Rochman Dan Ginten

Rochman Dan Ginten
47. Pembukaan toko Gemezzz


__ADS_3

“Jadi gimana dengan tawaran Dany ini bu Totok?...”


“Pokoknya keuntungan yang didapat kita bagi dua, tanpa potongan sama sekali…. Saya sediakan ruko atau toko di daerah pasar, ibu dan bapak Totok yang akan berjualan”


“Waduh jadi kita punya toko pakaian gitu mbak Dany?” tanya istriku


“Tepat sekali, dan nama tokonya terserah dari kalian berdua… pokoknya semua terserah kalian, harga jual saya rasa sudah tepat, kemudian untuk keuntungan saya bagi rata saja.. Dan semua kalian yang kelola…”


“Eh maaf mbak Dany…kenapa mbak Dany sebegitu percayanya kepada kami, padahal baru juga lihat kami berjualan dua kali”


“Tidak pak Tok… saya sudah pasang orang disana lama sekali… saya lihat semua toko yang berjualan pakaian di setiap pasar tiap daerah”


“Ramai tidaknya itu pasti ada karena faktor faktor tertentu, dan lapak pakaian kalian berdua itu yang paling ramai dan paling laris, padahal harga tidak jauh berbeda, hanya beda seribu hingga dua ribu lebih mahal atau lebih murah saja”


“Jadi menurut pendapat saya.. Untuk invest sesuatu jangan sampai menunggu lama. Semakin lama tanpa ada pembaruan maka kondisi akan meredup… ketika sedang bersinar itulah kita harus lebih besar dan lebih kuat” jelas mbak Dany


“Wah saya sih tidak sampai berpikiran seperti itu mbak Dany.. sekarang gimana mbak Dany?” tanya Ginten lagi


“Heheheh bu Totok ini kok tanya lagi, sekarang tinggal jawab saja bu ..iya atau tidak heheheh


“Eh mbak Dany.. maaf saya mau tanya lagi… mbak.. Kalau seumpama penjualanya sedikit gimana mbak?”


“Hehehe gini pak Totok… tidak ada orang yang mau rugi apabila berdagang… keberuntungan selalu menaungi keuntungan… dari yang saya analisa… seseorang dengan faktor keberuntungan itu bukan sekedar kebetulan”


“Tetapi sudah merupakan jati diri pak.. Dari dalam diri orang itu sendiri  yang mengolah auranya dan apa saja yang dia lakukan….jadi disini saya nekat sewa toko itu karena saya percaya pada keberuntungan yang berasal dari pak Totok dan bu Ginten”


“Jadi tolong jangan sekali kali berpikir tentang kerugian hehehe.. Sepaham ya bu dan pak Totok?”


“Ok saya setuju dengan ide dari mbak Dany…lalu apa yang harus kami lakukan mbak… apa nanti malam kami tidak berjualan?” tanya Ginten


“Ya tetap berjualan saja… tetapi bukan di lapak itu… tetapi di seberang lapak.. Saya sudah kontrak toko yang ada di seberang kalian berjualan”


“Dan sudah saya isi dengan pakaian dari produk saya”


“Oh toko kosong yang ada di depan lapak kami  itu punya mbak Dany?”


“Iya pak.. Saya pemiliknya.. Saya berani kontrak setelah saya lihat kalian berjualan dengan giat… maaf pada awalnya saya ingin bersaing dengan kalian, saya berjualan tepat di depan lapak kalian…”


“Tetapi setelah melihat kalian berdua, saya merubah pikiran saya.. Apalagi setelah saya tau satu karung pakaian bisa habis dalam dua hari..saya semakin yakin untuk mengelolakan toko itu pada bapak dan ibu Ginten”


“Bagaimana seandainya kami tolak usulan dari mbak Dany?” tanya Ginten


“Ya nggak masalah bu.. Nanti ibu bisa gunakan toko itu untuk gudang saja, dan pakaian bisa diambil dari dalam toko.. Jadi ibu gak usah susah-susah bawa karung ke pasar heheheh”

