Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
hubungan keluarga


__ADS_3

Rey berpikir, mungkin sebaiknya masalah ini cepat di selesai kan sebelum james berbuat lebih jauh lagi dan hal buruk menimpa keluarga nya


Pada malam itu, rey berniat menghabisi anggota james lagi


"Jun.. Apa kau sudah melacak keberadaan setiap anggota james", tanya rey pada jun yang sedang berada di depan komputer 


"ya..agen 07 dan 08 saat ini sedang berada di bar",


"ok..kalau begitu kita akan kesana", 


"lalu bagaimana dengan ayah",


"biarkan saja dia",


"aku juga akan pergi, aku harus temani kalian berdua, apalagi rey orang nya ceroboh, aku khawatir kan kalian",


"apa, siapa yang ceroboh?"


"kau memang ceroboh",


"aku jauh lebih baik daripada paman",


"hahaha apa kau sedang bermimpi",


"aaaahhhh sudah sudah kalian ini, kak...sebaiknya kita segera ke sana, Sebelum mereka pergi dari bar", jun tampak kesal


"ya..ayo",


Dan mereka pun segera pergi, menuju sebuah bar dimana agen 07 dan 08 berada


Setibanya di bar, rey langsung menghampiri kedua agen yang tengah asik minum itu


"Sepertinya kalian sedang bersenang-senang", ucap rey sambil menodongkan pistol ke arah kepala agen 07


"Tidak ku sangka kedua penghianat akan menghampiri kami", ucap agen 08 yang juga sedang di todong oleh jun


Namun keduanya pun melawan, dengan menggunakan botol minuman, mereka memukul tangan rey dan jun sehingga pistol mereka pun terlepas, dan perkelahian pun tak terhindar kan lagi, seketika suara jeritan pun memenuhi seisi bar


Rey terkena pukulan, di waktu yang sama rey pun membalas pukulan agen 07, lalu menendang nya hingga terpental dan terjatuh, rey pun segera mengambil pistol nya, agen 07 segera bangkit dan menerjang rey, namun rey dengan cepat menembak nya, dengan beberapa kali tembakan agen 07 pun tewas 


Sementara itu, jun yang menghadapi agen 08 terkena pukulan hingga terjatuh


Melihat rekan nya yang sudah tewas, agen 08 pun hendak kabur, namun paman luis yang menunggu di luar pun menghadang nya dengan pistol di tangan dan lalu menembak nya 


Rey segera menghampiri jun 


"Kau tidak apa-apa?" Tanya rey sambil mengulurkan tangannya, dan jun pun meraih tangan rey untuk berdiri


"Aku baik-baik saja",


paman luis pun datang menghampiri


"Kalian tidak apa-apa?" Tanya paman luis 


"Ya kami baik-baik saja.. Bagaimana dengan agen 08?" rey menanyakan agen 08 yang melarikan diri


"Dia sudah aku habisi", Jawab paman luis


"Bagus lah, sebaiknya kita pergi, sebelum polisi datang", ucap rey dan lalu mereka pun segera pergi


Sesampainya di markas, paman luis yang melihat wajah rey terluka akibat sebuah pukulan pun langsung mengejek


"hahaha kau terlihat babak belur",


"berisik",


"hahaha seperti nya kau harus banyak berlatih lagi",


"apa kau tidak sadar, kau lebih babak belur daripada aku",


"aku terluka begini karena kau telat datang waktu itu",


"aaahhh mau sampai kapan kau bahas itu terus",

__ADS_1


"sampai aku bosan", Hahaha


"kau memang menjengkelkan", 


"sudah sudah, sini ku obati luka kakak", 


jun pun mengobati luka rey


"Aduh", rey tampak kesakitan


"uuuhh luka segitu saja kesakitan, kau memang cengeng", ejek paman luis lagi 


"sudah ayah, jangan mengejek kak rey terus",


"iya iya, aku lebih baik tidur",


"aku juga terasa lelah, mau tidur", ucap jun


Kini hanya ada rey sendiri


Rey memandang sebuah kursi yang biasa dipakai renata untuk duduk,


"aku merasa kehilanganmu renata, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa melupakanmu", gumam rey sendirian


 


Kemudian paman luis muncul "hmmmm",


Rey pun terkejut


"kau mengagetkan ku saja",


"kau kenapa melamun sendirian",


"bukan urusanmu,  lagi pula apa yang kau lakukan, bukan nya kau mau tidur?" 


