Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
ini salahku


__ADS_3

Di pagi hari..renata tampak sedang menyiapkan sarapan, "ok..sudah selasai", sarapan pun sudah siap di meja makan, lalu renata pergi kekamar, dia melihat rey masih tidur, lalu Renata menindih rey untuk membangun kan nya


"Sayang...bangun", ucap renata dengan lembut, lalu rey pun membuka matanya         


"Kamu nyenyak sekali tidurnya..apa mimpi mu indah",


"ya..mimpi ku sangat indah",


"memang nya kamu mimpi apa?"


"mmmmm rahasia",


"ih kok gitu..oh aku tau pasti mimpiin aku",


Rey pun tersenyum


"nggak juga",


"mmm terus apa dong, oooohh kamu mimpiin wanita lain",


Rey pun tertawa, lalu mencium nya


"di hidupku cuma ada kamu, bahkan yang ada di mimpi ku pun cuma kamu",


Renata pun tersenyum.. 


"benarkah?"


"ya..aku pun sampai bosan",


"ih kok bosan",


Rey pun tertawa lagi


"nggak..aku cuma becanda, melihat wajah cantikmu mana mungkin aku bosan",


Renata pun tersenyum dan tersipu..lalu mencium rey.. 


"ayo bangun..aku sudah siapkan sarapan untukmu", 


"ya aku bangun",


Lalu rey pun bangun dan beranjak ke kamar mandi, setelah itu dia beranjak ke meja makan


"mmmm nasi goreng",


Renata pun tersenyum.. 


"iya..aku gak tau mau masak apa",


"ya gak apa-apa..biar aku coba ya",


Setelah mencoba nasi goreng bikinan renata, rey terdiam sejenak lalu tersenyum dan tertawa


"kok tertawa, masakan ku ga enak ya?" Lalu renata pun ikut mencoba nya


"gimana...rasanya?"


"uuuhhh ASIN",


Rey pun kembali tertawa, dengan sedikit malu renata juga ikut tertawa


Setelah menyantap nasi goreng yang asin itu, lalu mereka pun berjalan jalan di tepi pantai..

__ADS_1


"mmmm...udara nya sejuk banget", ucap renata yang sedang menghirup udara segar


"Ayo..kita berenang", ucap rey sambil menarik tangan renata, mereka tampak menikmati kebersamaan, tawa ceria terlihat jelas di wajah mereka, dalam benak rey, hidup seperti ini lah yang dia dambakan selama ini, bisa hidup bersama orang yang dia sayangi, bisa tertawa lepas, tanpa beban tanpa kebencian, yang dia rasakan hanyalah kebahagiaan, jauh di dalam lubuk hati, rey berkata.. 


"Aku ingin selamanya seperti ini, menjalani hidup bersama orang yang aku sayangi, lalu rey memeluk Renata


Hari demi hari mereka lalui bersama, tak terasa sudah 1 bulan semenjak mereka menikah, rey sekarang ini mengisi hari-hari nya dengan berkebun


di suatu malam mereka hendak tidur, namun renata tampak sedang memikirkan sesuatu 


"sayang ada apa",


"eh..nggak",


"apa ada yang sedang kamu pikirkan?"


"aku ingin segera mempunyai anak",


Mendengar hal itu rey pun tersenyum.. 


"kamu tenang saja, suatu saat kita pasti akan mempunyai anak, gak usah di pikirkan, sekarang tidurlah",


Lalu rey mencium renata, kemudian mereka tidur


Sementara itu... 


Di markas devil killer yang baru selesai di bangun kembali itu, agen 02 tampak sedang menghadap james


"boss.. aku sudah menemukan lokasi rey berada, menurut informasi yang aku terima, sebulan yang lalu dia menikah dengan renata di sebuah desa tempat paman dan bibinya Renata berada, ada kemungkinan mereka masih di sana",


"bagus, besok pagi kita akan ke sana, kita habisi mereka", ucap james dengan expresi jahatnya


Di pagi hari, di karena kan renata masih tidur, jadi kali ini rey yang menyiapkan sarapan, lalu Renata pun terbangun.. 


"eh..kamu sudah bangun, ayo makan",


Mereka pun makan bersama


"mmmm enak, aku baru tahu kamu bisa memasak", ucap renata


"ya karena dulu aku hidup sendiri, jadi aku sudah terbiasa masak sendiri",


"sayang..apa aku boleh bertanya?"


"ya...tanya apa.?" 


"apa kamu tidak merindukan kehidupan mu yang dulu?"


Rey pun menatap Renata


"kenapa tanyakan hal itu?"


