
Sesampainya di kantor Dodo...
"Kamu karyawan baru ya?", tanya Dodo yang sedang duduk di bangku kebesarannya kepada Rere yang baru saja datang untuk membersihkan ruangan Dodo.
"Iya, Pak. Maaf, apakah saya kesiangan datangnya ya, Pak?", Rere balik bertanya.
"Oh, tidak. Saya yang kepagian. Kamu lihat kan, karyawan saya belum ada yang datang. Ini juga masih jam setengah tujuh pagi", jawab Dodo.
Rere yang sedang menyapu, reflek meminta Dodo untuk mengangkat kakinya.
"Maaf boleh angkat kakinya sebentar, Pak? Saya mau membersihkan kolong meja kerja Pak Dodo", ucap Dita sambil menunduk, dia tidak berani melihat atasannya tersebut.
"Kamu berani memerintah saya?!", bentak Dodo.
Rere yang terkejut, reflek membuang sapu yang dia pegang ke lantai.
"Heh! kamu karyawan baru berani sama saya?", bentak Dodo lagi.
"Eng-gak, Pak, ma-af sa-ya kaget kare-na suara Pak Do-do terlalu ke-ras", jawab Rere dengan terbata-bata sambil mengambil sapu yang jatuh ke lantai.
"Heh, jangan menunduk terus. Lihat saya!", perintah Dodo.
"Maaf, Pak, saya tidak berani melihat Pak Dodo. Saya izin mau melanjutkan pekerjaan saya ya, Pak. Ruangan Pak Dodo belum selesai saya sapu, belum saya pel juga, meja dan perabot di ruangan ini juga belum saya lap", ucap Rere masih terus menunduk.
__ADS_1
"Haish, kamu buat mood saya jelek pagi-pagi begini", gerutu Dodo.
"Lanjutkan pekerjaan kamu, setelah itu buatkan saya kopi!", titah Dodo yang kini menatap serius pada laptopnya.
"Baik, Pak", jawab Rere.
Ketika Rere sedang mengepel ruangan kerja Dodo, dia dikejutkan oleh suara pukulan keras pada meja kerja Dodo.
"Mana kopi saya?!", Dodo kembali membentak Rere.
"Pak, maaf, saya belum selesai mengepel. Tadi kan Pak Dodo bilang, setelah saya selesai bersihin ruangan ini, baru buatin kopi Pak Dodo", Rere yang mulai merasa kesal pun menatap Dodo.
"Manis juga nih cleaning service baru gue", batin Dodo.
"Ehh, enggak, Pak. Maaf. Iya, iya saya buatin kopinya", ucap Rere sambil berjalan, tapi dia malah meninggalkan alat pelnya di dekat meja kerja Dodo.
"Hei, kamu, ini alat pelnya kenapa ditinggal?", tanya Dodo sambil menunjuk ke arah alat pel.
"Titip dulu, Pak. Nanti saya lanjut lagi ngepelnya. Mau buatin kopi Pak Dodo sebentar", jawab Rere dengan polosnya.
"Yasudahlah", jawab Dodo tampak pasrah.
Lima menit kemudian...
__ADS_1
"Pak, saya tidak mengerti cara buat kopinya", ucap Rere polos.
"What?", Dodo terkejut
"Buat kopinya pake alat gitu, Pak. Saya gak ngerti. Saya kira cuma disedu aja pake air panas kayak kopi-kopi biasa", jawab Rere tertunduk.
"Haish, kamu buat pagi saya jadi jelek", gerutu Dodo.
"Padahal gue sudah beli donat, padahal kan enak kalau sambil minum kopi", batin Dodo.
"Kamu itu baru keluar dari goa mana sih? Norak banget. Ayo ikut saya", titah Dodo. Rere pun mengikuti Dodo berjalan menuju pantry.
"Perhatikan!", ucap Dodo dengan wajah angkuhnya.
Dodo pun mengajari Rere cara membuat kopi menggunakan mesin pembuat kopi.
"Hari ini saya maafkan kamu, orang kampung!", ucap Dodo lalu mengangkat gelas berisi kopi.
"Kalau besok kamu masih tidak bisa membuat kopi untuk saya, lebih baik kamu cari pekerjaan di tempat lain", sarkas Dodo.
"Iya, Pak Dodo", jawab Rere sambil menunduk.
Akhirnya pagi ini Dodo meminum kopi buatannya sendiri.
__ADS_1