
Meskipun sedang terluka, detektif han jun dan paman luis terus mencoba untuk mencari keberadaan rey, detektif han pun meminta kepada seluruh polisi untuk menelusuri setiap wilayah namun keberadaan rey belum juga di temukan
"sial kita sama sekali tidak mempunyai petunjuk, kemana markus membawa rey?" paman luis tampak sangat kesal dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Sementara itu, rey tampak sudah sadar namun dia mendapati diri nya dalam keadaan terikat di sebuah tihang bangunan, ternyata markus membawa rey ke sebuah bangunan kosong yang cukup jauh dari kota sebuah tempat terpencil ya pantas saja semua kepolisian tidak dapat menemukannya,
"jadi kau sudah sadar", ucap markus
"dimana aku?"
"kita sedang berada di tempat yang jauh, tidak akan ada yang dapat menemukan kita",
"sebenarnya apa tujuanmu?"
"haha kau menanyakan tujuanku, tujuanku menghancurkan seluruh kota termasuk para pemimpin dan presiden nya, aku akan menghancurkan semuanya",
"lalu atas dasar apa kau ingin melakukan itu?"
"mungkin kau sudah tahu kalau aku dulu adalah seorang anggota militer, 25 tahun yang lalu aku beserta 7 orang temanku bertugas untuk melawan para *******, kami mengintai di daerah musuh namun hal yang tidak terduga menimpa kami dan kami pun tertangkap, kami juga di jadikan sebagai sandera, saat itu kami berharap bantuan akan datang menyelamatkan kami, namun para pemimpin yang mengetahui hal itu bukannya menyelamatkan kami mereka malah mengorbankan kami, mereka menyerang dan menghancurkan seluruh musuh tanpa memperdulikan kami, sehingga aku harus kehilangan teman-temanku, saat itu aku tahu ternyata mereka hanya memanfaatkan kami untuk mengetahui keberadaan wilayah musuh",
"jadi karena itu kau ingin membalas dendam?"
"ya, dulu aku mengabdi pada negara tapi apa yang kami dapatkan, nyawa kami seakan tidak ada harganya di mata mereka",
"apakah dengan menghancurkan seluruh kota hatimu akan merasa terpuaskan? apa kau tidak peduli pada orang-orang yang tidak bersalah yang tidak tahu apa-apa?"
"haha untuk apa aku pedulikan orang lain, rey aku akui kau itu hebat menurutku daripada kau bekerja untuk kepolisian bagaimana kalau kau bekerja untukku?"
"apa kau sedang bermimpi? mana mungkin aku mau bekerja untuk orang yang sudah menghabisi orang tuaku, lagi pula aku melakukan ini bukan untuk kepolisian, aku ingin menghabisimu karena untuk membalaskan kematian orang tuaku",
"haha sayang sekali kau tidak akan pernah bisa menghabisiku, karena sebentar lagi kau akan mati",
lalu anak buah markus menghampiri rey dan memasang sebuah bom di tubuh rey lalu mengaktifkannya,
"haha kau tenang saja rey, masih ada waktu 10 menit sebelum bom nya meledak, gunakanlah sisa waktumu itu untuk berdo'a",
"kurang ajar kau markus",
"haha..ayo kita pergi", markus dan beberapa anak buahnya pun hendak pergi, namun tiba-tiba sebuah tembakan mengenai salah satu anak buahnya, lalu anak buah markus segera membalas tembakan tersebut, "sialan siapa yang menyerang kita?" ucap markus yang sedang berlindung
"markus, apa kau masih mengenaliku?"
markus sepertinya mengenali suara tersebut dan lalu diapun terkejut setelah melihat orang itu..
"jack, tidak mungkin, jadi kau masih hidup?"
"ya, aku masih hidup",
__ADS_1
tidak hanya markus, rey pun tampak sangat terkejut melihat ayah nya masih hidup
"ayah, tidak mungkin", tidak hanya sosok ayah nya saja yang membuatnya terkejut, seorang wanita muda yang datang menghampirinya pun membuat rey sangat terkejut
"kau...tidak mungkin, apa kau sungguh renata?"
"ya, lama tidak bertemu rey suamiku",
"jadi kau masih hidup? bagaimana bisa?" Rey masih belum percaya kalau wanita yang ada di hadapan nya itu adalah renata istrinya
"ya aku masih hidup", jawab renata sambil tersenyum
Sementara itu...
