Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
akhir yang bahagia


__ADS_3

Setelah berhasil menyelamatkan presiden sekaligus menyelamatkan kota dari ancaman bom yang di ciptakan markus kini rey dan yang lain nya tidak hanya mendapatkan sebuah penghargaan besar, mereka juga kini di anggap sebagai pahlawan kota metro, perjuangan dan usaha keras mereka yang mempertaruhkan nyawa mampu mencuri hati masyarakat dan kini mereka di kenal sebagai Angel killers yang bertugas untuk melindungi kota dari berbagai ancaman seorang penjahat yang tidak mampu di tangani oleh kepolisian, ya siapa sangka seorang pembunuh kini telah menjadi seorang pahlawan.


"Rey, seharus nya kita bangga, tidak hanya di kenal sebagai pahlawan kini kita juga bekerja untuk negara", ucap paman luis


"Bagiku itu merepotkan",


"Ah kau ini, hey rey aku memikirkan sesuatu",


"Apa yang kau pikirkan?"


"Aku berpikir kita harus membuat stelan kostum",


"Ah aku tidak tertarik",


"Wah aku setuju yang luis katakan, kita haris mempunyai ciri khas kita", ucap jack


"Nah itulah maksudku, tapi kostum seperti apa yang cocok untuk kita?" paman luis tampak sedang berpikir


"Mmmm luis bagaimana kalau kita mengenakan stelan serba putih, nama kita kita itu Angel killers Angel atau malaikat itu identik dengan warna putih", jack mengutarakan pendapatnya


"Ya menurutku itu bagus",


"Ah kalian ini, jangan berpikir yang aneh-aneh lagi pula warna putih terlalu mencolok, sekalian saja kalian tambahkan sepasang sayap", ucap rey


"Wah menurutku itu bagus rey, kita tambahkan sepasang sayap di punggung kita, bagaimana menurutmu jack?" ucap paman luis


"Aku setuju, kita harus menambahkan bulu-bulu di sayap nya", ucap jack


"Menurutku itu ide yang bagus, menurut kak renata gimana?" Tanya jun


"Aku setuju, itu cocok dan sesuai dengan nama kita", ucap renata


"Ah kalian berdua malah ikut-ikutan, hanya dengan membayangkannya saja sudah membuatku jijik", ucap rey


"Haha kau nya saja yang seleranya rendah", ucap paman luis


"Bukan selera ku yang rendah tapi selera kalian yang buruk, apa kalian tidak malu mengenakan kostum seperti itu?" ucap rey


"Haha kenapa mesti malu?" ucap jack


"Iya kak rey, menurutku itu bagus", ucap jun


"Ah bagus darimana nya", ucap rey


"Hahaha", semuanya pun tertawa


"Kalian memang keluarga yang menyenangkan", ucap detektif han


"Kau salah han, lebih tepatnya keluarga yang aneh", ucap rey


"Haha kau tau rey, rasanya aku ingin menjadi bagian dari keluargamu", ucap han


"Kau bicara apa han, bagi kami kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami, iya kan jun?" rey bertanya pada jun


"Kenapa kakak bertanya padaku?"


"Ya ku rasa kau mengerti haha", ucapa rey


"Hey han, apa kau sudah punya pasangan?" Tanya paman luis


"Belum, memangnya kenapa?"


"Tuh jun apa kau dengar, detektif han belum punya pasangan", ucap paman luis


"Kenapa aku lagi, apa hubungannya denganku?" jun sedikit malu

__ADS_1


"Haha kau tidak usah pura-pura tidak mengerti jun", ucap jack


"Ah kalian ini apa-apaan sih", jun tambah malu


"Hahaha", mereka pun tertawa


"Rey, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengatakannya", ucap renata


"Ya ku rasa kau benar",


"Kalian sepertinya ingin mengatakan sesuatu pada kami?" Tanya jack


"Apa yang ingin kalian katakan?" Tanya paman luis, tidak hanya paman luis yang lain nya pun merasa penasaran, apa yang akan di katakan rey dan renata


"Sebanarnya kami berencana untuk kembali ke rumah kami yang berada di desa, kami ingin tinggal di sana", semuanya pun terkejut mendengar hal itu


"Apa kau yakin rey?" Tanya paman luis


"Ya kami sudah memutuskannya", ucap rey


"Jadi kakak tidak akan tinggal lagi di sini?" Jun tampak sedih


"Kau tenang saja, ini hanya sementara", ucap rey


"Ya jun, suatu saat nanti kami pasti akan kembali ke sini", ucap renata juga


"Ya aku mengerti, jika itu memang keinginan kalian, kami tidak akan menahan kalian", ucap jack


