Rune Knight (Monster Tamer)

Rune Knight (Monster Tamer)
BAB II Turnamen Antar Akademi


__ADS_3

2.1 Persiapan Turnamen.


Aku melihat ada dua orang di depanku sedang berjalan. Itu adalah Nadha dan pak Syahir. Banyak pohon-pohon yang kami bertiga lewati. Kami berjalan cukup santai sambil menikmati pemandangan di perjalanan.


Kami bertiga berjalan karena Escanor tidak mau mengantar kami dengan alasan kami butuh olahraga. Escanor memang sepertinya marah kepadaku karena kekalahan kami ketika melawan raja Harlequin.


Meskipun begitu jarak antara istana Carleon dengan kota Akademi tidak terlalu jauh. Hanya butuh 3 hari perjalanan paling lama dengan berjalan kaki.


Jalan menuju kota Akademi dari istana Carleon juga terlihat ramai orang berlalu-lalang. Mungkin salah satunya karena telah ada jalan setapak yang sangat bagus dan mudah dilewati. Berbeda dengan perjalananku dari desa Pakel menuju kota Akademi yang sangat sepi serta harus melewati hutan dan lembah.


Akhirnya kami berpisah di dalam kota Akademi karena asrama perempuan berbeda jalur dengan asrama laki-laki. Aku berjalan menuju kamar dan sampailah pada sebuah pintu. Pintu itu bertuliskan 2311. Lalu aku membuka pintu tersebut dan langsung berbaring di atas kasur untuk tertidur.


Keesokan harinya aku berjalan menggunakan seragam hitam khas siswa pelatihan. Aku berpapasan dengan Okhie di dekat air mancur.


"Hei Okhie," teriakku sambil berlari mendekati Okhie yang sedang berpakaian menggunakan armor.


"Kenang lama tak berjumpa. Bagaimana keadaanmu?," tanya Okhie setelah melihat ke arahku.


"Baik-baik saja. Mau pergi kemana kamu?" tanyaku lagi kepada Okhie karena melihat ada banyak barang di sekitarnya.


"Oh aku akan pergi ke kerajaan Imperial bersama guruku Ari," kata Okhie terlihat sangat antusias.


"Dalam rangka apa kamu pergi ke sana?" tanyaku lagi penasaran.


"Aku diajak guruku untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan runeku di sana. Eh apakah kamu tidak masalah berlama-lama di sini?" kata Okhie sembari mengingatkanku bahwa aku memiliki kewajiban masuk kelas.


"Wah gawat, terima kasih telah mengingatkanku. Aku pergi dulu ya, sampai bertemu lagi," kataku pada Okhie dan secara reflek langsung berlari.


Aku berada di ruang kelas dan dua orang yang aku kenal berdiri di depanku. Mereka adalah instruktur siswa pelatihan yang ada di kelasku. Pak Jihan dan Pak Johan sedang memberikan arahan mengenai apa yang akan kita lakukan selanjutnya.


"Baik para siswa pelatihan, setelah jam makan siang kita akan melakukan latih tanding di gedung olahraga khusus kelas thief. Ini dilakukan untuk melihat seberapa jauh kalian dapat bekerja sama dengan monster mitos yang telah kalian jadikan partner," kata pak Jihan setelah itu buru-buru keluar dari ruang kelas.


Tadi sebelum pak Jihan keluar kelas memang ada pengumuman bahwa seluruh instruktur diperintahkan untuk berkumpul. Pak Johan pergi terlebih dahulu meninggalkan pak Jihan agar menyelesaikan pembahasan.


Setelah itu aku berjalan bersama Nujud dan Toni menuju kantin. Kami mengantri lalu memesan makanan dan kami bawa ke meja makan kantin.


Nujud adalah teman sekelasku yang berasal dari kerajaan Magnolia. Sedangkan Toni teman sekelasku berasal dari kerajaan yang sama denganku yaitu Carleon.


Kantin terlihat sangat ramai. Banyak siswa pelatihan yang sedang duduk makan sembari mengobrol. Ada juga yang sedang mengantri membeli makanan.


Aku, Nujud dan Toni bercanda sembari menyantap makanan yang ada di depan kami. Tiba-tiba seorang wanita duduk di sebelahku. Kedua teman yang duduk di depanku kaget ketika wanita itu duduk di sebelahku.


