Rune Knight (Monster Tamer)

Rune Knight (Monster Tamer)
BAB II Turnamen Antar Akademi


__ADS_3

2.2 Turnamen Akademi.


Banyak orang berkerumun di tengah kota Akademi. Suasana kota Akademi juga sangat ramai berbeda dengan biasanya. Ternyata mereka semua menyambut kedatangan para raja dari seluruh kerajaan.


Pertama kali raja yang datang adalah raja Harlequin dengan menggunakan baju berwarna hijau dan mahkota perak di kepalanya. Di belakangnya ada pak Syahir menjadi pengawal raja Harlequin.


Tidak lama kemudian muncul seseorang berambut kuning dengan armor lengkap di tubuhnya. Itu adalah raja Magnolia yaitu raja Laxus. Dia didampingi oleh dua pengawal di samping kanan dan kirinya.


Setelah itu datang raja kerajaan Uruk yaitu raja Rohan. Dia menggunakan baju khas kerajaan uruk yang berbentuk seperti jubah berwarna cokelat dan kepalanya dililit kain berwarna hitam. Terlihat juga dia mengacungkan senjata berjenis saber ke atas. Di sampingnya ada pangeran Gilgamesh berumur sekitar 20 tahun yang katanya akan menjadi penerus dalam waktu dekat.


Selanjutnya datang raja kerajaan Imperial yaitu raja Felix. Dia menggunakan jubah berwarna biru di punggungnya dan armor biru di badannya. Di belakangnya ada dua pengawal yaitu orang berambut cokelat dan beramor lengkap silver. Di sampingnya adalah orang yang aku kenal yaitu Okhie.


Berselang cukup lama dari kedatangan raja Felix terlihat raja kerajaan Roman datang. Rajanya bernama Loke menggunakan pakaian terbuat dari kain berwarna putih dan memiliki penutup kepala. Di sampingnya seorang pengawal wanita berambut hitam dan memiliki tatapan sangat tajam.


Tak lama kemudian raja kerajaan Clover datang. Rajanya bernama Monspeat terlihat telanjang dada menggunakan jubah berwarna hitam di belakangnya. Mengikuti di belakangnya ada raja terdahulu yaitu Galan serta dua orang pengawal memakai topeng berwarna hitam dan merah.


Para raja datang ke kota Akademi untuk menyaksikan turnamen antar 4 akademi terbaik di dunia ini. Mereka berenam berdiri menyambut para tunas muda harapan seluruh kerajaan.


Akademi pertama adalah Distrik Akademi yang menggunakan seragam hitam yang telah disesuaikan dengan job masing-masing.


Akademi kedua adalah Waltz Akademi yang menggunakan seragam biru muda yang telah disesuaikan dengan job masing-masing.


Akademi ketiga adalah Tower Akademi yang menggunakan seragam merah yang telah disesuaikan dengan job masing-masing.


Akademi keempat adalah Float Akademi yang menggunakan seragam putih yang telah disesuaikan dengan job masing-masing.


Semua siswa pelatihan yang mengikuti turnamen berdiri di tengah lapangan. Ini adalah acara pembukaan. Raja Laxus menjadi raja yang memberikan sambutan mewakili raja-raja lainnya.


"Selamat datang wahai para tunas muda. Kami para raja sangat mendukung acara ini dengan penuh antusias. Kami datang tidak hanya untuk menonton. Tetapi, kami berkewajiban memberikan semangat dan dukungan pada kalian. Harapan kami adalah terciptanya bunga-bunga yang mekar indah dan kuat. Jadi jangan ragu membakar jiwa muda kalian. Semoga kegiatan ini dapat memacu semangat juang dan memperlihatkan pentingnya perjuangan. Serta jangan lupakan bahwa kita semua adalah satu. Satu Nusantara," kata raja Laxus berpidato.


Setelah itu raja Laxus dan raja lainnya meninggalkan lapangan diiringi tepuk tangan meriah penonton yang ada di sekitar lapangan.


Hari pertama hanyalah upacara pembukaan di pagi hari. Pada malam harinya pesta ramah tamah antara seluruh peserta bersama para raja dilakukan di gedung Distrik Akademi.


Seperti biasa Nadha menyeretku kesana kemari sambil mencicipi makanan yang tersedia. Di belakang terlihat Robin mengikuti sambil tersenyum melihat tingkah laku kami.