"Ya pergi lah kalau itu mau kalian", ucap paman luis


"Kau terlihat sedih begitu luis", jack menggoda paman luis


"Apa? mana mungkin aku sedih, justru aku senang rey pergi",


"Haha kau tidak bisa menutupi perasaan mu, expresi wajah mu jelas menunjukan kesedihan mu haha",


"Haha ya jelas sama, kami kan ayah dan anak", jack terus saja menggoda paman luis


"Ayah sudah, jangan menggoda paman luis terus", ucap renata


"Ah ayah memang begitu", ucap rey juga


***


Malam hari pun telah tiba, rey tampak sedang memeriksa mobilnya, lalu jack menghampirinya


"Rey, apa kau sedang sibuk?"


"Kurasa tidak, memang nya kenapa?"


"Aku ingin memberikan sesuatu padamu", lalu jack membarikan sebuah foto ibunya bersama dirinya yang masih kecil


"Ini kan, jadi ayah menyimpan nya selama ini?" rey terharu melihat foto itu


"Ya, aku selalu menyimpannya",


Lalu rey memeluk ayah nya


"Terima kasih, foto ini sangat berarti buatku",


"Ya, rey maafkan ayah, ayah tau kau banyak mengalami hal-hal buruk selama 20 tahun, sedangkan aku ayahmu tidak pernah berada di sisimu",


"Ya bagiku tidak masalah, soal itu aku pun mengerti, dan berkat itu aku banyak belajar tentang hidup, dan berkat itu juga aku bisa sekuat ini, seandainya ayah selalu bersamaku, aku tidak akan pernah bisa menjadi seperti ini karena tentunya aku akan selalu hidup dalam perlindungan ayah saja",


Mendengar ucapan rey, jack pun merasa terharu

__ADS_1


"Kau memang mirip seperti ibumu",


"Ku rasa aku lebih mirip seperti ayah",


Jack pun tertawa


"Haha kau memang putra kami, ibu mu pasti bangga padamu",


****


Ke esokan harinya, rey dan renata sudah bersiap untuk pergi


"Rey renata jaga diri kalian baik-baik", ucap jack


"Ya, kalian juga jaga diri kalian baik-baik", ucap rey


"Kak rey, kakak harus janji akan kembali lagi", ucap jun


"Ya jun kami akan kembali lagi", ucap rey lagi


"Hey luis, apa tidak ada yang ingin kau katakan pada rey?" jack bertanya pada paman luis


"Tidak ada, mau pergi ya pergi saja", ucap paman luis dengan dingin


"Ah kau ini", ucap jack lagi


"Ayah biarkan saja dia, paling juga nanti dia menangis", ucap rey


"Apa? haha mana mungkin aku menangis, lagi pula aku tidak peduli padamu",


"Haha kau pikir aku juga peduli padamu",


"Kau memang menyebalkan",


"Kau lebih menyebalkan dariku",


Lalu mereka saling menatap dan setelah itu mereka tertawa "hahaha",


"Kau ini, sudah pergi sana",


"Tanpa kau suruh juga aku mau pergi",


"Rey cepatlah kembali",


"Ya, kami pasti kembali",


Setelah itu rey dan renata pun pergi.


8 jam kemudian mereka pun telah sampai di rumah mereka


"Akhirnya sampai juga di rumah kita, sepertinya aku harus membersihkan nya", ucap renata


"Ya, sudah lama sekali kita meninggalkan tempat ini, biar aku saja yang membersihkan nya",


"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan makan malam",


Tak terasa malam pun tiba, rey dan renata tampak sedang menikmati sejuk nya angin malam di tepi pantai.


"Rey, akhirnya kita bisa menikmati kebebasan yang sebenarnya", ucap renata


"Ya kau benar, inilah kehidupan yang dulu kita inginkan",


"Rey apa kau tahu, aku ingin selalu bersamamu apapun yang terjadi",


"Ya, mulai sekarang kita tidak akan pernah terpisah lagi, kita akan selalu bersama", lalu rey memeluk renata

__ADS_1


"Rey, aku mencintaimu",


"Ya aku juga mencintaimu", sebuah ciuman hangat membuat malam itu semakin terasa indah.


__ADS_2