"Hei apa yang sedang kamu lakukan di sini Nadha?" tanyaku pada wanita yang tiba-tiba duduk di sebelahku.


"Aku mau makan, memangnya aku mau ngapain lagi?" jawab Nadha sambil menyantap makanan dengan santai.


"Kenalanmu?" tanya kedua temanku sambil berbisik.


"Oh ya perkenalkan namaku Nadha dari kelas rune healer. Kebetulan aku kenal dengan Kenang," kata Nadha memperkenalkan diri dengan senyum manisnya.


"Oh begitu, iya salam kenal," kata Nujud dan Toni sambil berebut bersalaman dengan Nadha.


Aku hanya tersenyum masam di samping Nadha melihat perilaku mereka berdua. Tiba-tiba aku ditarik mereka berdua dan izin pada Nadha pergi ke toilet.


"Hei Kenang kapan kamu berkenalan dengan wanita cantik seperti itu?" tanya Nujud kepadaku sesampainya di toilet.


"Kenapa kamu tidak mengenalkan wanita itu pada kami dari dulu?" tanya Toni padaku sebelum aku sempat menjawab pertanyaan Nujud.


"Wahh, tenang-tenang. Satu-satu akanku jelaskan pada kalian, jadi jangan ribut ok," kataku menenangkan mereka berdua.


Akhirnya aku menjelaskan bagaimana aku berkenalan dengan Nadha walaupun sebagian besar ceritaku bohong. Aku tidak mau bilang bahwa Nadha adalah puteri kerajaan Carleon. Bisa jadi mereka bakal heboh jika mendengarkan hal itu.


Kami kembali ke tempat duduk kami dan melanjutkan menyantap makanan. Aku melihat Nujud dan Toni mencuri-curi pandang ke arah Nadha. Aku hanya tersenyum masam ketika mengetahui kedua temanku ternyata orang yang seperti itu.


Jam makan siang telah selesai dan seluruh siswa pelatihan di kelasku berada di gedung olahraga. Kami semua menggunakan pakaian bertarung kami.


Terlihat dari kejauhan dua orang dengan pakaian putih dan biru gelap menghampiri kami.


"Baiklah karena di kelas kita hanya berisi 15 orang, jadi salah satu dari kalian akan melawanku," kata pak Johan sambil menyodorkan sebuah kertas untuk undian pertarungan.


Icko vs Dimas.


Icko telah lama memiliki monster mitos berjenis lizard guard. Sangat terlihat kekompakan mereka berdua dalam melawan Dimas dan monster mitos berjenis giant. Dimas dan giant dikalahkan dengan serangan kombinasi skill lizard guard poison breath dan sihir angin blast.


Yuno vs Rain


Yuno memiliki monster mitos berjenis fairy. Sedangkan Rain memiliki monster mitos berjenis rusa cahaya. Pertandingan ini cukup berimbang. Tetapi sayangnya Rain tidak memiliki stamina yang lebih baik dari Yuno sehingga kalah.


Mira vs Teodor


Mira memiliki monster mitos berjenis Posiedon. Sedangkan Teodor memiliki monster mitos berjenis Jin. Pertarungan ini berat sebelah karena monster mitos milik Mira lebih mendominasi pertandingan. Sehingga Teodor harus mengakui kekalahannya.


Nujud vs Toni


Nujud memiliki monster mitos berjenis minotaur. Sedangkan Toni memiliki monster mitos berjenis mumy. Pertarungan mereka belangsung cukup lama. Toni sangat baik dalam melakukan serangan-serangan balasan kepada Nujud. Akhirnya Nujud kalah dengan serangan sihir hitam miliki mumy venom.


Rudy vs Sheila


Sheila memiliki monster mitos mermaid yang harusnya diunggulkan. Sedangkan Rudy memiliki monster mitos berjenis centaur. Tetapi Sheila sepertinya tidak memiliki pengalaman bertarung seperti Rudy. Hingga akhirnya Sheila kalah oleh gabungan skill Rudy dan centaur.

