Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
sehidup semati bersama


__ADS_3

Tidak di sangka, james akan berbuat sekejam itu, menghabisi paman dan dan bibi, dan juga membawa joni dan bulan untuk di jadikan sandera


Setelah menguburkan paman dan bibi dengan layak, rey dan renata berniat untuk menyelamatkan joni dan bulan, dengan hati yang masih sedih rey menatap kuburan paman


"Paman maafkan aku, semua ini adalah kesalahan ku, aku bersumpah akan membereskan semua, dan membalas kematian kalian",


Setelah itu rey menatap Renata 


"Sebaiknya kamu tetap di sini.. Karena kali ini akan sangat berbahaya, aku janji akan menyelamatkan joni dan bulan", ucap rey pada Renata


"Tidak, aku akan ikut bersamamu apapun itu resikonya, walaupun kita harus mati, setidak nya kita bisa mati bersama daripada aku harus terus-terusan tersiksa karena kehilangan orang yang aku sayangi", ucap Renata dengan tatapan tajam


"baiklah",


Dan mereka pun bergegas pergi menuju tempat dimana joni dan bulan di sandera


beberapa jam kemudian merekapun sampai di sebuah gedung kosong yaitu tempat dimana joni dan bulan di sandera, namun baru saja turun dari mobil, rey sudah di todong dari belakang oleh agen 02, dan yang menodong Renata adalah agen 06


"Ayo jalan", ucap agen 02 pada rey 


Lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam gedung


Setelah sampai di lantai 6.."kakaaaakkk"..teriak joni dan bulan 


"Joni..bulan",  renata pun hendak menghampiri mereka namun di tahan oleh agen 06


"Hahaha...akhirnya aku menangkapmu rey, kali ini kau tak akan lolos", ucap james sambil tertawa


"James..lepaskan mereka, mereka tidak tahu apa-apa", ucap rey pada james.. Lalu james pun memukul rey, "Reeyyyy", renata pun berteriak


"Kau pikir hanya dengan nyawa mu saja aku akan puas, tidak rey aku akan menghabisi semua nya", ucap james


"Aku mohon james lepaskan mereka, kau boleh melakukan apa saja padaku", ucap rey memohon, namun james tidak menghiraukannya


"Dooooaar..doooooaar", james pun menembak rey dua kali sekaligus tepat di dada kirinya, dan rey pun terjatuh


"Tidaaakk reeeyy", teriak renata, setelah berhasil melepaskan diri dari pegangan agen 06, renata pun langsung menerjang james, namun agen 03 pun menerjang Renata dengan sebuah tendangan renata pun terpental dan terjatuh


Dengan tubuh yang lemah, Renata berusaha meraih tangan rey yang sudah tak sadarkan diri


"Hahaha..sungguh pemandangan yang mengharukan", ucap james sambil tertawa


"Tenang saja, kau pun akan segera menyusulnya",


"Dooooaar", james juga menembak Renata


Namun Renata masih hidup dan tetap berusaha meraih tangan rey, setelah berhasil menggenggam tangan rey, lalu...

__ADS_1


"Dooooaar"...james pun menembak Renata lagi


"Hahaha hatiku sangat puas sekali", ucap james yang kegirangan tanpa rasa berdosa


"Akhirnya tujuan ku tercapai, ayo kita pergi",


"Lalu bagaimana dengan mereka?" tanya agen 02 sambil menunjuk pada joni dan bulan yang sedang menangis ketakutan 


"Habisi saja mereka", ucap james lalu agen 02 pun menghabisi joni dan bulan, setelah itu mereka pun pergi


****


5 hari kemudian akhirnya rey pun siuman, lalu dia memperhatikan sekeliling kamar,


"dimana aku", ucap rey lalu sesorang wanita menghampiri


"akhirnya kau sudah siuman, aku pikir kau tidak akan selamat", ucap wanita itu


lalu rey menoleh ke arah wanita itu


"Kau, apa yang kau lakukan", ucap rey terkejut Ternyata wanita itu adalah agen 06 yang bernama jun..


"Tenang lah aku tidak akan melakukan apapun padamu", ucap jun sambil duduk di kursi


"Apa yang terjadi, dan dimana renata, apa yang terjadi padanya?" tanya rey yang teringat pada renata, rey pun hendak bangun, namun dadanya terasa sakit


"Sebenarnya dimana aku?" tanya rey yang kebingungan


Lalu seseorang lagi muncul


"Kau berada di rumah ku", ucap seorang lelaki paruh baya itu


"Siapa kau?" tanya rey 


"Namaku luis, aku adik kandung luna ibumu", 


Mendengar hal itu rey pun terkejut


"Jadi kau adalah paman ku?" tanya rey


"Ya aku adalah paman mu", ucap luis


Raut wajah rey berubah seketika 


"Lalu kemana saja kau selama ini, saat orang tuaku di bunuh, kau dimana? sehingga aku harus di besarkan oleh orang lain, sedangkan kau sekalipun tak pernah peduli, sebagai adik kandung ibuku, apa kau tidak malu?" Ucap rey dengan penuh rasa kesal


