Rochman Dan Ginten

Rochman Dan Ginten
39. Suharto njemunuk


__ADS_3

“Terima kasih pak Totok dan bu Ginten, senang berbisnis saka kalian… “


“Kalian berdua bukan orang yang rewel… sebagai balas jasa, beberapa malam saya akan datang ke pasar, saya kepingin lihat perkembangan penjualan pakaiannya”


“Lho ya monggo mbak Dany… kami senang sekali.. Bener gak Hun?”


“Iya mas… kami akan senang kalau mbak Dany datang untuk sekedar melihat orang yang akan membeli pakaian”


Mbak Dany dan supirnya akhirnya pulang, di ruang tamu sudah ada satu karung besar berisi pakaian dengan kualitas yang bagus, tentu saja harganya pun berbeda dengan yang dua karung lainnya.


Tugasku dan hunnyku saat ini adalah membongkar dan memilih mana yang akan kami jual. Tapi yang pertama kami lakukan adalah menghitung berapa jumlah pakaian dan celana panjang dan pendek yang ada di dalam karung ini.


“Ternyata banyak juga ya Mas… pakaian campur laki perempuan ada tiga lusin, celana panjang campur laki perempuan ada dua lusin mas…”


“Trus gimana soal harganya mas heheheh?”


“Gini aja Hun…. kita hitung dulu kita tadi belinya berapa, kemudian kita bagi seca kasar saja, berapa dapatnya per potong pakaiannya heheheh“


“Hih kok gitu sih mas ngitungnya?”


“Dari pada mumet Hun… kita bagi semuanya kemudian kalau kita jual dengan harga jual kita selama ini cocok tidak”


“Ya wis mas… aku setuju mas hihihih… tapi ada syaratnya… habis ngitung ini, boleh dong istrimu ngemud kunci inggrismu mas hihihi”


“Coba ajaaa sayangku… kalau berhasil.. Kamu nanti tak sodok lewat belakang!”


“Huuh emangnya istrimu ini kaum humu apa mas… kan ada jalan depan yang hayum, legit, empuk dan hangat, kenapa harus lewat jalan belakang yang bau busuk sih mas hihihihi”


“Uhhh maap kebiasaan jaman dulu cayangku hihihihi”


Setelah dihitung hitung secara kasar, dan dibandingkan dengan harga jual, ternyata kami masih ada keuntungan tiga puluh ribu perbijinya…


Yah lumayan lah….. karena memang baru kali ini kami melakukan bisnis yang sesungguhnya, kalau sebelumnya kan aku dapat pakaian itu secara gratis.


Nah untuk kali ini kami harus kulakan dulu heheheh.


“Yah lumayan mas… masih ada untung tiga puluh ribu persatu pakaiannya….”


“Eh cekayang istrimu yang penuh napsu bhirahi ini mau nagih janjimu mas hihihihi”


“Waaaahhh iya cayaaank.. Ayo lakukan disini saja yank, di ruang tamu aja…diantara baju- baju ini heheheheh”


Nggak tau.. Sejak mulai nikah sama Ginten, aku sekarang mulai menyukai bau khas wanginya empal brewoknya Ginten.

__ADS_1


Baunya itu khas…. Agak pesing tapi gurih, sedikit sedep juga. Dan kalau pas aku pagi pingin jilatin.. Rasanya itu asin berlendir dan  gurih… bisa ketagihan.


Jaman dulu sih aku paling suka ngerimming dan di rimming ( cari di kamus artinya ya), tapi semenjak menikah aku lebih suka gaya enam sembilan hehehehe.


“Kita enam sembilan yuk Hun…..”


“Weeeehh mas cayangku sekarang suka enam sembilan ya heheheh. Kemajuan pesat mas…”


Nhafsuku sedang ada di puncak-puncaknya ketika aku dan Ginten sedang dalam posisi yang paling terkenal di dunia.. Yaitu posisi enam sembilan.


Kalau sudah di posisi seperti ini aku sudah lupa apapun yang ada di sekitar sini, pokoknya rasanya lebih enak dari pada enam sembilan sama cowok hihihih.


Aku juga gak ingat apakah aku sudah mengunci pintu atau belum, bahkan aku juga gak ingat apakah aku sudah menutup pintu ruang tamu atau belum…


Yang aku ingat sekarang aku dan Ginten sedang dalam posisi 69… Ginten ada di atasku, posisi kepalaku ada diantara shelangkangan Ginten, sendakan posisi Ginten saat ini sedang menungging dengan wajah ditelungkupkan ke selangkanganku .


