
Di pagi ini rey tampak masih tidur, tiba-tiba jun memanggilnya
"Kak rey, kak bangun!"
"Apa", jawab rey yang masih mengantuk
"Barusan aku dapat telepon",
"Dari siapa?"
"Dari klien, namun dia tidak menyebutkan namanya",
"Kenapa begitu?"
"Katanya dia ingin bertemu langsung dengan kita",
"ah merepotkan saja",
"kak ayo bangun!"
"aku masih mengantuk",
"kita sudah tidak punya waktu",
"memang nya kapan bertemunya?"
"pagi ini jam 08 di sebuah caffe",
"Ya sudah aku mau mandi dulu",
Selesai mandi rey pun bersiap untuk pergi
"rey kau tidak sarapan dulu?" ucap paman luis
"Nanti saja di caffe, jun ayo pergi",
"Iya kak",
lalu mereka pun pergi
Setelah sampai di caffe, rey melihat sebuah tangan melambai kepadanya
"Rey..sebelah sini", ucap orang itu yang ternyata detektif han
"Jun..bukankah dia detektif yang kemarin?"
"Iya kak..mau apa dia?" Mereka pun menghampiri detektif han
"Wah kita bertemu lagi, silahkan duduk", ucap detektif han
"Sedang apa kau di sini?" Tanya rey
"Aku sedang menunggu kalian",
"Jadi kau?"
"Ya..aku lah klien kalian",
"Jadi kau menyelidiki kami?"
"Ya..aku sangat tertarik pada kalian, apalagi saat aku tahu kalian adalah Angel killers",
"sebenarnya apa mau mu? apa kau mau menangkap kami?"
"ya tadinya aku berniat untuk menangkap kalian, meskipun yang kalian bunuh selama ini adalah orang jahat, namun tetap saja itu adalah sebuah kejahatan, karena kalian tidak terikat dengan hukum, kalian melakukan itu semua semata karena sebuah pekerjaan, tapi tenanglah setelah kupikir lagi bagaimanapun juga aksi kalian kemarin sudah menyelamatkan banyak nyawa, jadi aku menawarkan sebuah kesepakatan",
__ADS_1
"Jadi kesepakatan seperti apa yang kau tawarkan?"
"Aku ingin kita bekerja sama menangkap pelaku teror bom kemarin",
"Haha jadi kau meminta kami bekerja sama dengan mu, maaf kami tidak bisa melakukan pekerjaan bersama orang luar, apalagi seorang polisi",
"ya menurutku untuk saat ini kau tidak punya pilihan, kau tidak bisa menolak rey, karena jika kau menolak kami sebagai polisi akan memburumu",
"lalu apa yang kau tawarkan pada kami sebagai imbalan?"
"Aku menawarkan kebebasan",
"Selama ini kami sudah merasa bebas",
"Tunggu tidak hanya itu jika kau setuju bekerja sama dengan Kepolisian, aku menjamin organisasi mu itu akan di akui negara, dengan begitu Angel killers akan dikenal sebagai organisasi yang terikat dengan hukum negara, bagaimana apa kau tertarik?"
"Hmmm kalau begitu aku tidak akan menghasilkan uang dari klien?"
"Soal uang tenang saja, negara akan menjaminnya, jadi gimana?"
"Menurutmu gimana jun?"
"Menurut ku bukan tawaran yang buruk", ucap jun menjawab pertanyaan rey
"han, apa kau yakin bisa menjamin semua yang kau sebutkan itu?"
"ya, aku yakin dan aku janji tidak akan menipu kalian",
"Baiklah aku terima tawaran mu",
Mereka pun bersalaman menandakan bahwa mereka sudah sepakat.
"Ok karena kita sudah sepakat, sekarang kita akan membahas rencana nya", ucap detektif han, namun tiba-tiba datang lah sebuah mobil van, dan 3 orang yang masing-masing membawa senjata dan memakai penutup kepala keluar dari mobil van tersebut dan langsung menembak.
"Tiarap", teriak rey tembakan yang bertubi-tubi menghancurkan seisi caffe, serangan yang tidak ada hentinya membuat rey tidak bisa membalas, dia hanya bisa berbaring menghindari banyaknya peluru, setelah itu salah satu dari tiga orang itu melemparkan sebuah bom..
"Sial...siapa mereka", han terlihat kesal
"Aku rasa merekalah penjahatnya", jawab rey
"Kenapa mereka menyerang kita?"
