Rere Milik Dodo

Rere Milik Dodo
Minta Maaf


__ADS_3

"Masuklah ke mobil", ucap Dodo saat mereka tiba di parkiran.


Rere pun membuka pintu tengah dan berniat duduk di belakang kursi pengemudi.


"Hei, duduk di depan aja, kamu pikir aku supirmu?", Dodo menegur Rere.


"Maaf, Pak", ucap Rere sambil menunduk dan duduk di sebelah Dodo.


"Beri tahu aku jalan ke rumahmu ya", ucap Dodo sambil menyetir mobilnya.


Sekitar dua kilometer dari kantornya, Dodo berhenti di depan sebuah apotek.


"Kamu tunggu disini sebentar", titah Dodo kepada Rere.


"Baik, Pak", ucap Rere patuh.


Lima menit kemudian Dodo kembali ke mobil dan memberikan sebuah salep kepada Rere.


"Nanti kamu pakai ini untuk mengobati perutmu yang tersiram kopi panas tadi", kata Dodo sambil menyerahkan salep Bioplacenton kepada Rere.


"Terimakasih, Pak", ucap Rere dan menerima salep pemberian Dodo.


"Saya minta maaf atas perlakuan Luna kepada kamu ya, Re", kata Dodo.


"Tidak apa-apa, Pak. Saya juga yang salah, karena saya yang tidak tahu diri. Seharusnya tadi saya tidak masuk ke ruangan Pak Dodo", balas Rere dengan menunduk.

__ADS_1


"Kenapa kamu selalu menunduk setiap berbicara denganku?", tanya Dodo yang sesekali melirik wanita yang duduk di sebelahnya tersebut.


"Saya tidak berani melihat Pak Dodo. Kita bagaikan bumi dan langit, Pak. Saya hanya seorang cleaning service, sementara Pak Dodo adalah Bos saya, pemilik Nicholas Sejahtera Group", Rere merendahkan dirinya.


"Begitukah? Bukan karena kamu takut menyukaiku karena saya sangat tampan?", goda Dodo.


"Melihat Pak Dodo saja saya tidak berani, bagaimana bisa saya berpikiran untuk menyukai Anda, Pak", ucap Rere.


"Kamu masih sangat muda, kenapa kamu tidak kuliah, Re? Kenapa kamu malah bekerja sebagai Cleaning Service? Kamu tidak takut kalau tidak akan ada lelaki yang menyukaimu karena kamu hanya seorang tukang bersih-bersih?", tanya Dodo.


"Saya orang miskin, Pak. Saya yatim piatu. Saya juga dari kampung. Boro-boro mau kuliah, Pak, bisa makan aja saya bersyukur", jawab Rere polos.


"Hanya ini perusahaan yang menerima saya, Pak. Kalau suatu hari nanti ada lelaki yang tulus mencintai saya, dia pasti akan menerima saya, apapun pekerjaan saya, Pak", jawab Rere.


Sepuluh menit kemudian mereka sampai di simpang rumah yang Rere tempati.


"Saya turun disini saja ya, Pak", ucap Rere.


"Rumah kamu dimana?", tanya Dodo sambil meminggirkan mobilnya.


"Sekitar lima ratus meter ke dalam, Pak", jawab Rere.


"Rumah kamu dekat dengan rumah Pak Tito ya?", Dodo kembali bertanya, karena tempat itu tidak asing bagi dia.


"Saya tinggal di rumah Pak Tito, Pak", jawab Rere.

__ADS_1


"Oh ya, sejak kapan?", Tito penasaran.


"Sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di kota ini, Pak. Yah, mereka orang baik, Pak. Tuhan kirim mereka untuk menjadi orangtua saya saat ini", jawab Rere dengan senyum di bibirnya.


Dodo yang melihat Rere tersenyum pun merasa seperti ada kupu-kupu beterbangan di dadanya.


"Cantik", batin Dodo si playboy bar-bar.


"Kalau begitu, saya antar kamu ke rumah Pak Tito ya", ucap Dodo dan dibalas anggukan oleh Rere.


Gadis cantik itu tidak berani membantah perkataan Dodo, dia takut kalau dia membantah, Bos tampannya itu akan marah besar.


Di rumah Pak Tito...


"Terimakasih, Pak Dodo, sudah mengantarkan Rere. Maaf merepotkan, Bapak", ucap Pak Tito yang saat ini tidak bekerja, karena hari ini adalah hari off nya.


"Oh, tidak, Pak Tito. Saya sama sekali tidak merasa direpotkan. Justru saya mau minta maaf kepada Pak Tito dan Bu Rani, karena tadi saya gegabah, jadi saya tidak sengaja menyenggol Rere saat dia berjalan, saat mau mengantarkan kopi saya, sehingga bagian perut Rere tersiram kopi panas. Maafkan saya, Pak, Bu", ucap Dodo.


"Sekali lagi saya minta maaf ya, Re", tambah Dodo.


Pak Tito dan Bu Rani hanya diam dan tersenyum mendengar pernyataan Dodo. Mereka tidak berani marah kepada Bos besar itu. Mereka pun tidak menyangka kalau Dodo mau merendahkan dirinya dan mengakui perbuatannya. Walaupun sebenarnya bukan Dodo yang menyenggol Rere, tetapi Luna yang sudah menyiramkan kopi panas itu ke perut Rere.


"Saya tidak apa-apa kog, Pak Dodo", kata Rere sambil tersenyum.


Lagi-lagi Dodo terpana melihat senyum manis yang mengembang di bibir Rere.

__ADS_1


__ADS_2