Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
sebuah buku catatan


__ADS_3

Setelah tahu keberadaan markus, malam itu juga mereka bersiap untuk menyerang, di karenakan markus bukan lah penjahat biasa maka dari itu detektif han membawa banyak sekali pasukan,


"persiapkan diri kalian, musuh kita ini bukan penjahat biasa, kita jangan sampai lengah", ucap detektif han "siap pak", jawab semua serentak dan mereka pun bergegas menuju lokasi dimana markas markus berada.


setelah tiba di lokasi para pasukan langsung bergegas maju namun "daaaarrrgghh", salah satu anggota menginjak ranjau, "sial tempat ini sudah di pasangi ranjau", ucap detektif han lalu "daaaaarrrgghh", anggota yang lain pun menginjak


"perhatikan langkah kalian", ucap han lagi sepertinya ranjau yang di pasang tidak hanya satu atau dua


"rey, apa kau punya rencana?" tanya han


"apa boleh buat, aku akan maju duluan kalian ikuti langkahku", rey pun melangkah maju dengan hati-hati langkah demi langkah dan akhirnya bisa melewati lahan yang penuh dengan ranjau itu dan lalu semuanya pun bergegas masuk ke dalam markas namun ada sesuatu yang ganjil yang rey pikirkan dari tadi


"paman, sepertinya ada yang aneh kenapa tidak ada satupun musuh yang keluar", ucap rey pada paman luis


"ya kau benar rey, aku pun memikirkan hal yang sama",


"paman, jun sebaiknya kita berpencar, aku akan memeriksa di bagian sana",


"ya kami mengerti",


merekapun memeriksa di setiap sudut ruangan, seperti yang rey duga di dalam markas memang tidak ada satupun musuh, sesaat kemudian rey menemukan sebuah bom yang sudah aktif, "sial", rey pun segera pergi, "han tarik mundur pasukan, kita harus segera lari keluar", detektif han pun mengerti ucapan han pasti ada sesuatu yang gawat, "SEMUANYA MUNDUR...KITA HARUS SEGERA PERGI", teriakan han pun terdengar oleh semua pasukan dan merekapun langsung bergegas keluar lalu "DAAAARRRGGHH", satu persatu bom pun meledak dan menghancurkan seluruh markas, untungnya mereka semua sudah berhasil keluar sehingga tidak ada korban dari ledakan tersebut "sial hampir saja", ucap detektif han


rey menatap ke kobaran api akibat ledakan tersebut, ledakan nya bukan ledakan biasa ya tidak heran markus memang ahli dalam membuat bom yang luar biasa


"paman, apa benar dulu ayahku melawan orang seperti markus seorang diri?"


"memangnya kenapa, apa kau sudah mulai mengerti sekarang, kan sudah ku bilang markus bukanlah musuh biasa, apa kau sudah mulai takut?" paman luis memperhatikan tangan rey yang tampak gemetaran, lalu dia menepuk pundak rey


"kau tidak perlu khawatir, aku yakin kau pun sama hebatnya seperti ayahmu, instingmu yang tajam telah membuktikan bahwa kau secerdas ayahmu", paman luis mencoba menenangkan rey

__ADS_1


"hanya satu yang aku takutkan, hal ini membuktikan bahwa niat jahat markus bukanlah angan-angan belaka, dengan kemampuannya yang luar biasa maka tidak mustahil bagi markus menciptakan sebuah bom yang mampu menghancurkan seluruh kota",


"ya kau benar rey, bagaimanapun juga kita harus menghentikannya",


"rey sebaiknya kau pulang dan beristirahat, aku akan kembali kekantor, aku harus menginterogasi bill lagi, sepertinya markus mempunyai markas lain selain di sini", detektif han pun memerintahkan pasukan untuk kembali kekantor, sedangkan rey jun dan paman luis pulang kemarkas mereka.


