Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
saling menjaga


__ADS_3

Satu kali pun rey belum pernah mengunjungi kuburan kedua orang tunya, karena sejak kecil rey tidak pernah tahu tentang keberadaan kuburan orang tuanya, dia pernah menanyakannya pada sam, namun sam tidak memberi tahunya


Dan hari ini, akan menjadi yang pertama kalinya bagi rey mengunjungi kuburan ibunya, dengan di temani paman luis dan jun, mereka kini sedang menuju ke tempat di mana ibu rey di kuburkan


"Apa benar ini jalan nya?" Tanya rey pada paman luis sebagai penunjuk arah


"ya...kurasa benar ini jalan nya",


"maksudmu apa, kau seperti nya tidak yakin",


"aku sedikit lupa",


"apa..pantas saja dari tadi kita hanya muter-muter",


"aku sudah lama tidak mengunjungi kuburan ibumu, jadi wajar saja kalau aku lupa",


"coba paman ingat ingat lagi",


"iya..coba ayah perhatikan jalan nya, siapa tau bisa mengingat nya", ucap jun


"jalan nya sudah banyak berubah, aku tidak bisa mengingat nya",


"ah percuma kau jadi penunjuk arah",


"oh..jadi menurut mu aku tidak berguna?"


"kau sendiri yang bilang, aku tidak bilang begitu",


"tapi aku tahu kau bermaksud bilang begitu",


"aaahhh sudah sudah kalian malah bertengkar", jun tampak kesal


"kakakmu tuh yang mulai duluan",


"kau menyebalkan, kau sudah ingat belum?" tanya rey


"berhenti rey", Paman luis tiba-tiba menyuruh berhenti, lalu memperhatikan sekitar jalan


"sepertinya aku mulai mengingat nya, rey coba kau belok ke kiri",


"apa kau yakin",


"ya aku yakin ini jalannya, percaya saja padaku.. 


Lalu beberapa menit kemudian


"berhenti, ini dia tempatnya",


"kau yakin ini tempat nya",


"ya..aku sangat yakin",


"lalu dimana kuburan nya?"


"di atas bukit sana",


"jadi kita harus naik ke atas bukit",


"kau ikut atau tidak",


"iya iya",


Mereka pun naik ke atas bukit, beberapa saat kemudian, akhirnya mereka pun tiba di kuburan ibunya rey


"Nah rey, ini dia kuburan ibu mu", ucap paman luis sambil menunjuk ke arah kuburan, rey pun mendekati kuburan ibunya tersebut

__ADS_1


Dia tak kuasa menahan air matanya


"Ibu..bertahun tahun lamanya, akhirnya aku bisa mengunjungimu, tidak banyak yang ingin aku sampaikan, aku hanya ingin katakan aku sangat merindukanmu",


Mendengar hal itu, paman luis dan jun pun ikut meneteskan air mata, mereka sangat terharu


"ibu..ibu tidak usah khawatir, aku telah menjadi orang yang kuat, seperti apa yang ibu harapkan, dan ibu juga tidak usah khawatir, aku selalu berusaha menjadi orang yang baik, menolong orang lain dan menjaga orang yang aku sayangi terutama keluarga, seperti yang ibu harapkan, hanya itu yang ingin aku sampaikan, lain kali aku akan ke sini lagi",


Lalu paman luis pun mengatakan sesuatu


"luna kau tidak usah khawatir, dulu aku gagal menjagamu, namun kali ini aku tidak akan gagal, aku akan menjaga rey anakmu, seperti kau menjagaku dulu",


Setelah itu, mereka pun pergi


"kak rey apa kakak baik-baik saja?" tanya jun


"ya...sekarang aku merasa lega",


rey cepat jalan kan mobilnya", ucap paman luis


"iya iya",


"lalu setelah ini apa yang akan kita lakukan?" tanya paman luis


"besok kita akan menyerang markas james",


"apa kau yakin?" 


