
Setelah mempersiapkan segalanya, rey jun dan paman luis pun berangkat menuju markas james untuk menyerang, setibanya di sana, mereka langsung menerobos ke dalam, para penjaga pun menghadang mereka, sehingga baku tembak pun terjadi
"Boss gawat rey meyerang kita", ucap agen 02 melapor
"Apaaa...kurang ajar, kerahkan semua anggota yang ada, tidak ku sangka dia akan menyerangku sekarang
"Baik boss", Agen 02 pun pergi
"Kalian pergilah, habisi james biar di sini aku yang urus", ucap paman luis..
"apa kau yakin", ucap rey
"kau tenang saja jangan remehkan aku, aku sudah terbiasa menghadapi hal seperti ini",
"tapi kau sedang terluka",
"kan aku sudah kubilang aku baik-baik saja, sudah pergilah",
"baiklah, jun ayo",
"Ya kak", jawab jun..
"Rey hati-hati lah, jangan sampai mati", ucap paman luis
"ya..kau pun jangan sampai mati",
"Takkan mudah bagiku untuk mati", ucap paman luis yang sedang melakukan serangan bertubi-tubi
Rey dan jun pun sudah berada di lantai atas, namun tiba-tiba agen 02 dan 03 menerjang mereka, sehingga senjata mereka terlempar, pilihan satu satunya adalah bertarung dengan tangan kosong
Rey berhadapan dengan agen 02, sedangkan jun berhadapan dengan agen 03
"Aku dengar kau adalah yang terhebat, sehingga kau di juluki agen nomor 1, buktikan padaku tunjukan kemampuan mu rey", ucap agen 02 lalu dia pun menyerang rey
Pukulan demi pukulan bisa rey tangkis, begitu pula pukulan dari rey bisa di tangkis oleh agen 02, dalam segi kemampuan bertarung, mereka terlihat imbang
Sedangkan jun terlihat kewalahan, meskipun jun hebat dalam bertarung namun kemampuan bertarung agen 03 berada di atasnya
Melihat situasi yang di hadapi jun, rey berpikir untuk segera mengalahkan agen 02, dengan begitu dia bisa membantu jun
Seketika pukulan rey pun dapat mengenai agen 02, lalu sebuah tendangan juga mampu merobohkan agen 02
Agen 02 pun bangkit kembali, lalu dia mengeluarkan sebuah pisau, dia menyerang dengan menggunakan pisau, sehingga tangan kanan rey pun terkena tebasan pisau tersebut, pada saat agen 02 hendak menusukkan pisau nya pada perut rey, seketika itu juga rey menahannya dan berusaha merebut pisau dari tangan agen 02, setelah rey berhasil merebut pisau itu lalu rey menusukkan nya ke dada agen 02, sehingga agen 02 pun tewas seketika
Sementara itu jun terlihat sedang di cekik oleh agen 03, dan jun pun tak sanggup melepaskannya, di saat jun sudah hampir mencapai batas nya, seketika itu juga sebuah tembakan dari rey mengenai kepala agen 03 sehingga agen 03 pun tewas
"jun kau tidak apa-apa", tanya rey pada jun yang sedang terbatuk batuk
"Ya kak, aku baik-baik saja", jawab jun dengan lemas
"jun kau tetap di sini, aku akan pergi sendiri", ucap rey
"Ya kak berhati-hatilah", ucap jun dan lalu rey pun pergi untuk menghabisi james
__ADS_1
Rey berusaha mencari james
"JAMES..DI MANA KAU", rey mencoba memanggil james dengan berteriak, lalu tiba-tiba, sebuah tembakan dari james nyaris saja mengenai nya
"James, menyerahlah, semua anggota mu sudah ku habisi", rey pun menyuruh james untuk menyerah namun james tampak masih ingin melawan
"Hahaha daripada menyerah lebih baik aku mati", ucap james yang sedang menembaki Rey
"Ok kalau itu mau mu", lalu rey pun membalas tembakan james dan tembakan rey pun mengenai bahu kiri james, seketika rey pun langsung menerjang james sehingga james pun tumbang
"Menyerah lah james", ucap rey yang sedang menodong kan senjata nya
"Haha kau memang hebat rey, kau mampu mengalahkan ku, namun walau begitu kita akan mati bersama di sini", ucap james dengan wajah licik nya
"maksudmu apa james?"