__ADS_1


Kenang vs Vain


Aku melawan Vain dengan cukup kesulitan awalnya. Sebab Escanor tidak mau mengikuti perintahku. Vain memiliki monster mitos jenis Fenryu. Dia memiliki kerja sama yang cukup bagus dengan monster mitosnya. Setelah aku berhasil membujuk Escanor akhirnya kerja sama kami berhasil mengalahkan Vain dan monster mitosnya. Kami menggunakan serangan gabungan yang di ajarkan Merlin yaitu dragon drive. Dragon drive merupakan serangan gabungan yang dimana Escanor mentransferkan sebagian kemampuan fisiknya kepadaku sehingga aku dapat bergerak lebih efektif dari biasanya. Tetapi sebenarnya dilarang menggunakan kemampuan ini oleh Merlin.


Ziod vs Dian


Ziod memiliki monster mitos berjenis Efreeti. Sedangkan Dian memiliki monster mitos berjenis jagguar king. Awalnya ziod berhasil menyerang Dian berkali-kali. Tetapi ketika Ziod lengah Dian dengan cepat menyerang dan mengalahkannya.


Elric vs pak Johan


Pertarungan Elric dan pak Johan ini benar-benar tak terduga. Elric memiliki monster mitos berjenis durahan. Kombinasi Elric dan monster mitos durahan sangat baik bahkan sepertinya lebih baik dari kombinasiku dan Escanor. Elric sempat memojokkan pak Johan yang tidak memanggil monster mitosnya. Tetapi akhirnya Elricpun kalah karena kepercayaan dirinya yang berlebihan sehingga membuat celah. Celah itu dimanfaatkan pak Johan dan membuat Elric menyerah.


"Ok kita telah melihat kerja sama kalian dengan partner masing-masing. Ada beberapa dari kalian yang mendapatkan partner yang sangat menarik. Jadi kalian harus dapat memaksimalkan kemampuan diri dan partner kalian. Jangan sampai monster mitos yang kalian jadikan partner malah menjadi kelemahan kalian nantinya," kata pak Jihan sambil berjalan mengelilingi kami.


"Ada yang mau kalian tanyakan pada kami?" tanya pak Johan kepada seluruh siswa pelatihan kelas rune thief.


"Siap tidak pak," kami semua menjawab pertanyaan pak Johan secara bersama-sama.


"Setelah ini kalian berganti pakaian dan kembali ke kelas!!" perintah pak Johan setelah itu pergi dari gedung olahraga.


Kami semua berjalan memasuki ruang kelas. Ketika Teodor membuka pintu kelas, ternyata pak Johan dan pak Jihan telah menunggu kami di ruang kelas.


Setelah kami semua duduk pak Jihan langsung memberikan materi tentang proses evolusi partner. Sebenarnya aku telah membaca proses evolusi monster mitos yang ada pada buku monster pedia.


Selain itu pak Jihan juga menjelaskan bagaimana cara job kita berkembang. Perkembangan job ini akan sangat membantu untuk mempelajari skill dan sihir yang dapat dikuasai.


Mungkin karena aku merasa kelelahan setelah latih tanding tadi dan mendengar penjelasan yang sangat membosankan akhirnya aku tertidur.


"Hei bangun bocah malas," aku mendengar suara samar-samar setelah aku merasakan rasa sakit di kepalaku.


"Kenang bangun," untuk kedua kalinya aku mendengar suara memanggilku dan merasakan sakit di tubuhku seperti dipukul oleh sesuatu.


"Selamat pagi pak," kataku sedikit mulai sadar sambil membuka mata secara perlahan.


Aku merasakan di siram air tepat di wajahku oleh seseorang. Ketika aku sepenuhnya sadar ternyata monster mitos mermaid menyiramku. Teman-teman kelasku tertawa melihat reaksiku yang kaget dan memohon maaf pada kedua instruktur.


Setelah kejadian itu seluruh siswa pelatihan kelas rune thief pulang. Kami pulang cukup larut malam dan besok harus masuk lagi pagi-pagi sekali. Ketika aku sampai di asrama, aku langsung tidur.


Keesokan harinya aku telah berada di dalam kelas. Aku telah memperhatikan penjelasan pak Johan mengenai party. Setelah itu pak Johan memberikan selembar kertas pada masing-masing murid. Kertas itu harus diisi job apa yang kami inginkan kedepannya.


Setelah kami isi ternyata hasilnya cukup tidak seimbang. Sebelas siswa menginginkan menjadi seorang guardian di masa depan. Sedangkan empat sisanya ingin menjadi assasin termasuk aku. Empat orang itu adalah aku, Teodor, Elric dan Sheila.


