Rey Sang Pembunuh

Rey Sang Pembunuh
kembalinya anggota keluarga


__ADS_3

Di suatu tempat, sepertinya markus tampak begitu senang, "sebentar lagi bom nya selesai dengan sempurna, keinginanku untuk menghancurkan seluruh kotapun akan terwujud haha", entah apa yang akan terjadi jika markus berhasil menciptakan bom penghancur masal tersebut, apakah negara ini akan kacau?


Sementara itu, rey berniat untuk menemui paman luis dan jun karena dia pikir mereka akan mengkhawatirkannya


"renata, ini..", rey mengembalikan kalung renata, lalu rey memakaikan nya pada renata


"renata, berjanjilah tidak akan meninggalkan ku lagi",


"ya aku berjanji", renatapun memeluk rey


"hemmm rey kita jadi pergi atau tidak?" jack tiba-tiba muncul


"ya ayo", dengan di temani renata dan ayahnya rey pun pergi menuju markasnya untuk menemui paman luis dan jun.


Sesampainya di markas paman luis dan jun terkejut dan senang melihat rey


"Rey, kau selamat?" ucap paman luis


"Ya aku baik-baik saja", jawab rey sambil tersenyum


"Kak rey, syukurlah kakak selamat, aku sangat mengkhawatirkan kakak", jun langsung memeluk rey dengan erat


"Ya, maaf sudah membuatmu khawatir", ucap rey sambil mengelus kepala jun


"Wah sudah lama sekali aku tidak kesini", ucap jack yang baru masuk


paman luis yang melihat jack tampak sangat terkejut


"Kau, apa kau sungguh jack? ah tidak mungkin kau pasti hantunya jack",


"Haha kau memang tidak pernah berubah luis",


"Jadi kau masih hidup, lalu kenapa kau baru muncul sekarang?"


"Cerita nya panjang, nanti saja aku ceritakan",


Lalu tiba-tiba paman luis memukul perut jack


"Kenapa kau memukulku?" tanya jack sambil memegang perutnya, lalu paman luis memeluknya


"Selamat datang kembali jack, aku sangat senang kau masih hidup", ucap paman luis yang sedang memeluk jack, lalu jack membalas pelukan paman luis "Ya aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi", ucap jack


"Hemmm apakah tidak ada yang mau memelukku?" ucap renata yang baru muncul


"Kak renata, jadi kakak juga selamat?" jun langsung memeluk renata


"Ya jun, aku selamat", ucap renata dengan membalas pelukan jun


"Sebenarnya apa yang terjadi? kalian tiba-tiba hidup kembali", ucap paman luis yang tampak terheran-heran


"Haha apa maksudmu dengan hidup kembali? kau pikir kami sudah mati?" ucap jack sambil tertawa


"Yah yang penting kalian sudah kembali, jun siapkan minuman, kita harus menyambut anggota keluarga kita", paman luis meminta jun untuk menyiapkan minuman beserta makanan sebagai tanda penyambutan.


"Ya baik",

__ADS_1


"Ok mari kita bersulang, untuk orang-orang terdekat kita yang sudah tiada", ucap paman luis sambil mengangkat gelas


"Untuk sahabat kita sam", ucap jack


"Untuk ibuku", ucap rey


"Untuk ibuku juga", ucap jun


"Untuk orang tuaku dan yang paling penting untuk kita sebagai keluarga", ucap renata dan mereka pun minum bersamaan.


"Jack, kemana saja kau selama ini, kenapa tidak menemui rey anakmu, apa kau sudah tidak peduli padanya?" paman luis bertanya pada jack


"kau bicara apa? tentu saja aku peduli karena itulah aku menyelamatkannya", jawab jack


"Lalu kenapa selama 20 tahun ini kau tidak menemuinya?" Tanya paman luis lagi


"Ya aku pikir bahaya untuk rey jika aku menemuinya",


"Alasanmu tidak masuk akal jack", ucap paman luis


"Ah paman juga sama saja, alasannya sama seperti ayah tidak masuk akal", ucap rey


"Haha jadi kau juga alasan nya sama denganku, kau pun tidak masuk akal haha", jack mengejek paman luis


