
“Ini pak Totok, sebagian koleksi saya, buku dan majalan ini saya wariskan kepada pak Totok untuk dipelajari dan dipraktekan kepada istrinya pak Totok agar cepat punya anak”
“Tentunya ada juga makanan yang harus pak Totok konsumsi selain mempraktekan apa yang ada di buku itu…. Tiap hari makan telur ayam kampung dan jangan lupa untuk makan kecambah yang banyak hingga istrinya pak Totok Hamil heheheh”
“Selamat mencoba dan semoga berhasil pak…. Saya berangkat dulu pak Totot”
Pak Peno segera pergi meninggalkan aku dengan satu dos kecil buku dan majalah yang diwariskan kepada aku. Mungkin majalah dan buku ini merupakan koleksi pak Peno waktu dia masih muda.
Sangar juga koleksi orang itu hehehehe.
“Apa isi dos itu mas?” tanya Ginten ketika aku sudah sampai di rumah
“Kata pak Totok ini koleksi dia, dan diwariskan kepada aku Hun”
“Jangan-jangan isinya barang berbahaya mas hihihihi”
“Coba kita lihat aja Bun.. siapa tau cocok buat kita hehehe”
Aku penasaran dengan apa yang pak Peno kasih, dan ternyata isinya adalah belasan majalah dan belasan buku purnu… gila bener pak Peni ini, Diam-diam dia kolektor benda seni tingkat tinggi hihihi.
“Mas.. kalau yang ada disini sih kita udah bisa semua mas, saya gak butuh aneka gaya dan model. Yang saya butuh itu cara agar cepat hamil mas hehehe”
“Bentar Hun… kayaknya kita gak pernah pakai gaya ini Hun… disini ada gaya helikopter… kamu di bawah. Aku di atas sambil berputar hihihi”
“Halah sama aja mas.. Gak juga bikin saya hamil… coba nanti saya tanya ke bu Peno”
“Eeeh tadi pak Peno kasih juga resep agar cepat hamil Hun, katanya aku harus makan telur ayam kampung, dan makan kecambah yang banyak Hun”
“Nah itu bisa dicoba mas… saya cari telur ayam kampung dan cambah dulu ya mas..”
Hunnyku pergi ke pasar kaget yang ada di pojokan sana, pasti dia nanti akan bertemu dengan ibu-ibu komplek. Dan pasti nanti ada saja yang mereka bicarakan hehehe.
Nah kalau dengan proses menuju hamil ini bisa membuat Hunnyku bahagia ya sudah gak papa, akan aku usahakan untuk bisa menghamili Hunnyku.
Pokoknya dia bisa lupa masalah dengan Mak Nyat Mani, terus terang gak cuma Hunnyku yang kepikiran, aku pun jadi kepikiran dengan apa yang diomongkan Mak Nyat Mani.
Kehidupanku sudah mulai ada perubahan menuju ke keadaan yang lebih baik, tapi kenapa pada waktu ini ada saja masalah baru yang muncul. Aku benar-benar capek apabila harus terus terusan berhadapan dengan masalah ghaib.
*****
“Mas……” kata Hunnyku yang tiba-tiba datang dengan wajah cemberut
“Ada apa Hun… kenapa kamu datang-datang kok marah kayak gitu?”
__ADS_1
“Mas… tau nggak… Marwoto dan Suparmi menyebarkan gosip kalau kita main dukun waktu jualan baju, sehingga sekarang banyak ibu-ibu yang gak mau lagi beli baju ke kita”
“Kamu tau dari mana kalau Marwoto dan Suparmi yang berkata gitu Hun?”
“Ibu-ibu yang belanja di pasar mas…mereka dapat kabar dari Suparmi bahwa kita main dukun agar dagangan kita laris”
“Terus nanti malam dia akan datang ke toko, karena katanya mau buktikan kepada pembeli bahwa kita pakek bantuan penglaris Jin untuk membuat orang-orang datang ke toko kita”
“Hahaha biar saja Hun, kita tunggu saja nanti malam… aku rasa dia memang ingin menjatuhkan kita saja Hun”
“Mumpung masih pagi.. Yuk kita ewe Hun hihihi, siapa tau yang ada di buku-buku pak Peno ini bermanfaat hihihih”
“Malas mas, aku lagi kepikiran omongan ibu-ibu itu mas.”
“Eh gini aja Hun… biar kamu enakan, coba kamu ke bu Peno… ceritakan apa yang tadi di pasar kamu dengar, semoga bu Peno masih bijaksana dengan memberikan masukan buat kita Hun”
Baru kali ini Ginten merasa jatuh mentalnya setelah difitnah oleh Marwoto dan istrinya… baru kali ini aku melihat istriku marah dan jengkel karena isu yang dihembuskan Marwoto.
Sekarang dia ada di rumah bu Peno, dan semoga bu Peno tidak kemakan isu yang dihembuskan Marwoto dan Suparmi.
Cukup lama juga Hunnyku ada di rumah bu Peno… memang sulit untuk membendung isu yang beredar di sebuah desa, tapi paling tidak nanti hunnyku akan mendapat penjelasan dari bu Peno agar dia semangat lagi.