"Setelah ini aku ingin Elric, Mira, dan Kenang menghadap kepadaku," kata pak Johan.


Kami bertiga pergi keruangan instruktur secara bersama-sama. Kami tiba di ruangan yang cukup luas. Di situ ada dua instruktur kami duduk di kursi sambil terlihat sedang mengobrol.


"Masuklah kalian, silahkan duduk," kata pak Jihan yang sangat berbeda ketika mengajar.


"Perkenalkan ini adalah asisten sekaligus adik kami bernama Lina. Dia sangat hebat jadi jangan remehkan dia," kata pak Johan memperkenalkan seseorang sambil berdiri di samping adiknya itu.


"Kami meminta kalian kemari karena akan ada turnamen yang digelar antar akademi. Kalian akan menjadi perwakilan dari kelas kita," kata pak Jihan terlihat duduk santai.


"Turnamen seperti apa itu pak?" tanya Mira dengan serius.


"Turnamen itu sebenarnya adalah turnamen tahunan antar akademi dari seluruh penjuru dunia ini. Turnamen ini memiliki fungsi untuk membangun kemampuan kalian untuk bertarung secara individu maupun kelompok," kata pak Jihan menjelaskan.


"Selain itu kalian juga bisa mengetahui perbedaan kemampuan kalian dengan siswa dari akademi lain. Setelah ini kalian akan di pertemukan dengan tim kalian," kata pak Johan melanjutkan penjelasan dari pak Jihan.


"Alasan kami dipilih apa pak?" tanyaku penasaran.


"Oh itu karena kalian memiliki partner yang sangat unik terutama kamu Kenang. Aku belum pernah melihat naga seperti partnermu," jawab pak Johan kepadaku.


"Tenang saja kalian akan dapat benefit jika mengikuti lomba ini," kata pak Jihan meyakinkan kami.


Kami yang awalnya terlihat ragu langsung sumringah mendengar kata hadiah. Sehingga kami langsung menyatakan persetujuan kami.


Setelah itu kami dipertemukan dengan rekan satu tim kami. Satu tim terdiri dari tiga orang. Total tim yang diajukan oleh Distrik akademi ada lima tim.


Tim pertama.


Edward (Warior), Selka (Scout), Deki(Healer).


Tim kedua.


Elric (Thief), Zera (Warior), Glen (Mage).


Tim ketiga.


Kenang (Thief), Robin (Scout), Nadha (Healer).


Tim keempat.


Asuna (Healer), Kirito (Warior), Mira (Thief).


Tim kelima.


Fanda (Mage), Edi (Scout), Hilton (Warior).


Aku betul-betul tidak percaya satu tim dengan Nadha. Ini benar-benar kebetulan yang seperti telah diatur. Walaupun satu orang lagi belum kami kenal sama sekali.

__ADS_1


"Perkenalkan namaku Robin, aku dari kelas rune scout," kata Robin memperkenalkan diri kepadaku dan Nadha.


Robin memiliki tubuh yang agak pendek dariku. Dia menggunakan topi koboy di kepalanya yang menutupi rambut berwarna kuning. Matanya berwarna biru dan parasnya terlihat bisa menjadi idola wanita. Pada bagian belakangnya terdapat busur panah dan anak panah.


"Salam kenal juga, namaku Kenang dari kelas rune thief," kataku sambil memperkenalkan diri.


"Iya namaku Nadha, aku berasal dari kelas rune healer," kata Nadha juga memperkenalkan diri kepada Robin.


"Ehem ehem, kalian bertiga akan bekerja sama menjadi satu tim dalam turnamen. Aku yang akan menjadi instruktur pembina kalian," Suara dari belakangku dan Nadha tiba-tiba terdengar.


Aku dan Nadha membalikkan badan dan melihat sosok perempuan cantik. Aku mengenalnya, itu adalah asisten sekaligus adik pak Johan dan pak Jihan.


"Namaku Lina seorang Artemis. Aku akan membimbing kalian sebaik mungkin," kata wanita yang muncul dari belakangku tadi.


Kami diberikan jadwal untuk berlatih bersama sambil mengenal karakter masing-masing dari rekan satu tim kita. Robin adalah seorang yang sangat berhati-hati dan terlihat tidak terlalu banyak bicara. Kemampuan scoutnya tidak diragukan lagi. Pergerakan lincah sembari bersembunyi sangat cocok untuknya.