"Ah diam kau, meskipun begitu aku tetap mengawasi rey", ucap paman luis


"Kak renata, bagaimana kakak bisa selamat dari ledakan itu?" Jun bertanya pada renata


"Saat itu ayah nya rey menyelamatkanku sesaat sebelum ledakan", jawab renata


"Benarkah?" Tanya renata


"Kau bicara apa jun?" rey tampak sedikit malu


"Renata, yang di katakan jun itu benar, waktu itu rey terus-terusan bersedih dan mengurung diri di kamar haha", paman luis mengejek


"Iya betul kak, makan saja sampai tidak mau, trus kak rey bilang aku sudah tidak punya tujuan hidup lebih baik aku mati saja haha", jun pun ikut mengejek


"Ah diam kalian", rey tampak kesal dan malu


"Rey, apa benar yang di katakan jun dan paman?" renata bertanya pada rey


"Jangan dengarkan mereka, mereka bohong", jawab rey


"Haha kau tidak usah malu mengakuinya rey", ucap paman luis


"Ah diam kau",


"Hahaha", jun dan paman luis tertawa dengan puas


****


Tak terasa malam hari pun tiba


"Jack, tidak ku sangka keinginan markus untuk menghancurkan seluruh kota sangatlah kuat", ucap paman luis

__ADS_1


"Ya kau benar, keinginan nya yang kuat itu di picu oleh dendam lamanya",


"Lalu apa yang akan kita lakukan?"


"Tentu saja kita harus menghentikannya",


"Apa kau punya rencana?"


"Dulu aku pernah memeriksa rancangan sebuah bom yang akan markus ciptakan, seperti yang kau tahu, markus sangat ahli dalam menciptakan bom dan setiap bom yang dia ciptakan tidak mudah untuk di matikan, bahkan bom yang akan dia ciptakan ini begitu di aktifkan, maka sama sekali tidak bisa di matikan",


"Apakah tidak ada cara lain?"


"sebenarnya ada satu cara, yaitu dengan menggunakan sebuah alat yang mampu merusak sistem bom tersebut",


"Apakah alat seperti itu ada?"


"Kau tenang saja, aku sudah menciptakan alat tersebut, aku menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menciptakan ke empat alat itu dan menyempurnakannya",


"Empat? apakah kita membutuhkan empat alat itu?"


"Ya, karena bom yang di ciptakan markus ada empat",


"Apa? sial ternyata markus tidak main-main",


"Ya semoga saja alat yang kuciptakan itu akan berhasil menghentikan bomnya",


Sementara itu, rey dan renata sedang berada di luar di bawah pohon yang tidak jauh dari markas, mereka tampak menikmati suasana malam ini, ya wajar saja karena sudah lama mereka tidak bertemu


"Rey, aku masih kepikiran apa yang di katakan jun dan paman tadi siang", ucap renata


"Untuk apa memikirkan hal yang tidak penting",


"Menurutku itu penting, aku penasaran apa benar kamu bersedih karena aku?"


"Ya, yang di katakan jun dan paman itu benar, setelah aku tahu kalau kau sudah tewas, waktu itu aku sangat terpukul, aku merasa tidak lagi mempunyai semangat hidup, selama 14 hari yang ku lakukan hanyalah mengurung diri di kamar dan meratapi kepergianmu",


"Benarkah?


"Ya, hingga akhirnya paman pun menyadarkanku",


"Apakah sepenting itu aku hatimu?"


"Kenapa kau menanyakan itu? tentu saja kau sangat penting bagiku, karena itu lah aku tidak ingin kehilanganmu lagi",


"Ya, aku akan selalu bersamamu rey", renata bersandar di bahu rey, lalu rey pun mencium keningnya.


Sementara itu di suatu tempat...


"Bos, kami sudah berhasil melaksanakan tugas seperti yang kau perintahkan",


"Bagus, bawa dia kemari!"


Ternyata anak buah markus telah menculik seseorang lalu dia membawanya kehadapan markus


"Dimana ini, lepaskan aku", ucap orang yang telah di culik itu

__ADS_1


"Haha selamat datang di markasku, pak presiden haha",


__ADS_2