Bau empal brewok milik Hunnyku ini semenjak dia rajin merawat empalnya dengan acara menggunakan wewangian maupun apa yang dinamakan ratus itu makin gurih.. Makin kenyal , makin empot empot.


Aku paling suka kalau disuruh ngereco (jhilatin, ciumin) sampai bagian paling dalam empal brewok milik Ginten, semakin dalam lidahku masuk, semakin kencang Ginten menghizap miliku hihihihi.


Pagi ini pokoknya merupakan pagi yang paling aduhai….


“Mas… enak gak empal brewoku? Uughhh” tanya ginten di sela sela dia hisap terong ungkuku


Aku dan Ginten memang mempunyai durasi yang lama ketika sedang melakukan hubungan badan, kami berdua memang sangat menikmati, hingga kami melupakan duniawi barang sesaat.


“ASSALAMUALAIKUM…..” teriak seseorang dari luar


“Masss,..uuughh itu suara Suharto deeeechhh… tapi akuhh udah mau keluaarrr mazzzz”


“Iya Huuun, akuh juga mau keluarrrhh… biarin dlu aja itu Suhartonyaaaa aaaaghhhh”


“ASSALAMUALAIKUM…..”


“ASSALAMUALAIKUM…..”


“ASSALAMUALAIKUM….. Permisi pak  Totok dan bu Ginteeeeenn!”


“AAAGHHHH ZHEBENTAAAARRR TUNGGHU DHULUUUU.. KAMI SEDANG ZHIBUUUK!”


Aku gak peduli.. Meskipun pak RT, RW, Lurah atau kepala desa sekalipun.. Aku suruh tunggu di luar kalau aku sedang indehoy sama istriku.


“I..ia pak… te… teruskan sampai selesai dulu, saya akan tunggu di luar saja” kata suara milik Suharto yang ada di luar

__ADS_1


Akhirnya selesai juga aku dan Ginten… tubuhku penuh peluh, begiu juga Ginten yang kecapekan, begitu juga si Ginten yang dari tadi kerja keres mengemut punyaku….


Untuk kali ini kami tidak melakuakn hubungan badan sama sekali, kami hanya berposisi enam sembilan sampek jhruoot semua…


“Eh sudah selesai pak Totok?” kata suara yang ada di luar


“Lho…Hun…pintu rumah kita kok terbuk separuh gitu!” bisikku kepada Ginten


“Bukanya tadi mas yang nutup, saya sih tadi gak perhatiin pintu itu mas!” jawab  Ginten sambil berbisik


“Berarti Suharto liat kita tadi sedang ngapain dong Hun hihihihi”


“Biarin mas, biar dia kepingin heheheh”


“Nanti kalau kita ngobrol, kita pancing-pancing aja Hun heheheh”


*****


“Wah mas Suharto, maaf menunggu, kami tadi kan sedang hisap hisap an… gimana tadi lihat kami nggak mas, pasti lihat dong eheheheh”


“I..iya pak, tadi saya gak sengaja lihat” jawab Suharto sambil menunduk


“Gak usah malu mas… hisal hisapan itu enak lho… mas Suharto harus coba menghisap empal brewoknya perempuan, pasti ketagihan mas hehehe”


“Maaf pak.. Bukanya bauknya empal brewok itu pesing dan agak busuk pak?”


“Salaaaah kamu salah mas… baunya empal brewok itu sangat gurih, sangat khas, dan membuat ketagihan. Apalagi rasa ledir yang keluar dari dalamnya mas …”


“Lendir itu keluar sedikit dan perlahan lahan untuk membasahi rongga bagian dalam empal brewok itu…. Uaaahh rasanya asin gurih, lezaaaat, pokoknya tidak ada rasa di dunia ini yang melebihi rasa nikmatnya jilatin lendir yang keluar dari sana”


“Ah mas ini bisa aja sih… saya kan malu mas”


“Tenang aja Hun, empal  milikmu memang luar biasa nikmatnya kok Hun hihihihi”


“Ok… sekarang apa tujuan mas Suharto kesini?”


“Sesuai dengan janji saya kemarin pak, saya kesini untuk memberitahu informasi tentang apa yang dilakukan bapak saya”


“Saya kan bilang mau ketemu kamu disana, bukan dirumah ini To, kok kamu kesini?”


“Tadi saya dari rumah di desa sebelah, tetapi kosong, makanya saya kesini dan saya hmm tadi sempat lihat bapak yang lagi nganu itu “


“Ya sudah ndak papa, itung-itung pelajaran segs buat kamu, sekarang apa yang mau kamu laporkan kepada saya?”

__ADS_1


“Kata bapak saya, dirumah bu Ginten disana ada harta karun yang luar biasa”


__ADS_2