
Setelah mendapat laporan bahwa telah terjadi sebuah ledakakan bom di sebuah gedung, detektif han rey dan jun pun langsung menuju ke gedung tersebut.
sesampainya di lokasi, rey dan jun terdiam terpaku saat menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan, banyak sekali mayat yang brgeletak di antara reruntuhan dan tidak sedikit pula yang bersimbah darah karena mendapati luka yang cukup parah akibat ledakan tersebut.
rey mengepalkan tangannya dengan kuat menandakan hatinya yang di penuhi rasa sedih, kesal, dan amarah yang sangat besar, meskipun dirinya seorang pembunuh namun melihat orang yang tidak bersalah di bantai seperti ini rey tidak bisa menerimanya.
"jun, ayo pergi!" rey hendak beranjak pergi
"kita mau kemana kak?"
"kita harus menemui paman, aku ingin menanyakan tentang orang yang bernama markus itu",
"rey jun kalian mau kemana?" tanya detektif han
"ada yang harus aku lakukan, aku akan mengabarimu nanti", jawab rey
"ok baiklah",
***
setelah sampai di markas, rey langsung menghampiri paman luis yang sedang menonton berita soal pengeboman tersebut
"rey, apa kau sudah tahu tentang pengeboman itu?" tanya paman luis
"ya aku sudah tahu",
"sekarang kau sudah mengerti kan sebahaya apa si markus itu?"
"ya karena itulah aku ingin menanyakan padamu tentang orang yang bernama markus itu",
"untuk apa kau menanyakan itu?"
"entahlah rasanya aku ingin menghabisinya",
"apa...apa kau sudah tidak waras, sudah aku katakan jangan pernah berurusan dengannya, apa kau tahu berapa banyak nyawa yang sudah dia habisi?"
"ya aku tahu aku menyaksikan sendiri apa yang telah dia perbuat, begitu banyak nyawa yang sudah dia habisi, apa kau pikir aku hanya akan berdiam diri saja setelah melihat hal itu? gimanapun juga aku masih mempunyai hati aku tidak bisa membiarkan dia menghabisi orang-orang yang tidak bersalah, orang seperti dia harus di habisi",
paman luis terdiam melihat sorot mata rey yang penuh dengan amarah
"baiklah, aku mengerti yang kau rasakan, namun sebelum itu aku akan memberitahumu sebuah kebenaran",
"kebenaran apa yang kau maksud?"
__ADS_1
"rey sebenarnya orang yang dulu kau bunuh saat kau masih kecil bukanlah orang yang telah membunuh orang tuamu",
"apa...jadi maksudmu orang itu bukanlah pelaku yang sebenarnya?"
"ya, orang yang kau bunuh itu hanyalah orang suruhan, pelaku sebenarnya adalah markus, markuslah yang mengutus orang untuk membunuh orang tuamu",
"kenapa kau merahasiakannya dariku selama ini?"
"karena akulah yang lebih tau tentang markus, dia bukan orang yang bisa kau lawan rey",
"bagaimana pun caranya aku harus menghabisinya",
"seperti yang aku katakan, dengan kekuatan kita saat ini kita tidak akan mampu melawannya, aku dengar markus memiliki pasukan yang tidak bisa di anggap remeh",
"walaupun begitu, aku tetap akan menghabisinya",
"ah kau memang mirip seperti ayah dan ibumu sangat keras kepala, baiklah aku akan membantumu",
"apa paman yakin?"
"ya, sudah saatnya aku membalas kematian kakakku luna",
"kalau paman takut lebih baik tidak usah memaksakan diri",
"ah kau kan memang penakut",
"apa kau bilang, kau yang penakut",
"sudah-sudah...sebagai keluarga memang sudah sepantasnya kita lakukan bersama", ucap jun
"iya kau benar, namun hanya dengan 3 orang saja tidak akan mampu melawan markus yang mempunyai banyak pasukan, apa kau punya rencana rey?" tanya paman luis
"kau tenang saja, aku dan jun sudah bekerjasama dengan kepolisian",
"apa...kau memang sudah tidak waras",
"aku terpaksa melakukan itu karena tidak ada pilihan lain, ini semua juga karena salahmu",
"kenapa kau salahkan aku?"
"kau yang memaksaku menjinakan bom kemarin, sehingga seorang detektif yang bernama han tertarik dan menyelidikiku",
"lalu apa yang di tawarkan detektif itu?"
__ADS_1
"sebuah kebebasan, dia juga akan membuat nama Angel killers di akui oleh negara sebagai organisasi yang terikat hukum",
"jadi kau percaya padanya?"
"ya, menurutku dia dapat di percaya",
"apa kau yakin? ya bisa saja dia hanya memanfaatkan kita",
"ya akupun berpikir seperti itu, namun saat ini tidak ada cara lain, kita pun harus memanfaatkan kepolisian untuk menghadapi markus",
"menurutku yang di katakan kak rey itu benar, kita tidak punya pilihan lain lagi selain bekerjasama dengan kepolisian", ucap jun menegaskan
"ya baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang rey?"
"kita harus mencari tahu tempat persembunyian markus",
"menurutku tidak akan mudah untuk menemukannya",
"ya kau benar, aku sama sekali tidak mempunyai petunjuk",
"lalu kita harus bagaimana kak?" tanya jun
"entahlah, paman...kau bilang dulu markus adalah rekanmu, jadi apa kau tahu kenapa markus menjadi seorang penjahat?"
"ya memang benar dulu kami adalah rekan, namun aku tidak begitu tahu banyak tentang dia, yang aku tahu dari dulu markus memang sudah mempunyai niat jahat, dia berencana menciptakan sebuah bom penghancur masal untuk menghancurkan seluruh kota",
"apa...kenapa dia ingin menghancurkan seluruh kota?"
"entahlah, mungkin saja sebuah dendam pribadi, lalu jack ayahmu yang mengetahui rencana jahat markus tersebut mencoba untuk menghentikannya, waktu itu jack menjebak markus sehingga markuspun di tangkap polisi dan lalu di penjara",
"jadi karena itu markus mengutus orang untuk menghabisi ayahku?"
"ya, tidak ku sangka setelah bebas dari penjara markus tetap menjalankan rencana jahatnya itu",
"lalu kenapa waktu itu ayahku tidak menghabisi markus?"
"ayahmu tidak bisa melakukan itu bagaimanapun juga markus adalah temannya",
"tapi pada akhirnya markus menghabisi ayahku, tidak hanya itu dia juga bahkan menghabisi ibuku",
"ya, tidak heran kalau dia di juluki pembunuh berdarah dingin, tidak peduli teman atau siapapun dia tega menghabisinya",
"ya aku sangat membenci orang seperti dia, aku bersumpah akan menghabisinya",
__ADS_1
dalam hati rey kini di penuhi oleh rasa benci yang amat besar, tidak di sangka markus adalah orang yang telah membunuh orang tua rey, sehingga keinginan rey untuk menghabisi markus pun bertambah kuat.