
Sesampainya di rumah Dodo...
"Aku akan gantung pakaian ini di balik pintu kamar, dan sepatu ini aku taruh di tempat koleksi sepatuku", ucap Dodo sambil mengeluarkan pakaian dan sepatu yang dikembalikan oleh Rere tadi dari dalam paper bag.
"Aku tidak mungkin membuangnya, Re", ucap Dodo lagi sambil memeluk dan mencium pakaian yang dipakai Rere tadi, lalu menggantungnya menggunakan hanger di balik pintu kamarnya.
"Bagaimana mungkin aku tega memecatmu, Re. Besok pagi aku akan menjemputmu dan mengatakan perasaanku kepadamu", ucap Dodo sambil meletakkan sepatu yang Rere pakai tadi di tempat koleksi sepatunya.
"Aku menyukaimu, Re", gumam Dodo.
Kring.. Kring..
Handphone Dodo berdering.
"Halo, ada apa? Aku pikir kalian tidak mengingatku lagi", ucap Dodo dengan ketus.
"Kamu kog bicara seperti itu, Do? Mana mungkin Mama dan Papa lupa sama kamu", ucap seorang wanita dari ujung telepon.
Yaa, dia adalah Cindy Bernard alias Bu Cindy, Mamanya Dodo, Istri dari seorang pengusaha sukses dan terkenal yang bernama Nicholas Bernard alias Pak Bernard.
"Apa kabar, Sayang?", tanya Bu Cindy.
"Kabarku baik, walau tanpa kalian", jawab Dodo singkat.
"Syukurlah kalau begitu", balas Bu Cindy.
"Kalau tidak ada hal penting, aku matikan teleponnya, aku mau mandi", ucap Dodo.
"Do, tunggu sebentar. Mama hanya mau mengatakan, kalau kamu akan Papa dan Mama jodohkan dengan anaknya sahabat Mama. Namanya Ayluna Citra", terang Bu Cindy.
__ADS_1
"Hah? Ayluna?", Dodo tampak terkejut.
Yaa, Ayluna adalah Luna. Mantan kekasih Dodo, yang waktu itu menyiram kopi panas ke perut Rere.
"Ma, aku sudah dewasa. Lagian sekarang sudah zaman modern, Ma. Ngapain pakai acara perjodohan segala. Pokoknya aku tidak mau!", ucap Dodo, lalu mematikan teleponnya sepihak.
"Enak aja main jodoh-jodohin. Udah gak pernah nguruasn hidup gue, sekarang tiba-tiba nelepon mau ngejodohin gue, dengan si Luna pula", gerutu Dodo.
Keesokan harinya sekitar jam setengah delapan pagi.
"Selamat pagi, Bu Rani", sapa Dodo.
"Eh, Pak Dodo. Pagi-pagi sudah kesini. Kayaknya kemarin gak pesan donat ya", Bu Rani tampak mengingat-ingat.
"Iya, Bu, saya kesini mau beli pisang goreng. Tiba-tiba pengen makan pisang goreng dan minum teh manis buatan Bu Rani", alasan Dodo.
Padahal sebenarnya tujuan dia datang adalah untuk menjemput Rere.
"Saya duduk di sini aja, Bu. Biar bisa bebas ngambil pisang goreng. Hehehe", jawab Dodo yang lebih memilih duduk di teras.
"Re, Ibu lagi goreng pisang di depan, tolong liatin, Nak. Takut nanti gosong. Ibu mau buatin teh manis untuk Pak Dodo", ucap Bu Rani kepada Rere yang sedang mencuci piring.
"Oh iya, Bu", jawab Rere tanpa membantah.
"Hah, Pak Dodo?", batin Rere sambil berjalan menuju teras.
Sesampainya di teras, Rere bersikap biasa, seolah tidak melihat Dodo yang sedang duduk di teras sambil menikmati pisang goreng dan tersenyum saat melihat Rere.
"Re..", baru saja Dodo akan memulai percakapan, seorang lelaki muda datang menghampiri Rere.
__ADS_1
"Mbak, saya mau donat dan lemper nya masing-masing lima ya", ucap lelaki tersebut.
"Oh iya, sebentar ya, Mas", jawab Rere dengan ramah.
"Ini, Mas. Totalnya dua puluh ribu", ucap Rere sambil memberikan bungkusan berisi kue yang dipesan lelaki tadi.
"Ini uangnya, Mbak. Terimakasih", jawab lelaki tersebut.
"Iya, Mas, sama-sama", balas Rere sambil menerima uang kue dari lelaki muda itu.
"Nama saya Ogi, Mbak. Salam kenal", lelaki itu menjulurkan tangannya.
"Saya, Rere", ucap Rere sambil menjabat tangan Ogi.
"Pak Dodo, ini teh manisnya. Selamat menikmati ya, Pak", ucap Bu Rani sambil meletakkan teh manis di atas meja.
Dodo yang dari tadi mendengar percakapan Rere dan Ogi, hanya tersenyum saat Bu Rani memberikan teh manis pesanannya.
"Eh, Nak Ogi. Udah lama gak kelihatan", sapa Bu Rani.
"Halo, Tante. Apa kabar? Saya baru aja pulang dinas dari luar kota, Tante. Baru aja semalam sampe. Pas kesini pagi ini, gak tahunya ada gadis cantik", ucap Ogi yang terlihat akrab dengan Bu Rani.
"Ini anak Tante, namanya Rere. Re, ini Ogi, dia langganan Ibu. Tinggal di rumah sebelah", ucap Bu Rani.
"Oh iya, Bu", jawab Rere.
"Hheem, kalau dari langganan jadi menantu, bisa kan, Tante", ucap Ogi sambil melihat Rere.
"Bisa aja loh, Nak Ogi ini. Rere masih kecil, Nak. Baru aja lulus SMA", jawab Bu Rani
__ADS_1
"Saya akan tunggu Rere, Tante", jawab Ogi yang masih setia melihat Rere yang sedang menggoreng pisang.
Dodo yang mendengar perkataan Ogi, tampak kesal, karena dia merasa saat ini Ogi adalah saingannya.