Rumah Di Lahan Pekuburan

Rumah Di Lahan Pekuburan
Bab 25. Pria Aneh


__ADS_3

Karmila tampak berat untuk melangkah ke arah pintu. Namun, dia juga tidak mungkin mendiamkan orang yang mengetuk pintu itu.


Karmila memutar handle, tetapi ternyata tidak bisa dan pintunya terkunci.


"Kau kayak pintu otomatis saja," keluh Karmila lalu memutar kunci yang masih bergelantungan di tempatnya.


"Hah!" Karmila menghela nafas saat pintu sudah dalam keadaan terbuka.


Namun, wanita itu kaget saat tidak melihat orang di depan pintu.


"Loh kok? Suara ketukan pintu tadi darimana?" Wanita itu terdiri dengan bengong. Matanya menatap ke segala penjuru pekarangan rumah. Listrik padam mendadak sehingga menciptakan kegelapan di mana-mana.


"Ya Allah, kenapa harus mati listrik sih," keluh Karmila.


Wanita itu berjalan keluar dan memiliki duduk termenung di teras rumah daripada harus kembali masuk ke dalam.


Di kegelapan malam, tidak jauh dari tempatnya duduk terlihat bayang-bayang yang berjalan menjauh darinya. Hati Karmila tergerak untuk mendekatinya.


Pelan-pelan Karmila mengikuti arah orang itu bergerak. Semakin lama orang itu semakin berjalan menjauh. Karmila yang seperti orang terhipnotis terus saja mengikuti langkah orang itu tanpa sedikitpun rasa takut.


Hingga orang yang diikutinya masuk ke dalam jurang, barulah Karmila sadar dan berhenti mendadak.

__ADS_1


"Aku kalau mengikuti dia terus bisa tersesat, apalagi malam-malam yang gelap seperti ini." Karmila berdiri mematung. Matanya masih menatap awas ke arah punggung orang yang hampir saja hilang ditelan jarak dan kegelapan itu.


Saat bersamaan ada sorot cahaya motor yang menerangi tubuh orang yang hampir menghilang itu.


"Apa aku tidak salah? Mengapa aku melihat kulit orang itu hitam seperti terbakar dan melepuh? Apa jangan-jangan ibu menjadi hantu." Bulu kuduk Karmila meremang seketika.


Karmila berbalik, hendak kembali ke rumahnya lagi. Meskipun rumahnya terasa horor saat ini tetap saja bagi Karmila rumah adalah tempat ternyaman bagi dirinya.


Namun, sepanjang perjalanan dirinya tidak berhasil mencapai rumahnya itu.


"Apa aku salah mengambil jalur?" Karmila mengambil arah lain. Dia masih mencoba untuk bersikap tenang. Selagi tidak ada yang menculik dirinya dia tidak akan pernah takut tidak bisa kembali.


"Baik-baik ya sayang, mulai sekarang kamu harus belajar kuat," lirih Karmila. Sebenarnya nafasnya sudah tersengal-sengal dan tubuhnya seakan tidak mampu untuk melakukan perjalanan lagi, apalagi kalau dirinya harus tersesat untuk yang kedua kali.


Lama Karmila berjongkok akhirnya dia berdiri dan memutuskan melakukan perjalanan pulang kembali. Kali ini dia mendapatkan petunjuk, yaitu lampu-lampu yang menyala di rumah warga. Benar atau tidaknya rumah miliknya ada di deretan rumah itu atau tidak Karmila tidak perduli. Jika rumahnya ada di daerah lain, setidaknya dia akan menemukan orang yang bisa diminta pertolongan.


Saat hendak melangkah tiba-tiba ada yang menepuk pundak Karmila. Wanita itu langsung melompat, kaget dan rasa takut secara bersamaan menyergap.


"Jangan melompat seperti itu!" terdengar suara seorang pria.


"Dia manusia?" Karmila mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.

__ADS_1


"Hei!" Pria itu melambaikan tangannya di depan wajah Karmila.


"Kamu siapa? Kau mengikutiku ya?" Karmila sembarangan menuduh.


"Enak saja, saya hanya kebetulan lewat sini," jawab pria itu. Karmila mencoba membuka mata lebar-lebar sehingga bisa melihat seperti apa wajah pria tersebut.


"Malam-malam begini berkeliaran sembarangan? Atau jangan-jangan kamu maling ya!" tuduh Karmila.


"Dan kamu sendiri bagaimana? Perempuan malam-malam begini berkeliaran sendirian, kira-kira apa tuduhan yang tepat?" Pria itu membalikkan ucapan Karmila.


"Sudah aku tidak ingin berdebat!" Karmila berbalik hendak pergi. Namun, ditahan oleh pria itu.


"Jangan pergi dulu!"


"Ogah, bisa-bisa saya dikeroyok massa karena terlihat berduaan dengan pria aneh sepertimu. Kita akan dianggap berbuat mesum." Karmila langsung melangkah pergi.


"Karmila!" seru pria itu membuat Karmila menghentikan langkah.


"Dia mengenalku?"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2