"Sepertinya mereka mengincar aku dan jun, aku rasa mereka tau tentang kami",
"Ya aku juga berpikir seperti itu, namun saat ini mereka tidak berniat membunuhku dan kak rey, serangan ini hanyalah sebagai peringatan saja, mungkin mereka hanya ingin aku dan kak rey untuk tidak ikut campur", ucap jun
"Ya..kau benar jun",
"Apa? serangan seperti ini kalian hanya menganggap nya sebagai peringatan saja?" tanya han
"Ya..terlihat dari serangan mereka yang hanya menghancurkan caffe saja, jika mereka berniat membunuh kita sebelum pergi mereka akan memastikan terlebih dahulu apa kita masih hidup ataukah sudah mati, seperti itulah seorang pembunuh bekerja",
"Ku rasa, kau ada benarnya juga, lalu bagaimana mereka bisa tau kalian ada di sini?"
"Mmmm..jangan meremehkan seorang penjahat han, asal kau tau, keputusan mu meminta bantuan kami adalah keputusan yang tepat, karena melawan penjahat harus dengan penjahat juga",
"Ya kau benar..lalu apa yang harus kita lakukan?"
"Pertama, aku harus makan?"
"Hah di saat seperti ini kau masih ingat makan?"
"Aku tidak bisa bekerja dengan perut kosong, di tambah aku belum sarapan tadi",
"hah kau ini, hey jun apa benar kakakmu ini orang yang hebat aku jadi ragu?"
__ADS_1
"ya kak rey adalah yang terhebat, kau juga nanti akan tahu", jawab jun
Setelah itu mereka pun pergi ke kantor han, untuk mencari data tentang penjahat itu
"Aku tidak mempunyai satu petunjuk pun, rey apa kau mempunyai petunjuk soal mereka?" tanya han
"Di lihat dari jenis dan desain bom yang mereka pakai, aku rasa orang ini adalah orang yang ahli dalam merakit atau membuat bom", jawab rey
"Jadi maksud mu mereka adalah seorang spesialis bom?"
"Ya..kurasa begitu",
"Apa kau mengenal orang yang ahli dalam membuat bom?"
"Tidak..tapi aku tahu orang yang mungkin mengenal seorang spesialis bom, jun kau telepon ayahmu, tanyakan padanya apa dia mengenal seseorang yang ahli membuat bom",
"Baik kak", jun pun menelpon ayah nya..
"Hallo ayah",
"Ya..ada apa jun?"
"Ada yang ingin aku tanyakan, apa ayah mengenal seseorang yang ahli membuat bom?"
"Ya..aku mengenal satu orang yang sangat hebat dan ahli membuat bom, namanya adalah Markus, dia dulu teman baikku, dan jack ayah nya rey, namun sifat nya sangat ambisius dan akhirnya kami pun berselisih, jun apa rey bersamamu?"
"Ya..kakak ada di sampingku",
"Rey apa kau mendengar ku?"
"Ya aku dengar",
"Rey sebaiknya kau jangan berurusan dengan markus, dia sangat berbahaya kehebatannya setara dengan ayahmu",
"Ya aku tahu..kami baru saja menerima peringatan darinya",
"Apa..jadi markus sudah mengetahui kalau kau sudah terlibat, rey sebaiknya kau berhenti berurusan dengan nya",
"Maaf paman, jika benar dia adalah orang yang berbahaya seperti yang kau katakan, maka aku tidak bisa membiarkannya, aku harus menghentikan nya",
"Kau memang keras kepala, terserah kau saja lakukanlah apa yang menurutmu benar, tapi jangan sampai mati",
"Iya iya kau tenang saja, aku tidak mudah untuk di bunuh", rey pun menutup telepon
"ok sekarang kita mulai, jun coba kau cari informasi tentang markus",
"Baik kak",
Beberapa saat kemudian..
"Kak..aku sudah menemukannya, ternyata markus adalah mantan anggota militer, seperti yang ayah katakan, dia adalah seorang spesialis bom, kemampuan nya membuat bom sangat lah hebat, selain itu dia hebat dalam segala hal menembak maupun bertarung bahkan dia juga di juluki sebagai pembunuh berdarah dingin",
"Pantas saja paman menyuruhku untuk tidak berurusan dengan markus, dia memang tidak bisa di anggap remeh dan sangat berbahaya",
"Kau tenang saja, aku akan mengerahkan seluruh anggota Kepolisian, namun aku tidak mengerti, dia dulu sebagai anggota militer, tapi kenapa sekarang dia menjadi penjahat?" han tampak bingung
"Ambisinyalah yang membuat dia menjadi penjahat, mungkin dia melakukan semua itu hanya karena uang, atau mungkin kekuasaan", ujar rey
"Ya..kurasa kau benar",
"Tok tok tok...tiba-tiba pintu di ketuk",
"Ya masuk",
"Lapor pak, baru saja telah terjadi pengeboman di sebuah gedung", ucap salah satu bawahan detektif han
__ADS_1
"Apa...kita harus segera ke sana"...