Kami bertiga cukup menyita perhatian seluruh tamu undangan. Termasuk raja Harlequin yang tersenyum masam melihat kelakuan putrinya.


"Kenang cepat sedikit dong jalannya, nanti keburu habis makanan yang ada di meja," kata Nadha sambil terus menarikku.


"Kamu tidak malu diperhatikan orang-orang Nadha?," tanyaku sedikit gugup karena diperhatikan banyak orang.


Tiba-tiba seorang seumuran kami datang menghampiri Nadha. Dia menggunakan seragam dari Waltz Akademi. Rambutnya berwarna cokelat dan terlihat sangat ganteng.


"Hei nona bagaimana kalau kamu lepaskan pelayanmu di belakang lalu menikmati pesta bersamaku," kata lelaki yang menghampiri Nadha tadi.


"Siapa kamu?" tanya Nadha kepada laki-laki tadi.


"Perkenalkan namaku Reza berasal dari bangsawan kerajaan Magnolia. Senang bisa berkenalan denganmu," kata laki-laki tadi dengan sangat sopan.


"Aku tidak ada urusan denganmu," dengan santai Nadha menjawab dan langsung pergi meninggalkan Reza.


Reza terlihat sangat kaget. Mungkin ini adalah pertama kalinya dia ditolak seorang gadis. Dia hanya terpaku tanpa berkata apapun dan mukanya menggambarkan kekecewaan.


"Maafkan puteri kami ya," kata Robin tersenyum sambil menepuk pundak Reza.


Pengumuman tentang jadwal turnamenpun di sampaikan. Ada lima agenda yang akan dilakukan dalam turnamen akademi tahun ini yaitu:




Pembukaan dan pesta ramah tamah.




Tantangan pertama: Uji kemampuan. Tantangan ini menguji seluruh kemampuan fisik, kecerdasan, sihir atau skill, dan rune. Jadi tantangan ini adalah tantangan individual. Jika salah satu gagal maka yang lain juga akan gagal.




Tantangan kedua: Survival life. Tantangan ini harus menyelesaikan misi khusus dan akan berlaku sistem gugur jika para peserta tidak dapat bertahan atau tidak menyelesaikan misi khusus selama seminggu di Hutan Mitos.




Tantangan ketiga: Pertarungan antar individu. Ini untuk menentukan kemampuan individu pada party sehingga dapat di tentukan pemenangnya dengan bertarung.

__ADS_1




Pengumuman dan pesta penutupan.




***


Ujian pertama adalah uji kemampuan. Menurutku ujian ini digunakan untuk melihat kemapuan kami secara individu. Jika kemampauan individu kami cukup baik maka kami tidak akan menyulitkan anggota tim yang bersama kami. Itu adalah inti yang aku tangkap dari ujian ini.


Semua peserta berada di gedung olahraga Distrik Akademi. Sangat banyak penonton duduk di tribun jauh dari lapangan utama. Para raja duduk diatas panggung dekat dengan lapangan yang akan kami gunakan untuk tes kemampuan fisik.


Ujian kemampuan hari pertama.


Kemampuan fisik kami diuji melalui dua tahapan.


Yang pertama yaitu berlari mengitari arena. Satu orang harus dapat berlari 100 putaran dengan waktu maksimal satu jam.


Aku tidak terlalu kesulitan dalam ujian ini. Terlihat Nadha dan Robin juga tidak masalah. Kami berlari tanpa berhenti sedikitpun hingga mencapai 100 putaran. Peserta lainpun juga sama. Mereka semua berhasil lari hingga 100 putaran.


Kedua berenang dan menyelam. Kami di pindahkan menggunakan sihir teleportasi ke sebuah danau dekat Distrik Akademi. Kami harus berenang setengah putaran setelah itu menyelam setengah putaran hingga mencapai 50 putaran.


Seluruh peserta juga tidak kesulitan dengan ujian kedua ini. Sebenarnya aku cukup yakin bahwa ujian fisik ini akan dilewati semua peserta. Karena sebelum masuk Akademi pelatihan kami harus memiliki fisik yang sangat baik sehingga kami perlu melakukan latihan yang sangat keras.


Ujian kemampuan hari kedua.


Pada hari kedua kami dites untuk mengikuti ujian tulis. Ujian ini menyangkut tentang pengetahuan job, monster mitos, dan memprediksi suatu kejadian.