*****
“Bu Peno dan pak Peno kan tau sendiri bagaimana sepak terjangnya mas Rochman ketika datang kesini pertama kali, hingga ada mbak Dany yang mempercayakan kita untuk mengelola sebuah toko pakaian bekas”
“Ya sudah kalau begitu Hun, sekarang kita harus buktikan kepada penduduk desa ini bahwa kita tidak menggunakan dukun sama sekali”
“Kita tunggu nanti malam di toko saja Hun, dan semoga dia juga membawa pasukannya sekalian, atau bahkan dia mungkin juga akan mengundang ibu-ibu disini untuk menyaksikan dia yang berusaha membuktikan bahwa kita main dukun hehehehe”
“Dan dia bakal tidak akan mendapatkan apapun di sana, bahkan dia akan pulang dengan malu… kecuali…..”
“Kecuali apa mas?”
“Kecuali ada Mak Nyat Mani disana yang juga akan menghancurkan usaha kita Hun”
“Tapi tidak mungkin Hun, permainan seperti itu bukan kebiasaan Mak Nyat Mani… dia tidak akan berbuat hal sepele seperti itu”
*****
Sore hari kami bersiap ke toko, ketika aku sudah keluarkan sepeda milik pak Peno, tiba-tiba bu Peno dan pak Peno keluar dan menemui aku dan Ginten.
“Pak Totok dan bu Totok… kalian jangan takut dengan isu yang berkembang di desa ini, saya yakin penduduk disini tau bagaimana usaha pak Totok waktu pertama kali ada disini”
__ADS_1
“Usaha keras pak Totok dari berjualan di emper hingga sekarang bisa mengelola sebuah toko itu bukan usaha yang mudah… “ kata bu Peno
“Apalagi sebagian penduduk disini tau bagaimana sifat dan kelakuan Marwoto dan istrinya ketika mereka tinggal di desa sebelah sana itu”
“Jadi bu Ginten harus tetap semangat ya…. “ kata bu Peno yang sampai detik ini baik kepada kami berdua.
Sore hari berboncengan sepeda menuju ke pasar, dan kami berdua belum tau apa yang nanti terjadi di pasar dengan Marwoto dan Suparmi yang mulai mengisengi usaha kami.
Terus terang aku tegang juga memikirkan apa yang akan kami dapat ketika kami sampai di toko Gemezzz, apalagi di Marwoto yang berusaha untuk merusak usaha kami disana.
Lima belas menit dari berangkat, kami sudah memasuki pasar Gebang….
Dari jauh aku bisa lihat keadaan toko yang masih tutup… dari jauh sini aku lihat ada mobil mbak Dany yang terparkir di tempat biasanya, dari jauh sini aku belum melihat Marwoto dan Suparmi.
“Ayo mas…jangan berhenti…!”
“Iya Hun… eh lebih baik kita cerita kepada mbak Dany saja Hun sebelum kita buka toko”
“Iya mas… Nanti saya yang akan cerita ke mbak Dany…”
Ketika kami sampai di depan toko Gemezzz ternyata mbak Dany belum masuk ke toko, dia menunggu kami di dalam mobilnya.
Tapi wajah mbak Dany terlihat berbeda dari pada biasanya, kali ini dia agak murung, pasti ada sesuatu yang terjadi disini.
“Selamat sore mbak Dany… kok masih dimobil?” sapa Ginten
“Selamat sore bu Totok dan pak Totok… eh iya saya di mobil dulu. Eh tadi toko kita kedatangan suami istri yang mengaku sebagai penguasa daerah ini, dia bilang kita tidak boleh buka toko karena pak Totok dan bu Totok bermain dukun”
“Nah itu yang akan kami ceritakan kepada mbak Dany” kata Ginten
“Tadi pagi waktu saya ke pasar desa, ibu-ibu disana rasan rasan tentang toko ini mbak…”
Ginten bercerita kepada mbak Dany tentang isu yang berkembang di desa, dan tentu saja tentang semangat yang diberikan bu Peno kepada kami juga.
Tentang Marwoto dan Suparmy yang akan datang kesini untuk membuktikan bahwa kami menggunakan dukun dan setan untuk membuat lari toko ini.
“Saya percaya dengan pak Totok dan bu Totok, karena saya sudah tau dari pertama pak Totok jualan di emperan, cuma yang namanya isu itu kan berkembangnya liar, semua orang akan mempercayai isu itu” kata mbak Dany
“Tenang saja mbak… nanti dia akan kesini untuk membuktikan bahwa kami menggunakan dukun atau tidak, dan saya bisa membuktikannya. Yang penting sekarang kir kerja seperti biasa saja”
Ginten dan mbak Dany membuka pintu toko, sementara itu aku melihat ke sekeliling toko untuk mencari siapa tau Marwoto menaruh setan di toko ini.
Dan ternyata benar….!
__ADS_1
Di atap toko sudah ada demit yang berdiri sambil meneteskan liurnya!