"ya..aku yakin james sudah menyadari rencanaku yang sebenarnya, jadi sebelum james menambah kembali pasukan nya, kita harus segera menyerang nya",


"kalau begitu aku akan ikut",


"tidak..paman tidak boleh ikut",


"kau tidak berhak melarang ku",


"luka seperti ini tidak ada apa-apa nya bagiku",


"pokoknya kau tidak boleh ikut",


"aku tetap akan ikut, aku sudah berjanji pada ibumu akan menjagamu",


"aku bisa menjaga diriku sendiri",


"apa kau yakin?"


"ya, lagi pula dengan kondisi seperti itu mana bisa menjaga ku, yang ada kau hanya akan membebaniku",


"jadi kau meremehkan ku",


"ayah, apa ayah yakin akan ikut, menurutku apa yang di katakan kak rey itu benar, ayah sebaiknya jangan ikut", ucap jun


"Aku tetap akan ikut, mana mungkin aku biarkan kalian menyerang berdua saja",


"aaahh terserah kau saja, kau memang keras kepala", ucap rey kesal


****


Sementara itu, setelah mengetahui agen 07 dan 08 telah tewas, james tidak bisa menahan amarah nya


"Aaaaahhh kurang ajar kau rey, lihat saja nanti aku akan menghabisi mu", ucap james dengan penuh amarah


"lalu apa yang akan kita lakukan? Apa kita harus mencari nya?" tanya agen 02


James pun berpikir sejenak.. 

__ADS_1


"menurut kalian, kenapa rey tidak langsung menyerang ke sini, kenapa dia memilih menghabisi anggota kita satu persatu, apa mungkin....ya aku tahu sekarang, dia sengaja menghabisi anggota kita satu persatu, tujuannya untuk mengurangi pasukan kita, lalu setelah itu baru dia akan menyerang...jika dia menyerang di saat jumlah pasukan kita masih banyak, dia tidak mungkin akan menang, kalau begitu kita tidak usah mencarinya, dia sendiri yang akan mendatangi kita aku yakin itu, dan sebelum rey menyerang kita, yang harus kita lakukan sekarang adalah memperbanyak kembali pasukan kita, apa kalian mengerti?"


"Ya kami mengerti", jawab agen 02 dan agen 03 serentak


****


Malam hari pun sudah tiba, rey sedang berada di ruang senjata, dia tampak sedang memeriksa dan membersihkan beberapa senjata nya, lalu jun pun menghampiri nya


"kak rey, kakak tidak istirahat, apa kakak tidak lelah",


"iya sebentar lagi, aku belum selesai",


"kak rey, apa kakak yakin akan menyerang james besok?"


"ya..aku ingin semuanya cepat selesai",


"baiklah kalau begitu aku akan membantu sekuat tenaga",


"terima kasih jun, aku janji akan melindungimu",


"tidak kak, sebagai saudara kita harus saling melindungi",


"ya kau benar, sekarang kau istirahatlah",


"iya kak",


lalu jun pun pergi tidur, setelah itu paman luis menghampiri rey


"rey apa kau punya rencana untuk penyerangan besok?"


"tidak


"jadi kau akan menyerang tanpa rencana apapun?"


"ya begitulah",


"kau memang ceroboh",


"ya menurutku menyerang di saat james belum menambah pasukan adalah rencana yang bagus",


"ya ku harap semuanya berjalan dengan lancar",


"apa paman takut?"


"kau ngomong apa, mana mungkin aku takut",


"ya baguslah",


"ya sudah, aku mau istirahat, rey kau juga istirahatlah",


"iya setelah ini aku istirahat",


Ke esokan harinya, rey sudah bersiap untuk pergi menuju ke markas james, dia membawa segala macam senjata.. 


"Paman yakin mau ikut?" tanya rey pada paman luis


"ya..aku yakin, memangnya kenapa?"


"lalu bagaimana dengan lukamu?"


"kau tidak perlu khawatir, lukaku sudah sembuh dan aku tidak akan membebanimu",


"baguslah kalau begitu, jun apa kau sudah siap?"


"iya kak aku sudah siap", jawab jun

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang",


Dan akhirnya mereka pun berangkat menuju markas james untuk memulai penyerangan, meskipun hanya berjumlah 3 orang namun tidak ada sedikitpun rasa takut di dalam diri mereka


__ADS_2