sesampainya dimarkas, jun tampak sangat kelelahan


"jun kau tidurlah!" rey menyuruh jun untuk beristirahat


"baik kak", jawab jun sambil menguap tanda sudah mengantuk


"rey kau juga harus tidur", ucap paman luis


"aku belum mengantuk",


"ya".


ada sesuatu yang rey pikirkan bagaimana caranya mengalahkan markus, rey berpikir seandainya ayah nya masih hidup kira-kira apa yang akan di lakukannya, rey jadi teringat pada orang tuanya saat dia kecil permasalahan apa pun bisa di atasi dengan mudah oleh orang tuanya, lalu rey juga teringat pada suatu ruangan yang biasa di pakai ayahnya, hal itu membuat dia ingin pergi kerumah lamanya itu, rey pikir mungkin di sana dia bisa menemukan suatu petunjuk, tanpa berpikir panjang lagi rey pun bergegas pergi menuju rumah lamanya tersebut.


Beberapa jam kemudian, rey pun sudah sampai di rumah lamanya,


"sudah 20 tahun lamanya, baru kali ini aku kesini", gumam rey sambil memperhatikan setiap sudut ruangan yang sudah terlihat bobrok dan berantakan, sarang laba-labapun sudah memenuhi seluruh ruangan, lalu muncul bayang-bayang di pikiran rey saat dia masih kecil dimana saat itu ibu nya sedang memanjakannya, dan juga sang ayah yang mengajaknya bermain, sehingga timbul rasa rindu di hati rey lalu rey beranjak ke sebuah ruangan yang biasa di pakai ayahnya.


Rey mulai mencari sesuatu yang mungkin ada kaitannya dengan markus, sudah satu jam mencari namun rey tidak menemukan satu petunjuk pun, beberapa buku catatan ayahnya dia baca namun tidak ada satu bukupun yang ada kaitannya dengan markus, rey tampak sudah sangat kelelahan, tubuh nya pun sudah mulai mencapai batasnya, dan lalu perlahan rey pun tertidur.


Ke esokan paginya, sebuah nada dering dari handphone nya membuat rey terbangun dari tidurnya, ternyata itu panggilan dari detektif han


"ya ada apa?" rey tampak masih mengantuk

__ADS_1


"rey, ternyata bill sama sekali tidak tahu keberadaan markus",


"apakah dia sudah berkata jujur?"


"ya, aku rasa dia berkata yang sebenarnya, rey apa kau bisa kemari sekarang?"


"ya, aku akan segera kesana", lalu rey menutup teleponnya, di karenakan masih mengantuk rey pun kembali tertidur, namun handphone nya kembali berdering dan kali ini jun yang menelpon


"ya jun ada apa?"


"kak rey, kakak sedang berada dimana?"


"aku sedang berada di rumah lamaku",


"hah sedang apa kakak di sana?"


"nanti aku jelaskan",


"kak, detektif han menyuruh kita untuk kekantornya",


"ya aku tahu, aku akan segera kesana", kali ini rey tidak tidur lagi, dia pun berniat untuk segera pergi dari sana, pada saat rey berdiri rey menjatuhkan sebuah buku yang tidak sempat dia baca,


"ternyata masih ada satu buku yang belum aku periksa, sepertinya semalam aku ketiduran", sebelum pergi rey pun memeriksa dulu buku tersebut, lalu rey menemukan sebuah catatan, dan di catatan tersebut tertulis sebuah nama tempat


"bukan kah ini tempat yang tadi malam, sebuah bangunan pinggiran kota", lalu di buku itu juga tertulis sebuah nama tempat yang lain lagi, lalu rey pun berpikir..


"jika benar tempat yang tertulis di buku ini adalah markas nya markus yang tadi malam, itu berarti tempat yang satunya lagi pun adalah markas nya markus juga, ya aku yakin itu", lalu rey pun segera pergi dan bergegas menuju ke kantor polisi


"aku harus segera menemui detektif han",

__ADS_1


__ADS_2