Selain itu kami tetap harus mengikuti pelajaran di kelas walaupun tidak seperti biasa. Kelas sekarang hanya sampai setengah hari. Sisanya untuk yang mengikuti turnamen akan ada latihan bersama tim. Sedangkan yang tidak mengikuti turnamen akan latihan gabungan bersama kelas lain.


"Hei itu tadi mangsaku, jangan seenaknya merebutnya," kata Nadha marah-marah kepadaku sambil menunjuk monster yang baru saja kami kalahkan.


"Tugas utamaku kan menghabisi monster yang menjadi target kita. Sendangkan kamu bertugas menjadi support bagi aku dan Robin," jelasku kepada Nadha sambil menenangkannya.


"Hahahahaha, perutku sakit melihat kalian setiap kali latihan pasti berdebat," kata Robin sambil tertawa terbahak-bahak.


"Tapi kalian sangat dekat ya, mungkin kalian cocok," saut Robin lagi sambil mengusap air mata yang keluar karena tertawa. Kami berdua langsung kaget dengan ucapan Robin dan berhenti berdebat.


Jadwal latihan kami sudah hampir habis. Pada sesi akhir latihan ada penyelesaian quest level D. Quest merupakan permintaan dari seseorang atau organisasi yang membutuhkan bantuan dari kerajaan.


Quest yang diberikan instruktur Lina adalah quest pengintaian dan perburuan. Kami mengintai sekelompok monster mitos goblin yang kabarnya membunuh dan mencuri pedagang.


Robin mengawasi dari balik pepohonan. Aku berada di seberang pepohonan tempat Robin mengintai. Aku menyaksikan bahwa para goblin memasuki sebuah gua membawa peti yang terlihat sangat berat. Selain itu ada dua hobgoblin berada di depan berjaga.


Robin memberikan kode kepadaku. Setelah itu dia mengambil dua anak panah yang ada di punggungnya. Anak panah tadi diletakkan pada busur. Setelah itu Robin melepas kedua anak panah itu. Terlihat dua hobgoblin yang berjaga terkena panah itu. Panah itu tepat mengenai kening kedua hobgoblin.


Aku langsung masuk mengendap-ngendap ke dalam gua dimana para goblin tadi masuk. Semakin dalam aku masuk semakin banyak goblin yang berkeliaran. Aku bersembunyi di balik celah gua dan melihat situasi.


Terlihat di dekat para goblin yang bersujud ada satu king goblin berdiri. Aku menyadari bahwa king goblin itu adalah pemimpin mereka.


Cukup lama aku berada di dalam gua. Aku belum bisa memutuskan apa yang harus dilakukan. Tetapi setelah seluruh goblin yang bersujud tadi pergi, aku langsung melemparkan bom asap ke arah king goblin.


Asap memenuhi ruangan dan terdengar gemuruh langkah kaki meninggalkan ruangan tersebut. Setelah tidak ada satupun goblin yang tersisa aku langsung masuk lebih dalam lagi. Ada tangga menuju ke bawah dan aku turun melewati tangga itu.


Ada 10 goblin dalam ruangan yang aku turuni. Dengan cepat aku menyerang mereka satu persatu. Aku menebas leher yang paling dekat denganku. Kemudian aku menusuk dada goblin yang ada di sebelah kananku. Lalu aku menendang goblin yang lompat ke arahku. Goblin yang melompat tadi langsung tertusuk oleh tombak temannya sendiri.


Sisa 7 goblin yang harus aku lawan. Ada yang menyerangku dari jauh menggunakan panah tapi dapat ku hindari. Aku menangkap panah yang datang padaku tadi lalu aku tancapkan pada kepala goblin yang menyerang dari sebelah kananku. Kemudian aku melempar pisau yang aku bawa ke arah depan dan kiri. Pisau itu menancap tepat di leher kedua goblin.


Terlihat satu goblin yang membawa tombak gemetar. Mungkin dia gemetar karena ketakutan. Aku tanpa pandang bulu berlari mendekati keempat goblin dan kubantai habis mereka.