Untuk materi job dan monster mitos aku lihat tidak ada kesulitan yang berarti. Bagiku saja yang nilai waktu lulus pelatihan dasar termasuk yang terbawah masih dapat mengerjakannya.


Tetapi untuk memprediksi kejadian, aku cukup kesulitan. Karena ini betul-betul harus seobjektif mungkin dengan apa yang kita pikirkan.


Aku terus menggaruk kepalaku dan sering mencoba melihat peserta lain. Ternyata bukan cuma aku saja yang garuk-garuk kepala kataku dalam hati sambil tersenyum.


Meskipun begitu hari itu dapat kami lewati tanpa ada yang tidak lulus. Aku langsung menghadap ke instrukturku dan menangis.


"Aku tidak menyangka instruktur nilaiku bisa sebagus ini," kataku menangis sambil menunjukkan hasil ujian tulisku yang sebernarnya nilainya hampir tidak lulus. Sementara Nadha dan Robin nilainya sangat jauh di atasku.


"Aku tidak seperti kalian monster berotak cerdas," kataku membalas ejekan Nadha sambil terus mengeluarkan air mataku.


"Apa katamu ha....," kata Nadha sangat marah sampai menginjak-nginjak aku.


Uji kemampuan hari ketiga.


Pada hari ini kami harus memperlihatkan skill atau sihir yang harus dimiliki oleh job kami. Menurut instruktur Lina penilaiannya mungkin seberapa efektif dan efisien ketika kami menggunakan skill atau sihir tersebut.


Aku telah menguasai skill dan sihir dari thief.


#Skill.


Steal: Skill yang dapat dengan mudah mengambil atau mencuri sesuatu dari orang di dekat kita. Skill dasar job thief.


Acceleration: Skill untuk menambah kecepatan gerak. Skill dasar job thief dan scout.


Insting: Skill yang mempertajam kemampuan menduga. Skill dasar thief.


Fox hunt: Skill untuk mengambil sesuatu yang lebih berbahaya. Skill ini dapat mengambil organ dalam makhluk hidup jika berhasil. Skill lanjutan ketika telah menguasai steal, acceleration dan insting.


#Sihir.


Water: Sihir untuk memadatkan air yang ada di udara. Sihir elemen air tingkat rendah.


Wind: Sihir untuk mengendalikan udara agar meringankan gesekan udara sekitar tubuh pengguna. Sihir elemen angin tingkat rendah.


Fire: Sihir serangan mengeluarkan bola api kecil. Sihir elemen api tingkat rendah.


Fog: Sihir mendatangkan kabut dalam radius 100 meter di sekitar pengguna. Sihir ini adalah sihir tingkat lanjut setelah menguasai sihir water, wind, dan fire.


Sementara itu Nadha dan Robin juga telah menguasai skill dan sihir mereka. Kami masuk satu persatu dalam ruangan tertutup. Sepertinya kami akan diuji dalam ruangan itu.


Aku masuk ke dalam ruangan tadi setelah Nadha dan Robin masuk terlebih dahulu. Aku melihat sekitar ruangan itu. Sekitar sepuluh instruktur berada di dalam ruangan.


"Siswa pelatihan Kenang, giliranmu menunjukkan pada kami penguasaan skill dan sihirmu," kata salah satu instruktur yang menggunakan baju kuning.


"Siap instruktur," jawabku tegas walaupun masih belum tahu apa yang akan aku lakukan.


Aku disuruh berdiri di tengah ruangan dan beberapa instruktur memberikan instruksi secara bergantian. Mereka sepertinya menguji kecepatan pengaktifan skill dan sihirku.

__ADS_1


Uji kemampuan hari keempat.


Ujian hari ini adalah menguji kemampuan kerja sama antara tamer dan monster tamernya. Ujian ini dilakukan di lapangan terbuka dan dapat ditonton oleh orang luar.


Banyak sekali orang yang datang untuk melihat ujian kali ini. Mereka terlihat sangat antusias karena ingin melihat monster mitos jenis apa yang menjadi partner para peserta turnamen.


Awalnya aku ragu-ragu untuk memanggil Escanor. Mungkin karena kejadian terakhir yang dimana kami berdua bertengkar ketika latih tanding. Hingga menyebabkan aku kurang percaya diri ketika masuk ke lapangan.


"Kemarilah Escanor," kataku sambil berharap bahwa Escanor bisa diajak kerja sama.