"aku mau ke kamar kecil, apa tidak boleh?"


"kau memang menjengkelkan",


setelah itu rey pun tidur


***


Keesokan pagi nya, rey tampak baru bangun, lalu dia keluar dari kamarnya


"Sudah siang begini kau baru bangun", ucap paman luis yang sedang berolah raga angkat barbel


"ya terserah aku",


"kau memang pemalas",


"semalam aku sangat lelah..lalu apa yang kau lakukan, bukan kah sudah ku bilang jangan banyak bergerak dulu, nanti lukamu terbuka lagi",


"iya kak, aku juga udah melarang namun ayah tak mau dengar",


"jangan samakan aku dengan mu rey, aku tidak cengeng seperti mu",


"kau memang keras kepala",


Lalu tak lama kemudian.. 


"Aduuuuhh", dengan memegang tangan kanan nya yang terluka paman luis tampak kesakitan.. 


"ayah..ayah tidak apa-apa?" Tanya jun


"kan sudah ku bilang tangan mu belum sembuh", ucap rey


"kau cerewet",


"kau keras kepala",


"seharus nya kau bawa aku ke rumah sakit",

__ADS_1


"kan sudah ku bilang, rumah sakit bukan tempat yang aman",


"sudah sudah, aku sebaik nya ganti perban ayah", ucap jun


Lalu jun pun mengganti perban ayahnya.. 


Sesaat kemudian rey menghampiri paman luis, dan duduk di samping nya


"Kau mendekatiku pasti ada maunya, ada apa?" Tanya paman luis


"ada yang ingin aku tanyakan",


"apa yang ingin kau tanyakan?"


"apa kau tahu di mana kuburan ayah dan ibu ku?"


Mendengar pertanyaan rey, paman luis pun terdiam sejenak.. 


"memang nya kenapa?"


"aku hanya ingin tahu saja",


"kenapa kau ingin tahu?" 


"ah kau ini, memang nya salah kalau aku ingin tau kuburan orang tuaku sendiri",


"jadi selama ini kau tidak tau?"


"kalau aku tau, aku tidak mungkin bertanya padamu, sam juga tidak mau memberi tahu ku", 


"itu karena aku yang menyuruh sam untuk tidak memberi tahumu",


"oh jadi kau yang menyuruh sam, kau memang menjengkelkan, kenapa kau lakukan itu?"


"aku lakukan itu untuk kebaikan mu juga, jika sampai ada yang tau kalau kau adalah anak nya jack, kau pasti akan di incar oleh musuhnya jack", 


"lalu dimana kuburan mereka?"


"aku hanya mengetahui kuburan ibumu, soal kuburan ayahmu aku pun tidak tau",


"kalau begitu katakan padaku dimana kuburan ibuku?"


"aku akan mengantarmu",


"tidak..sebutkan saja tempatnya, aku akan kesana sendiri",


"tidak rey, aku akan pergi bersamamu",


"tapi kau sedang terluka",


"kak rey sudah, sebaiknya kita pergi bersama", ucap jun


"tuh dengarkan kata adikmu",


"ya...baiklah kau memang keras kepala",


"kak rey sudah", ucap jun lagi


"ayahmu tuh menjengkelkan",


"apa salahku, memangnya salah kalau aku ingin mengunjungi kuburan kakakku sendiri?"


"ya tidak salah, tapi kau kan sedang terluka",


"memangnya kau akan tau tempatnya, meskipun aku sebutkan juga kau tidak akan tau",


"ah sudah sudah kalian memang tidak pernah akur", ucap jun


"kakakmu tuh keras kepala",


"kau yang keras kepala, bukan aku",


"ah sudahlah lebih baik kita pergi sekarang", ucap jun lagi

__ADS_1


Lalu mereka pun pergi menuju tempat di mana ibunya rey di makamkan


__ADS_2