"aku mengerti perasaan mu, maafkan aku, tapi asal kau tau saat luna di bunuh aku pun merasa sedih, merasa kesal, sebagai adik nya aku lah yang lebih mengenal ibumu daripada kamu, sebenarnya aku ingin sekali menemui mu dan membesarkan mu, namun sama hal nya seperti jack ayah mu aku pun memiliki banyak musuh, ku pikir jika kau bersamaku hidup mu tidak akan pernah aman, aku tidak mau sampai melibatkan mu, namun walaupun begitu aku tetap berusaha peduli padamu, oleh karena itu aku meminta tolong pada sam untuk merawatmu dan membesarkan mu, dan aku juga yang menangkap pelaku pembunuh orang tuamu, lalu aku yang menyuruh sam agar kau yang menghabisi pembunuh itu, aku ingin kau menjadi anak yang kuat, setidak nya dengan begitu kau bisa menjaga dirimu sendiri", 

__ADS_1


"apa semua itu benar?" 


ya..sampai saat ini pun aku masih peduli padamu",


Dan rey pun terdiam


"katakan padaku, dimana renata?" tanya rey, namun tidak ada yang menjawab jun dan luis malah menundukkan kepala


"kenapa kalian diam, katakan padaku dimana renata?" tanya rey lagi


"maafkan aku, renata tidak selamat", ucap jun dengan nada pelan


"apa, tidak, tidak mungkin itu terjadi", rey sangat terkejut dan tidak percaya lalu dia pun memaksa untuk bangun namun dia terjatuh karena tubuhnya masih lemah


"tenangkan dirimu", ucap jun, lalu rey mencengkramnya


"katakan padaku kalau yang kau katakan itu bohong, tidak mungkin renata sudah tewas",


"yang ku katakan itu benar, setelah james menghabisi kalian waktu itu, sebelum gedung itu di ledakan, aku kembali ke gedung dan setelah ku periksa ternyata kalian masih hidup, lalu aku pun berniat menyelamatkan kalian, namun aku tidak sanggup membawa kalian berdua, lalu renata yang masih sadarkan diri memintaku untuk membawamu dan meninggalkannya, lalu setelah aku berhasil keluar, gedung itupun meledak",


mendengar hal itu rey pun menangis, lalu jun memberikan sebuah kalung milik renata


"tidak mungkin, kenapa ini harus terjadi, aku belum siap kehilanganmu renata",


"maafkan aku, seandainya waktu itu aku mampu membawa dia, mungkin dia tidak akan tewas", jun merasa menyesal


"semua itu bukan salahmu jun, bagaimana pun juga kamu sudah berusaha, sebaiknya kita tinggalkan rey sendiri", ucap paman luis


sejak saat itu rey hanya berdiam diri saja di dalam kamar, kenangan indah bersama renata selalu terbayang dalam ingatannya, wajah cantik dan senyum manis renata selalu tergambar jelas dalam benaknya, takkan mudah bagi rey untuk melupakan semua itu.


sudah 10 hari berlalu, namun rey masih tetap saja mengurung diri di kamarnya, paman luis pun sudah tak tahan lagi dengan sikap rey yang terus-terusan murung di kamar, lalu dia menghampiri rey


"rey, sampai kapan kau akan begitu terus, aku mengerti perasaanmu namun tak seharusnya kau murung begitu",


"kau tidak akan mengerti yang aku rasakan ini, rasanya aku ingin mati saja",


"kalau begitu kau mati saja, kau pikir hanya kau saja yang merasakan sakit nya kehilangan orang yang kau sayangi, semua orang pun pernah, aku juga kehilangan istriku, dan juga saudaraku satu-satunya yaitu ibumu, apakah kita harus murung? tidak rey, kau pikir untuk apa renata mengorbankan dirinya untuk orang bodoh seperti mu, dia ingin kau tetap hidup, jangan kau buat pengorbanan nya menjadi sia-sia dengan sikap mu yang hanya meratapi kepergiannya",


mendengar perkataan paman luis tersebut, membuat rey menangis


"menangis lah sepuasmu, tapi ingat setelah ini bangkitlah", setelah itu paman luis pun pergi


rey merenungkan perkataan paman luis, dan akhirnya dia pun mengerti, lalu dia bangkit dari tempat tidurnya dan menemui pamannya


"paman, terima kasih berkatmu sekarang aku mengerti, dan aku putuskan untuk membalas dendam, akan ku hancurkan semuanya", ucap rey dengan tatapan yang tajam.


mendengar hal itu paman luis dan jun pun sangat senang

__ADS_1


"akhirnya kau bangkit kembali",


__ADS_2