"apa kau lupa, markas ini di lengkapi dengan peledak, dan aku sudah mengaktifkan nya, waktu nya tersisa 3 menit lagi, kau tidak akan sempat melarikan diri",
"kurang ajar kau james", rey pun menembak james hingga tewas, dan lalu rey bergegas pergi
"jun kita harus segera keluar, tempat ini akan meledak", ucap rey dan lalu mereka pun segera berlari
Waktu nya tinggal 10 detik, rey sudah sampai ke lantai bawah
"Paman kita harus segera keluar", ucap rey pada paman luis, paman luis pun segera mengikuti rey, Dan lalu "duaaarrrggghhh", Markas james pun meledak namun untung nya mereka sudah berada di luar
"Hah hah..hampir saja", ucap rey dengan terengah-engah
"kau terlihat babak belur", ucap paman pada rey
"Hahaha", mereka pun tertawa bersama
"ayo kita pulang", rey pun mengajak mereka pulang
****
Sesampainya di markas, jun pun mengobati luka rey
"Aaaahh", rey tampak kesakitan
"haha kau terlihat cengeng",
"kau mengejekku, luka ku lebih parah dari lukamu",
"kau harus banyak belajar lagi rey, makanya jangan malas",
"ah kau selalu saja bilang begitu, kemampuan ku lebih hebat daripada kemampuan mu",
"haha sepertinya nya kepalamu terbentur sesuatu",
"apa kau mau bertanding, kita buktikan siapa yang paling hebat",
"jadi kau menantangku, haha aku bisa mengalahkan mu hanya dengan satu serangan",
__ADS_1
"kau bicara apa..mana mungkin aku kalah dari orang yang sudah tua",
"apa...kau bilang aku sudah tua",
"kau memang sudah tua, apa aku salah?"
"aku tidak setua yang kau kira",
"tua tetap saja tua",
"kau memang menjengkelkan"
"kau lebih menjengkelkan",
"kau cerewet, cengeng dan ceroboh",
"kau keras kepala",
"sudah sudah kak rey, ayah kalian ini memangnya gak bosan bertengkar terus, ayah dan kak rey tidak pernah akur",
"hey rey, lalu setelah ini apa yang akan kau lakukan?" tanya paman luis
"entah lah, untuk apa kau bertanya?"
"aku ini paman mu, jadi aku harus tau",
"lalu apa yang kau inginkan?"
"jangan pernah kau lupakan jati dirimu, orang jahat seperti james masih banyak di luar sana, gunakan kemampuan mu untuk menolong orang lain",
"ya..aku akan pikirkan itu",
"kau terlalu benyak berpikir, apa kau lupa, untuk apa kau menjadi seorang pembunuh",
Rey pun terdiam, lalu beranjak pergi
"Aku mau keluar sebentar", ucap rey sambil pergi
Di luar, rey tampak sedang merenung di bawah pohon besar, dia teringat pada renata, sesaat kemudian, jun pun menghampirinya dan duduk di samping nya
"tempat ini lumayan juga", ucap jun
"ya..tempat ini adalah tempat favorit ku saat aku sedang memikirkan sesuatu",
"lalu apa yang kakak pikirkan, apa kakak teringat pada renata?"
"ya...tiba-tiba aku teringat padanya, dulu kami punya impian, setelah masalah ini selesai kami akan hidup normal tidak lagi menjadi seorang pembunuh, kami mrnginginkan hidup yang damai, namun semua itu percuma jika tanpa kehadirannya, akupun seakan kehilangan tujuan hidupku",
"menurutku kakak masih punya tujuan hidup, apa kakak lupa tujuan kita dari awal itu untuk menolong orang lain, dan membunuh para penjahat, dan itu sudah mendarah daging dalam diri kita",
"ya mungkin kau benar, baiklah sudah aku putuskan aku akan tetap menjadi seorang pembunuh, akan aku habisi semua para penjahat, apa kau mau bekerja denganku jun?"
"ya kak, dengan senang hati",
__ADS_1
"ok kalau begitu kita akan pakai nama Angel killers",
"ya, aku setuju",