__ADS_1


“Wah benar-benar percaya diri mbak Dany ini… “


“Ok kalau begitu saya setuju dengan usulan mbak Dany… karena mbak Dany sendiri juga percaya diri dan nekat untuk berjualan disana heheheh” kata Ginten mulai semangat


“Tapi saya ada beberapa syarat mbak… saya gak mau ada penglaris atau apapun yang ada disana.. Ruko atau toko itu harus bersih dari yang berbau ghaib”


“Oh begitu ya pak, eh nanti akan saya suruh orang melepas apa yang pernah saya perintahkan untuk memasang penglaris disana”


“Tidak usah mbak Dany.. nanti saya yang akan melupakannya dan saya yang akan melakukan pembersihan disana”


“Jadi kapan kita bisa mulai mbak?”


“Nanti malam sudah bisa mulai pak.. Oh iya.. Nama tokonya apa, biar nanti saya akan buatkan spanduknya dan akan saya tempel disana”


“Hehehe ini dia yang paling saya suka…. Namanya GEMEZZZ mbak….. Gemezzz pakai huruf Zet ya, eh pakai tiga huruf zet mbak… itu gambaran dari istri tercinta saya”


“Hahahah pak Totok ini benar-benar mencintai istrinya ya… hehehe”


“Ok saya pamit dulu..nanti malam  sore saya tunggu di toko Gemezzz pakai tiga zet ya heheheh”


Mbak Dany pergi setelah selesai dengan kami.. Aku gak ngira dia begitu percaya dengan aku dan Ginten.. Dia bisa percaya begitu saja dengan kami.


“Hun… gimana pendapatmu dengan kemajuan kita ini?”


“Iya mas.. Saya gak ngira sama sekali bisa sepesat ini, saya merasa bisa menjadi manusia yang berhasil mas”


“Yang menjadikan kita seperti ini kan mbok Painah mas..saya bisa jadi manusia seutuhnya, dan bisa menikah dengan mas Rochman… semua ini kan karena tugas dari mbok Painah mas”


“Iya aku tau Hun…. tapi mau gimana lagi, kita sudah saling mencintai dan menikah pula… dan kita sudah tengah jalan dengan segala urusan yang berkaitan dengan Marwoto mas”


“IYaaa aku tau itu Hun… pelan pelan kita harus bisa melepaskan diri  dari mereka hun.. Aku akan berpikir bagaimana caranya agar kita bisa hidup bahagia berdua”


Sore hari aku dan Hunnyku sudah gak sabar untuk ke pasar, karena kami akan melihat toko kami.. cita-citaku yang dulu aku idam idamkan.


Kukayuh sepeda kebo milik pak Peno dengan kencang, Hunnykupun memegang aku sangat erat seakan akan dia takut terlepas dari aku.


Sesampai di pasar….. Aku arahkan sepeda ini ke tempat biasanya aku dan Hunnyku  berjualan…. Di bawah sinar lampu penerangan jalan.


Ketika sampai di tempat aku biasa berjualan, ternyata disana sudah ada beberapa orang yang sedang berdiri…aku nggak tau sedang apa beberapa orang itu..


“Hun… itu ada beberapa orang sedang berdiri.. Apa mereka sedang menunggu kita ya Hun?”


“Nggak tau mas… coba kita datangi dan tanyakan saja mereka sedang apa berdiri di depan tempat kita berjualan”

__ADS_1


Kuarahkan sepeda ke tempat biasanya aku dan Hunnyku berjualan, ketika aku dan hunnyku sampai, ternyata mereka yang sedang berdiri dan terlihat sedang menunggu sesuatu itu kemudian menoleh ke kami berdua.


“Akhirnya datang juga….” seru seorang ibu-ibu yang menenteng tas


“Ya.. ada apa yag bu, apakah bapak dan ibu-ibu ini sedang menunggu kami datang?”


