
Setelah mendengar bahwa james sedang menuju ke rumah paman luis, rey pun segera menuju ke sana, jun mencoba menghubungi ayah nya, dan paman luis pun menjawab panggilan jun
"Hallo ayah, ayah harus pergi sekarang juga",
Namun Belum sempat menjawab, paman luis sudah di hujani peluru
Beberapa tembakan menghantam rumah nya
"Hallo yah, Ayah apa yang terjadi?"Jun terus menerus memanggil ayah nya namun hanya suara tembakan yang dia dengar
"kak seperti nya james sudah tiba di sana", jun tampak semakin cemas
"Kau tenang lah, tidak akan ku biarkan ada yang mati lagi", rey pun menambah kecepatan laju mobilnya
Sementara itu..paman luis segera berlari ke ruang senjata.
"Tidak ku sangka dia akan menyerangku", ucap paman luis
Setelah mengambil senjata, dia pun mulai menyerang sehingga baku tembak pun terjadi, dan beberapa anggota james berhasil dia bunuh
"Sebagai seorang pembunuh profesional, kau memang tidak bisa di anggap remeh, namun apakah kau mampu melawan musuh sebanyak ini sendirian", ucap james pada paman luis, lalu agen 03 melempar sebuah granat ke arah paman luis
"Duuuuaaarr.. Paman luis mencoba menghindar, namun dampak ledakan dari granat tersebut tetap saja mengenainya sehingga paman luis pun mendapati luka yang cukup parah
"Hahaha, sepertinya nya kau sudah terpojok", james pun tertawa puas
Sesaat kemudian rey pun datang, dia langsung menerobos masuk dan langsung melakukan serangan, beberapa tembakan mengenai anggota james, sedangkan jun segera membawa paman masuk kedalam mobil, setelah itu rey melempar sebuah granat ke arah musuh dan mereka pun segera pergi, lalu jun melempar beberapa granat ke arah mobil james "duaaaarr", Ke tiga mobil james pun meledak, sehingga james tak dapat mengejar rey
"Aaaaahhh kurang ajar kau rey", james tampak sangat kesal
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya rey pada paman luis
"Kau pikir aku baik-baik saja", jawab paman luis yang sedang kesakitan
"Kau tak perlu marah aku hanya bertanya",
"ini semua karena mu",
"kau kenapa salahkan aku?"
"kenapa lama sekali kau datangnya",
"kau pikir jarak nya dekat, sudah untung kau ku selamat kan, harusnya kau berterima kasih",
"sudah sudah, kenapa kalian malah berantem", ucap jun
"bukan kah kau salah arah, ini bukan jalan menuju rumah sakit", ucap paman luis
"siapa yang bilang kita akan kerumah sakit",
"lalu kau mau bawa aku kemana",
"kau tak perlu tau",
"seharus nya kau bawa aku ke rumah sakit",
"rumah sakit bukan tempat yang aman, apa kau mau james melacak mu",
"ah itu hanya perkiraan mu saja, apa kau mau aku mati",
"ah berisik, sudah kau diam saja",
"sudah ayah, kita ikut kak rey saja", ucap jun
"kakak mu itu tidak bisa di andalkan",
__ADS_1
"kau bilang apa..kalau bukan karena aku kau sudah mati tadi",
"seandainya kau datang lebih cepat, mungkin aku tidak akan terluka seperti ini",
"kan sudah aku katakan, jarak nya sangat jauh, ok ok sekarang kau mau di bawa kemana?"
"terserah kau saja",
"uuuuuuhhh kau",
Rey tampak kesal
"sudah..sudah..lebih baik kalian diam",
jun pun tampak mulai kesal dengan pertengkaran mereka
Dan akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan, ternyata rey membawa paman luis ke markas nya
"sudah lama aku tidak ke sini", ucap paman luis
"apa ayah pernah kesini?" tanya jun
"dulu aku bersama sam dan jack ayah nya rey menjadi kan tempat ini sebagai markas rahasia kami",
"oh jadi tempat ini dulu adalah markas ayah",
"ya..hanya kami bertiga yang tau soal tempat ini, lalu aku meminta sam untuk memberitahu rey soal tempat ini",
"Tapi kenapa berantakan begini, rey apa kau tidak mengurus tempat ini?"
