
Ini dia nih, visual tampannya Aliando Nicholas alias Dodo, sesuai halunya Author. Ganteng banget kaaan.
Nah, kalau ini visualnya Renatha Giana alias Rere.
"Lepaskan tangan saya, Pak", pinta Rere.
"Kamu lupa, kalau pakaian dan sepatu yang kamu pakai ini saya yang beli?", tanya Dodo yang membuat Rere kesal.
"Pasti saya kembalikan kepada Anda. Biar saya cuci dulu", jawab Rere tanpa melihat Dodo.
"Tidak perlu dicuci, pakaian dan sepatu itu akan langsung saya buang. Ganti bajumu sekarang!", titah Dodo.
"Hah? Dibuang? Ya Tuhan, sombong sekali manusia ini", batin Rere.
"Maksud Anda, saya harus ganti disini?", tanya Rere dengan berani.
"Silahkan, kalau kamu tidak tahu malu", jawab Dodo dengan santai.
"Astaga, ada apa denganku?", batin Dodo.
"Yasudah, Pak Dodo tunggu disini, biar saya pulang sebentar untuk ganti pakaian, nanti saya kesini lagi untuk balikin pakaian dan sepatu yang saya pakai ini", ucap Rere.
"Kamu gak perlu pulang untuk ganti pakaian, sekarang masuk ke mobil, kamu ganti di dalam saja. Bajumu tadi ada di mobil, di dalam paper bag. Kamu jangan khawatir, kaca mobil saya sangat gelap, jadi tidak akan menerawang. Saya akan tunggu kamu di sini", ucap Dodo.
__ADS_1
Rere pun mengganti pakaiannya di dalam mobil Dodo. Dan tidak lupa dia menghapus makeup nya dengan tissue basah yang selalu dia bawa di tasnya.
Sepuluh menit kemudian...
"Terimakasih, Pak. Saya permisi dulu", ucap Rere sambil memberikan paperbag berisi pakaian dan sepatu yang Dodo beli tadi sore untuk Rere pakai.
"Baiklah, saya akan membuangnya ke tempat pembuangan sampah", jawab Dodo dengan sombong.
"Terserah Pak Dodo saja", balas Rere sambil berlalu.
"Re, tunggu", Dodo kembali menarik tangan Rere.
"Saya tetap akan antar kamu. Karena tadi saya yang menjemput kamu, jadi saya harus bertanggungjawab untuk mengantar kamu sampai rumah", ucap Dodo.
"Tidak usah, Pak. Saya harus tahu diri", jawab Rere sambil melepas tangan Dodo.
"Saya tidak menerima penolakan!!", bentak Dodo.
"Saya memang hanya seorang cleaning service, Pak, saya wanita miskin, tapi bukan berarti Pak Dodo bisa seenaknya dengan orang kecil seperti saya", tambah Rere sambil menatap Dodo.
"Cantik banget", batin Dodo.
"Mulai besok, kamu tidak perlu lagi ke kantor. Kamu saya pecat!", bentak Dodo tanpa dia sadari.
Rere mematung mendengar ucapan Dodo.
"Saya dipecat, Pak?", tanya Rere diiringi air mata yang kini membasahi pipinya.
__ADS_1
"Ya. Kamu saya pecat!", ucap Dodo lalu meninggalkan Rere dan masuk ke dalam mobilnya.
"Astaga, bagaimana mungkin aku bicara seperti itu? Kenapa sih mulutku gak bisa dikontrol", batin Dodo sambil dia mengacak kasar rambutnya.
Rere pun berjalan dengan lemah, sambil berusaha menenangkan dirinya agar bisa berhenti menangis.
"Tenang, Re, tenang. Kamu pasti mendapat pekerjaan yang lain", ucap Rere menyemangati dirinya sendiri.
"Maafkan aku, Re", gumam Dodo yang masih berada di dalam mobilnya, melihat Rere yang berjalan sendiri.
Sesampainya di rumah Pak Tito...
"Selamat Malam, Bu", sapa Rere kepada Bu Rani yang sedang bersantai di teras rumah.
"Ibu sendirian?", tanya Rere.
"Hai, Nak. Kamu sudah pulang toh. Cepat juga. Pak Dodo mana?", Bu Rani balik bertanya.
"Iya, Bu. Kami cuma makan aja tadi. Tadi pas sampai simpang gang, ban mobil Pak Dodo bocor, Bu. Jadi aku jalan kaki aja dari simpang", bohong Rere.
"Oh gitu toh", jawab Bu Rani tanpa banyak bertanya.
"Bapak mana, Bu?", tanya Rere.
"Bapak lagi ada arisan Bapak-Bapak se RT, Nak. Barusan aja pergi", jawab Bu Rani yang dibalas anggukan oleh Rere.
"Yasudah, kamu mandi sana, biar segar", tambah Bu Rani.
__ADS_1
"Iya, Bu. Rere mandi sebentar ya", jawab Rere.
"Sebenarnya ada apa denganmu, Nak? Kamu kelihatan seperti banyak pikiran", batin Bu Rani.