“Iya bu Totok.. Kami mau beli pakaian” kata buibu yang memakai daster coklat”


“Bentar ya buibu… saya masih kecapekan”


“Lho apa pak Totok gak bawa barang jualan… kok di sepedanya gak ada karung yang biasanya berisi pakaian yang akan dijual?” tanya bapak-bapak yang ada di sebelah Ginten


Kulihat didepanku ada sebuah toko yang sudah buka separuh pintu rollingdoornya… di atas toko itu ada sebuah spanduk yang bertuliskan TOKO GEMEZZZ pakaian pria dan wanita.


“Eh sebentar ya ibu dan bapak… saya mau mau masuk ke toko ini dulu, kalau semua sudah siap… bapak dan ibu boleh masuk ke toko Gemezzz” kata Hunnyku tersenyum


“Ayo mas…kita cek ke dalam dulu keadaan toko ini hihihihi” ajak Hunnyku yang wajahnya makin gembira


Aku dan Ginten masuk ke dalam toko yang rolling doornya hanya terbuka separuh.


Ketika aku sudah ada di dalam, ternyata semua sudah tertata, sudah tergantung di penggantungan baju yang mirip di toko sebelah.. Semua sudah terlipat dan tersimpan di rak rak pakaian.


Ada mbak Dany yang sedang berdiri menatap pakaian yang sudah tertata rapi dan siap untuk dijual.


“Alhamdulillah … akhirnya bapak dan ibu Totok datang juga….” kata mbak Dany


“Di depan itu sudah ada beberapa orang yang seperti nya sedang menunggu kalian buka lapak ya?”


“Iya mbak Dany…mereka sedang menunggu kami untuk buka lapak pakaian.. Eh apakah toko ini sudah siap? Kalau sudah siap akan saya suruh mereka masuk ke sini mbak”


“Sudah pak Totok.. Semua sudah siap.. Sudah saya siapkan tenaga kasir juga.. Jadi bapak dan ibu Totok tinggal promosikan dan ambilkan pakaian yang diminta oleh para pembeli saja, untuk pembayaran bisa langsung ke kasir saja”


“Intinya sebagai pemilik toko ini..bapak dan ibu Totok hanya melayani seperlunya saja dan  berbicara kepada pembeli untuk tetap membeli pakaian di toko Gemezzz.. Untuk masalah lainya disini ada satu kasir dan dua orang pelayan”


“Harga sudah tertera di tiap pakaian, dan harga itu sesuai dengan yang selama ini kalian berdua jual, agar pembeli tidak takut dengan harga yang dipikir mahal karena perbedaan toko dan lapak” kata mbak Dany


“Disini ada Pelayan dan gunanya untuk mengambilkan stok pakaian yang diminta oleh pembeli… gimana sudah paham kan bu Totok dan pak Totok..kalian pemilik toko Gemezzz dan ada tiga pelayan yang siap kalian berdua suruh” kata mbak Dany sambil tersenyum


“Kalau sudah paham… sekarang persilahkan masuk orang-orang yang sudah antri menunggu lapak bapak dan ibu Totok itu”


Kubuka rolling door semakin lebar… kemudian Hunnyku mengundang calon pembeli yang sudah dari tadi menunggu lapak kami gelar…


Tentu saja mereka kaget ketika Hunnyku menyuruh mereka untuk masuk ke dalam toko Gemezzz.

__ADS_1


Awalnya mereka tidak mau masuk… tetapi setelah dijelaskan bahwa toko ini adalah milik aku dan Hunnyku, pembelipun akhirnya tidak sungkan-sungkan untuk masuk.


“Ini adalah toko kami pengganti lapak bawah pohon … tapi bapak dan ibu jangan khawatir.. Meskipun kami sudah buka toko, tetapi harga tetap harga lapak seperti biasanya” teriak Ginten kepada orang-orang yang masih ragu untuk masuk ke toko


__ADS_2