Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
seperti yang ayahku lakukan


__ADS_3

"jun ayo kita pergi", rey mengajak jun pergi


"kita mau kemana kak?"


"kita akan ketempat pengeboman tadi, siapa tahu kita menemukan petunjuk",


"aku ikut rey", paman luis pun menginginkan untuk ikut


"ya ayo",


lalu merekapun pergi ketempat pengeboman tersebut, setelah tiba di tempat itu ternyata detektif han masih berada di sana


"rey, kau kembali", ucap detektif han


"ya, kenalkan ini paman luis pamanku", rey memperkenalkan paman luis pada han


"oh iya aku detektif han",


"mulai sekarang paman luis akan membantu kita",


"baguslah kalau begitu mohon bantuannya", ucap han sambil menyodorkan tangan nya dan mereka pun berjabat tangan


"ya kuharap kita bisa bekerjasama", ucap paman luis


"han, apa kau mendapatkan petunjuk?" Tanya rey


"tidak, aku sama sekali tidak mendapatkan petunjuk",


"lalu bagaimana dengan cctv?"


"semuanya hancur",


"lalu bagaimana dengan cctv di seberang jalan sana?" rey menunjuk ke sebuah cctv di seberang jalan


"ya kau benar, kita harus memeriksanya",


mereka pun mulai memeriksanya


***


setelah lama memeriksa lalu rey melihat sebuah mobil van yang tertangkap kamera cctv,

__ADS_1


"tunggu, sepertinya aku mengenali mobil van itu",


"benarkah?" tanya detektif han


"ya, mobil van ini yang menyerang kita tadi pagi",


"apa kau yakin?" tanya han lagi


"ya aku yakin orang yang menyerang kita tadi pagi menggunakan mobil van ini",


lalu han memeriksa plat nomor mobil van tersebut dan memerintahkan kepada seluruh polisi untuk mencari mobil van putih dengan plat nomor hlx322


"jika ada yang menemukannya, segera melapor", ucap han "siap pak", jawab anak buahnya.


setelah beberapa jam menunggu, akhirnya ada sebuah laporan bahwa salah satu polisi melihat mobil van tersebut di sebuah jalan utama, sepertinya mobil itu menuju kesebuah gedung


"perintahkan seluruh polisi untuk ikuti mereka dan jangan sampai lolos, kami akan segera kesana", mereka pun langsung bergegas pergi.


"han ikuti aku", rey sepertinya mengambil jalan yang berbeda


"rey apa kau yakin?" tanya han yang tampak ragu dengan jalan yang di ambil rey


"ya, kau percaya saja padaku", ucap rey yang tampak yakin dengan keputusannya


"sial polisi mengikuti kita", ucap salah satu penjahat itu dan lalu mereka pun berniat melarikan diri sehingga kejar-kejaran pun terjadi, semakin lama polisi semakin banyak berdatangan sehingga sulit buat penjahat itu untuk meloloskan diri dari kejaran para polisi itu, di sebuah jembatan penjahat itu pun menghentikan mobilnya, ternyata rey dan beberapa polisi yang lain nya sudah menghadang di depan mereka


"sial kita terkepung", ucap penjahat itu


"menyerahlah, kalian sudah terkepung", ucap detektif han


"kita tidak punya pilihan lain selain menyerah, ah sial", penjahat yang berjumlah 4 orang itu pun akhirnya menyerah, lalu mereka keluar dari mobil dan polisi pun segera membekuk mereka, salah satu dari penjahat itu menatap rey


"tidak ku sangka seorang pembunuh seperti mu akan bekerja sama dengan kepolisian, seharusnya kami membunuhmu di cafe tadi pagi",


"kalian pikir semudah itu kalian membunuhku", ucap rey dengan tenang, setelah itu merekapun di bawa untuk di interogasi


****


setelah tiba di kantor polisi, detektif han pun langsung menginterogasi salah satu penjahat itu yang bernama bill,


"katakan padaku, dimana markus berada?" namun bill tidak menjawab dia malah tertawa "haha aku tidak tahu", han pun menjadi emosi lalu dia memukul bill,

__ADS_1


"aku tanya sekali lagi dimana markus berada?" lagi-lagi bill tidak memberitahu keberadaan markus, han pun sangat emosi lalu dia memukulnya lagi,


"mau berapa kalipun kau memukulku, aku tetap tidak akan pernah memberitahumu", ucap bill sambil tertawa.


rey yang dari tadi hanya menonton tampak sudah tidak tahan melihat sikap bill yang keras kepala, lalu rey pun masuk ke ruang interogasi,


"han serahkan padaku, aku akan membuatnya berbicara",


mendengar ucapan rey tersebut bill pun tertawa


"haha kau berlagak seperti pahlawan, apa kau tidak sadar kau dan aku tidak berbeda kita sama-sama pembunuh",


"jangan samakan aku dengan bajingan seperti mu yang membunuh tanpa alasan",


"haha apakah membunuh perlu sebuah alasan, bagiku membunuh itu adalah sebuah kesenangan",


rey sudah muak mendengar perkataan bill, lalu dia memegang jari bill "katakan padaku, dimana markus berada?"


"jika aku tidak memberitahumu apa yang akan kau lakukan? apapun itu aku tidak takut", ucap bill dengan angkuhnya, lalu rey mematahkan jari bill sehingga bill pun berteriak kesakitan, "kurang ajar kau rey, beraninya kau mematahkan jariku",


"mmmm bagaimana? apa sekarang kau akan memberitahuku dimana markus berada",


"tidak akan pernah aku memberitahumu",


rey memegang jari tengah bill lalu mematahkan nya juga, dan bill pun kembali berteriak karena sakit yang luar biasa,


"bagaimana? apa sekarang kau sudah mau bicara?" namun bill tidak menjawab dia hanya meraung raung kesakitan, lalu kali ini rey memegang jari manis bill, rey berniat mematahkan nya


"tunggu, baiklah aku akan memberitahumu", akhirnya bill pun mau mengatakan dimana markus berada, ternyata markus berada di pinggiran kota dataran tinggi yang penuh dengan pepohonan, di situlah markasnya berada, selain itu bill juga mengatakan niat jahat markus yang ternyata ingin menghancurkan seluruh kota dengan sebuah bom penghancur masal yang kini sedang dia ciptakan.


"ternyata dugaanku benar, markus masih ingin menghancurkan seluruh kota yang dulu pernah di gagalkan oleh jack", ucap paman luis


"seperti yang ayahku lakukan dulu, aku pun akan menghentikan niat jahat markus",


sementara itu...


"bos, sepertinya bill dan yang lain nya sudah tertangkap",


"apa, sialan bagaimana bisa polisi menangkap mereka?"


"yang aku tahu, polisi bekerja sama dengan seorang pembunuh yang mengatas namakan angel killers",

__ADS_1


"mmmm jadi benar dugaanku, rey anaknya jack sudah bekerjasama dengan kepolisian, sama seperti ayahnya, diapun berniat menghentikanku, namun tidak akan semudah itu, aku akan menghabisinya seperti aku menghabisi orang tua nya",


__ADS_2