya", jawab Dodo dengan santainya.


"Aku ke kantor kamu atau gimana, Mas?", tanya wanita itu lagi.


"Kita ketemuan di hotel K aja", jawab Dodo.

__ADS_1


"Oke, Mas. Dengan senang hati", ucap wanita itu.


"Oke", balas Dodo lalu mengakhiri panggilannya.


"Aku akan putusin semua pacarku. Aku sudah bosan dengan mereka. Tapi sebelumnya, aku harus di puasin dulu sama mereka. Mana tahan barangku ini kalau gak dija-m*h", batin Dodo sambil tersenyum dan melihat ke arah barangnya.


Sore harinya, Dodo pun bertemu dengan wanitanya tadi di Hotel K. Seperti biasa, setelah berciuman dan puas menikmati gunung kembar si wanita, Dodo pasrah ketika barangnya dipi-j*t bahkan di-ku-lum oleh wanita itu, hingga Dodo mengeluarkan lahar panasnya di dalam mulut wanita yang akan dia putusi tersebut. Setelah lemas dan merasa puas, Dodo memberi sejumlah uang dan meminta agar mereka tidak lagi bertemu, karena dia sudah memiliki kekasih baru. Si wanita tidak keberatan dengan pernyataan Dodo, karena dia sudah mendapatkan banyak uang dari playboy bar-bar itu.


"Kalau begitu, aku pulang ya, Mas. Semoga kekasih barumu kuat menghadapi kamu yang hanya mau dipuaskan tapi tidak mau memuaskan", bisik wanita itu lalu pergi meninggalkan Dodo di kamar yang berada di Hotel K.


"Dasar wanita li*r, jangan harap aku mau memuaskan kalian. Karena wanita yang akan menerima semburan lahar panasku di rahimnya adalah dia yang bisa membuat aku jatuh cinta. Tapi boro-boro jatuh cinta, aku sendiri tidak tahu cinta itu seperti apa", gumam Dodo sambil tersenyum smirk.


"Sebaiknya aku pulang, dan memikirkan bagaimana caranya memutuskan satu wanita lagi", batin Dodo.


Di tengah jalan, Dodo mengurungkan niatnya untuk pulang. Dia malah mampir ke rumah Pak Tito.


"Eh, Pak Dodo. Silahkan masuk, Pak", ajak Bu Rani.


"Iya, Bu, terimakasih", jawab Dodo lalu dia masuk.


"Silahkan duduk ya, Pak. Saya ke dapur sebentar", ucap Bu Rani yang dibalas anggukan oleh Dodo.


"Hai, Re, apa kabar?", tanya Dodo saat Rere berdiri dan hendak ke dapur.


"Halo, Pak, kabar saya sudah lumayan baik, Pak", jawab Rere yang dibalas anggukan oleh Dodo.

__ADS_1


"Pak Dodo, mau dibuatkan kopi?", tanya Rere.


"Oh, tidak usah, Re. Kamu duduk saja, temani aku disini", jawab Dodo yang entah kenapa tiba-tiba dia ingin berada di dekat Rere.


"Oh, iya, Pak", balas Rere dengan kaku lalu dia kembali duduk.


"Pak, Dodo, mau makan malam bersama kami? Tadi saya masak ayam semur", ajak Bu Rani.


"Boleh, Bu, kebetulan aku sudah mulai lapar", jawab Dodo.


"Rere bantuin ya, Bu", tawar Rere.


"Biar Ibu saja yang siapin, Nak. Kamu temani Pak Dodo sebentar ya. Lagian luka kamu belum kering, jangan terlalu banyak gerak dulu", ucap Bu Rani.


Bu Rani pun kembali ke dapur dan menyiapkan makan malam di meja makan. Sementara Dodo dan Rere hanya berdiam diri di ruang tamu.


"Pak Tito masuk malam ya, Re?", tanya Dodo memecahkan keheningan.


"Iya, Pak", jawab Rere dengan menunduk.


"Re, kalau di luar kantor, anggap aku sebagai teman kamu ya. Aku adalah atasan kamu kalau sedang di kantor saja. Jadi jangan selalu menunduk kalau berbicara denganku", ucap Dodo.


"Baik, Pak", jawab Rere yang masih menunduk.


Dodo hanya tersenyum melihat gadis cantik tersebut.

__ADS_1


"Tumben bener Pak Dodo ngomongnya pakai aku aku. Biasanya juga saya saya", batin Rere.


__ADS_2