"haha tidak ku sangka ternyata kau masih hidup jack, apa kau datang untuk menyelamatkan anakmu? Sayang sekali aku sudah memasang bom di tubuh rey haha", markus terlihat puas lalu anak buah nya melempar sebuah bom asap
"sial, kurang ajar kau markus", jack tampak kesal
"haha selamat tinggal jack, semoga beruntung", lalu markus beserta anak buah nya pun pergi.
Setelah itu jack menghampiri rey
"lama tidak bertemu rey",
"jadi ayah masih hidup, lalu kemana saja ayah selama ini?"
Banyak sekali pertanyaan yang ingin rey tanyakan pada renata dan ayahnya, namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk itu, waktu yang tersisa tinggal 2 menit lagi
"sial waktunya tinggal sedikit lagi", ucap jack yang sudah mulai panik
"kalian pergilah, tidak usah pedulikan aku, percuma bom nya tidak bisa di matikan",
"tidak rey, pasti ada cara lain", ucap renata
"ya, yang di katakan renata benar, jika bom nya tidak bisa di matikan, hanya ada satu cara yaitu melepaskan bom nya dari tubuhmu",
"percuma saja, jika sembarangan melepaskannya bomnya akan meledak", ucap rey yang tampaknya sudah putus asa
"rey, apa kau ingat pada saat bom nya di pasang di tubuhmu?" Tanya jack
"ya aku ingat, bomnya di pasang oleh dua orang dan menyambungkan kabelnya secara bersamaan",
"itu dia, berarti melepaskan nya juga harus dengan cara bersamaan",
"apa ayah yakin?"
"ya aku sangat yakin, renata ayo kita lakukan",
__ADS_1
"ya baik", renata dan jack mencoba untuk melepaskan bomnya dari tubuh rey, dengan sangat hati-hati akhirnya mereka dapat melepaskan bom itu, dan setelah itu mereka pun segera berlari karena waktu yang tersisa hanya tinggal 10 detik, setelah berhasil keluar, bom itupun meledak dan menghancurkan bangunan tersebut.
"haha hampir saja", ucap jack sambil terengah-engah
"ya, aku pikir aku akan mati", ucap rey
"haha kau terlihat babak belur rey, ayo pulang lukamu harus di obati", setelah itu mereka pun pulang.
***
Jack membawa rey ke rumahnya,
"jadi ini rumah ayah?"
"ya, kau boleh tinggal disini selama yang kau mau",
"rey, sini biar ku obati lukamu", renata pun mengobati luka rey, dan rey memandang wajah renata, "aku sangat senang kau masih hidup, aku sangat merindukanmu",
"ya aku juga merindukanmu",
"tapi bagaimana kau bisa selamat?"
"saat itu ayahmu menyelamatkan ku sesaat sebelum bomnya meledak",
"lalu kenapa kau tidak menemuiku?"
"maafkan aku rey, aku sengaja tidak menemuimu karena aku merasa semenjak aku bersamamu kau tampak selalu bimbang, aku ingin kau menemukan jati dirimu rey",
"ya aku mengerti maksud perkataanmu, aku akui dulu aku memang selalu bimbang dan karena kebimbangan ku itulah paman dan bibimu beserta kedua keponakanmu pun menjadi korban",
"rey, soal itu aku tidak menyalahkanmu",
"sudahlah, yang penting sekarang kalian sudah bertemu kembali", ucap jack
"ayah juga belum menjawab pertanyaanku, kemana saja ayah selama ini? kenapa tidak menemuiku?"
"ya ayah minta maaf, ayah pikir kau akan lebih aman jika bersama sam, jika kau bersamaku kau tidak akan bebas, namun meskipun begitu aku selalu memperhatikanmu rey",
"ah ayah dan paman luis sama saja, menyebalkan",
"haha ya mungkin kau benar, kau boleh menyebut ayah apapun sesukamu",
"aku jadi ingat paman luis dan jun, mereka pasti sangat mengkhawatirkan aku, aku harus menemui mereka",
"besok kita temui mereka sama-sama, sekarang kau harus istirahat", ucap renata
"ya baiklah",
__ADS_1