"aku sudah lama tidak ke sini",
"tempat ini peninggalan ayah mu juga, seharus nya kau mengurusnya",
"iya aku tau, kan sudah ku bilang aku sudah lama tidak kesini",
"aku ingin rey yang melakukannya", ucap paman luis
"kenapa harus aku?"
"apa kau tidak mau?"
"ah iya..baik lah",
Dengan terpaksa rey pun mengobati luka paman luis
"Aaaahhhh..apa kau tidak bisa melakukan nya dengan pelan", ucap paman luis yang kesakitan
"iya...segitu saja kesakitan",
"apa kau mengejek ku?"
"tidak...ok udah selesai, luka mu cukup dalam, sebaik nya kau jangan banyak bergerak dulu",
"ya aku tau, sekarang kau belikan aku makanan",
"kenapa harus aku lagi?"
"apa harus aku yang membelinya", ucap paman luis
"iya..baiklah",
" kak rey, apa mau aku temanin?"
"tidak usah..kamu di sini saja temanin ayahmu",
__ADS_1
Rey pun pergi untuk membeli makanan
"ayah...kenapa ayah bersikap seperti itu terhadap kak rey?"
"ya anggap saja agar hubungan ku dengan rey semakin dekat, selain itu aku tidak mau rey terus-terusan terpuruk karena kehilangan renata",
"bukan kah itu hanya akan membuat rey kesal pada ayah?"
"terkadang sebuah hubungan di awali dengan rasa kesal, dan kedekatan di awali dengan pertengkaran",
"ya..aku mengerti maksud ayah, namun apa ayah yakin dengan sikap ayah seperti itu bisa mengobati kesedihan kak rey?"
"ya aku tidak yakin, namun setidaknya itu membuat dia sadar kalau dia tidak sendiri, masih ada kita keluarganya",
jun pun terdiam, dia paham apa yang di katakan ayahnya itu, sejak kecil jun tidak pernah mengenal mau pun bertemu dengan ibunya, karena ibunya meninggal pada saat melahirkannya, mungkin satu-satunya yang menjadi obat kesedihan saat ayahnya terpuruk adalah dirinya yaitu anaknya.
Sementara itu james yang sudah kembali ke markasnya tampak masih merasa kesal
"Sungguh tidak berguna", ucap james
"Boss aku dapat laporan mengenai agen 04, dia telah tewas", ucap agen 02 melapor
Mendengar hal itu james bertambah emosi..
"Kurang ajar kau rey, kau akan ku habisi, apa ada informasi kemana mereka pergi?"
"tidak boss, kami tidak bisa melacak mereka",
"aaahhh sial",
***
Rey yang di suruh membeli makanan pun sudah kembali
"Kenapa kau lama sekali?" ucap paman luis yang sudah menunggu
"tempat ini sangat jauh ke kota, wajar saja kalau aku lama",
"apa kau tidak tau kalau aku sudah lapar",
"ya sudah sekarang makan lah",
"apa kau tidak makan?"
"aku tidak lapar",
"ya sudah",
"paman, maafkan aku",
"maaf untuk apa?"
"karena sudah melibatkan kalian dalam masalah ini",
"tidak usah di pikirkan, apapun masalahmu kita bereskan bersama itulah gunanya keluarga",
"iya kak, apapun yang terjadi kita akan selalu membantu kakak, lagi pula ini sudah menjadi masalah kita juga",
"yang di katakan jun itu benar rey, apa kau lupa renata sudah menjadi bagian dari keluarga kita, maka dari itu kita balas kematian renata bersama",
mendengar ucapan jun dan paman luis rey merasa terharu
"ya kalian benar, aku janji tidak akan kubiarkan ada yang mati lagi",
"kalau begitu kau harus jadi lebih kuat"
__ADS_1
"iya kak, kakak jangan malas latihan",
hahaha jun dan paman luis pun tertawa