"aku hanya tidak mau mengekang mu, aku tau semua ini kamu lakukan demi aku, namun aku juga tau, dalam hatimu masih ada keinginan tuk membalas dendam",


Rey pun terdiam sejenak 


"tidak mudah bagiku melupakan semuanya, menghilangkan kebencian yang sudah tertanam di hati ternyata membutuhkan waktu, namun bukan berarti aku tidak menikmati kehidupan ku yang sekarang ini, hidup bersama dengan mu seperti ini jauh lebih membahagiakan bagiku",


Mendengar hal itu Renata pun tersenyum


"aku mau pergi ke kebun, apa kamu mau ikut?"


"ya..aku mau ikut",

__ADS_1


Dan mereka pun pergi ke kebun bersama


Di waktu yang bersamaan, james bersama 6 anggota lain nya pun mulai bergerak, mereka menuju desa dimana paman dan bibi Renata tinggal


Beberapa jam kemudian, mereka pun tiba di rumah paman dan bibi


Lalu dengan membawa senjata, mereka pun langsung masuk ke rumah


"Siapa kalian?" tanya paman yang kebetulan sedang ada di rumah, dan agen 02 langsung memukul paman hingga terjatuh, bibi yang melihat hal itu pun berteriak, sedangkan joni dan bulan mereka sangat ketakutan


"Katakan dimana rey?" tanya james pada paman sambil menodongkan pistol


"Aku tidak akan memberitahumu", jawab paman dengan tenang


dan lalu james pun menembak paman 


"TIDAAAK", bibi pun berteriak kencang sambil menangis


Lalu james pun mencoba bertanya pada bibi


"Aku tanya sekali lagi, di mana rey?" Sambil menodongkan pistol


"Mati saja kau", jawab bibi dengan penuh emosi, dan lalu james pun menembak bibi, serentak joni dan bulan pun berteriak "IBUUUUU", mereka menangis


Setelah itu james mendekati joni dan bulan


"Apa kalian tau dimana rey?" Tanya james 


"Kami tidak tahu", jawab joni dengan ketakutan


James pun mulai kesal, dia hendak mau menghabisi joni dan bulan namun di hentikan oleh agen 02


"Tenang boss, jangan habisi mereka, kita bawa mereka untuk kita jadikan sandera", ucap agen 02 mengutarakan ide nya, james pun tertawa


"Hahaha, bagus juga ide mu, baik lah bawa mereka, dan jangan lupa tinggalkan pesan untuk rey", setelah itu mereka pun pergi dengan membawa joni dan bulan


Bibi rose yang masih sadarkan diri, dengan tubuh yang lemah dia berusaha meraih ponsel nya, lalu diapun menelpon Renata, namun renata yang saat itu sedang berada di kebun bersama rey, ternyata meninggalkan ponsel nya di rumah


Bibi rose pun sudah tidak kuat lagi dan akhirnya meninggal


Sementara itu di kebun, karena hari semakin panas rey pun mengajak renata pulang


"Sayang, ayo pulang", ajak rey dengan lembut, lalu mereka pun pulang, sesampainya di rumah, renata mengambil ponsel nya, dia melihat pangilan tak terjawab dari bibi rose, lalu renata pun menelpon balik, namun beberapa kali dia mencoba tetap tak ada jawaban, perasaan Renata pun jadi tidak enak, rey melihat istrinya tampak gelisah lalu rey menghampirinya


"Ada apa sayang?" tanya rey sambil mengelus kepala Renata


"Tadi aku meninggalkan ponsel ku, lalu bibi rose menelpon dan barusan aku coba menghubungi nya namun sudah beberapa kali aku coba bibi rose tidak menjawab, perasaan ku jadi tidak enak",


Rey pun memeluk Renata untuk menenangkan nya, "ya sudah sekarang juga kita kesana",


Setelah mengganti pakaian, mereka pun berangkat


Setelah sampai di rumah bibi rose, mereka melihat tanaman bunga di depan rumah berantakan, rey dan Renata merasa ada yang tidak beres, lalu mereka pun bergegas ke dalam, di dalam rumah betapa terkejutnya mereka melihat bibi dan paman sudah tergeletak tak bernyawa


"BIBIII..PAMAANN..Oh tidak..apa yang terjadi?" Renata pun berteriak dan menangis, rey juga tak kuasa menahan sedih..


"Ini pasti perbuatan james, semua ini adalah salahku, aaaahh sial", rey berteriak karena kesal, lalu dia melihat selembar kertas di meja yang berisi sebuah pesan..


"GEDUNG KOSONG LANTAI 6, JIKA KALIAN TIDAK DATANG KEDUA SAUDARA KALIAN AKAN MATI.. JAMES"..


Melihat pesan tersebut, rey dan Renata mengerti james telah menyandera joni dan bulan, hal itu membuat mereka bertambah marah,


"Aku akan menyelamatkan mereka apapun yang terjadi", ucap rey dengan penuh rasa kesal..

__ADS_1


__ADS_2