Setelah itu suara gemuruh semakin mendekat. Seekor naga berwarna hijau kebiruan turun dari langit sambil mengepakkan sayapnya. Selain itu ekor naga tersebut terlihat seperti pedang.


"Whoaaaa," suara penonton terkesima dengan munculnya Escanor.


Terlihat beberapa instruktur terkaget dengan munculnya Escanor. Bukan hanya instruktur, para raja yang awalnya tenang tiba-tiba memasang ekspresi terkejut.


Aku menatap Escanor begitu juga sebaliknya. Kami berdua tertawa di tengah lapangan itu mengabaikan bahwa ini adalah turnamen.


Aku hanya mengira bila mereka terkejut karena belum pernah melihat naga berjenis fafnir. Jadi karena ekspresi terkejut semua orang di sekitar lapangan membuat aku dan Escanor tertawa lepas.


"Uhuk uhuk," suara seseorang memecah suasana canggung itu.


"Baiklah siswa pelatihan Kenang, silahkan tunjukan kemampuan kalian berdua," kata salah satu instruktur yang ada di luar lapangan.


Aku hanya mempraktekan beberapa kombinasi dasar kami berdua yang telah diajarkan Merlin. Hal ini aku lakukan agar lawan tidak mengetahui seluruh teknikku dan Escanor. Aku rasa dengan begitu saja sudah cukup.


#Teknik gabungan.




Hempasan Naga, teknik ini menggunakan kekuatan tangan Escanor untuk menghempaskanku menuju lawan. Sehingga sangat cepat dan sulit di lihat oleh lawan.




Fire knife, teknik dimana pisauku akan disembur oleh Escanor sehingga terlihat seperti pisau api.




Fog insting, teknik menggunakan skill insting pada Escanor dan sihir fog. Sehingga Escanor dapat menembakan semburan api tepat pada sasaran yang ada dalam kabut dan tidak mengenaiku.




Tiga teknik itu yang aku dan Escanor peragakan. Semua orang langsung berdiri dan bertepuk tangan.


Ada beberpa monster mitos milik siswa pelatihan lain yang sangat aku waspadai. Misal posiedon milik Mira dan durahan milik Elric. Selain itu ada monster mitos yang sangat menarik yaitu partner siswa bernama Razer. Dia berasal dari Tower Akademi. Monster mitosnya adalah jenis Talos berasal dari ras titan. Talos adalah salah satu monster mitos yang tidak ada di dalam buku monster yang ada pada manusia.


Akhirnya tahap awal ujian telah selesai. Dan seluruh tim berhak maju ke babak selanjutnya. Tidak ada satupun tim yang gugur.


Setelah pengumuman tersebut aku, Nadha, Robin dan instruktur Lina berkumpul. Kami membicarakan tentang beberapa lawan yang harus diwaspadai di babak selanjutnya. Sembari menunggu pesanan makanan datang kami berdiskusi.


"Jadi siapa menurut kalian yang akan merepotkan kedepannya?" tanya instruktur Lina pada kami.


"Kalo aku sih mungkin dari Waltz Akademi. Orang yang bernama Reza itu memiliki monster mitos Electa dari ras elemental. Dia cukup menggangguku," kata Nadha terlihat serius dari pada biasanya.


"Mungkin menurutku dari Tower Akademi yang bernama Razer. Dia memiliki monster mitos yang tidak tercatat di buku monster," kataku menyambung jawaban Nadha.


"Jadi bagaimana menurutmu Robin?" tanya instruktur Lina pada Robin yang terlihat masih berpikir.


"Menurutku semua berpotensi menjadi lawan yang merepotkan. Karena kita hanya melihat sekilas saja," kata Robin sangat bijak.


"Yah betul kata Robin, tidak ada yang tahu pada babak selanjutnya quest seperti apa yang akan dilakukan. Jadi kalian harus mewaspadai seluruh peserta," jelas instruktur Lina.


Akhirnya makanan pesanan kami datang dan kami menyantapnya.


-------------------****--------------------


Monster Pedia


■Talos: Monster mitos yang memilik tubuh sangat besar. Terlihat tubuhnya seperti tersusun dari berbagai bongkahan yang sangat keras. Warna tubuhnya hitam kebiruan. Memiliki skill membagi diri, barier shield dan kekuatan penghancur yang sangat dahsyat. Monster mitos tingkat god. Termasuk ras titan.



__ADS_1


__ADS_2