Tempatku bertarung ternyata adalah penjara manusia yang diculik oleh goblin. Semua manusia yang diculik goblin adalah berjenis kelamin wanita. Para tahanan sepertinya akan menjadi tempat perkembang biakan goblin.


Aku menemukan kunci untuk membuka penjara dan sekitar 30 orang wanita keluar dari penjara itu. Mereka terlihat sangat ketakutan. Aku menyeuruh mereka berjalan di belakangku. Akhirnya kami semua berhasil keluar tanpa ada yang terluka.


Aku melihat pemandangan yang sangat luar biasa ketika keluar dari gua. Instruktur Lina memenggal kepala king goblin dan sangat banyak mayat goblin berserakan di depan gua.


Akhirnya prajurit dari kerajaan Carleon datang. Mereka langsung menyebar dengan dikomandoi oleh Dion. Dion adalah assasin yang pernah aku temui ketika turnamen dulu. Waktu itu dia ingin membawa pulang Nadha.


Prajurit langsung mengevakuasi para tahanan goblin di belakangku. Selain itu prajurit lain mencoba mengevakuasi mayat-mayat monster mitos goblin dan hobgoblin.


Setelah itu kami mendapatkan hadiah dari quest itu. Uang sejumlah 500 ribu perorang yang cukup bagi remaja seperti kami.


"Kalian telah menyelesaikan seluruh tahapan latihan yang aku susun. Jadi untuk hari ini aku akan mentraktir kalian," kata instruktur Lina pada kami yang sedang berdiri di depannya.


Akhirnya kami makan bersama di sebuah warung makan yang katanya adalah tempat biasa instruktur Lina makan.


-------------------****--------------------


Monster Pedia


■Giant: Monster mitos yang memiliki tubuh sangat besar. Memiliki skill fisik defensive wall. Memiliki daya hancur yang sangat luar biasa. Monster mitos tingkat rendah. Termasuk ras titan.


■Fairy: Monster mitos yang memiliki wujud sangat kecil dan bisa terbang. Memiliki kemampuan sihir alam dan support. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras druid.


■Rusa cahaya: Monster mitos yang memiliki tubuh seperti rusa dan memancarkan cahaya dari tubuhnya. Memiliki kemampuan sihir perlindungan dan penyembuhan. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras beast.


■Posiedon: monster mitos yang memiliki tubuh sangat besar berwarna biru dan banyak sirip pada tubuhnya. Selalu membawa senjata trisula. Memiliki skill mempercepat pergerakan di darat dan laut. Memiliki sihir air dan petir. Monster mitos tingkat god. Termasuk ras seaman.


■Jin: Monster mitos yang terbang diatas permadani. Memiliki skill counter magic. Monster mitos tingkat rendah. Termasuk ras elemental.


■Minotaur: Monster mitos yang memiliki tubuh manusia tetapi kepala seperti banteng. Memiliki kekuatan fisik yang sangat luar biasa dan skill support berserk. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras beastman.


■Mumy: Monster mitos yang memiliki tubuh penuh dengan balutan perban kotor. Memiliki sihir kegelapan dan skill drain. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras undead.


■Fenryu: Monster mitos memiliki tubuh seperti anjing berwarna putih. Sayap seperti naga membentang di punggungnya. Memiliki skill memadatkan cahaya dan udara. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras beast.


■Efreeti: Monster mitos satu jenis dengan jin. Memiliki kemampuan memanipulasi api dan skill counter magic. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras elemental.


■Jagguar king: Monster mitos yang memiliki tubuh kucing hitam yang berdiri dua kaki. Memiliki skill acceleration dan penciuman yang sangat tajam. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras beast.


■Durahan: Monster mitos yang memiliki tubuh armor tanpa ada isi di dalamnya dan membawa pedang yang sangat besar. Dapat memanipulasi bentuk armornya. Memiliki skill pedang dan sihir kegelapan. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras undead.

__ADS_1


■Hobgoblin: Monster mitos yang mirip dengan goblin tetapi memiliki tubuh lebih besar dan kekar. Memiliki skill roar dan dapat menggunakan berbagai jenis senjata. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras humanoid.


■Goblin king: Monster mitos yang mirip Hobgoblin tetapi memiliki tubuh lebih ramping. Memiliki skill roar, sihir api dan dapat menggunakan berbagai jenis senjata. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras humanoid.


__ADS_2