Rune Knight (Monster Tamer)

Rune Knight (Monster Tamer)
BAB I Langkah Awal


__ADS_3

1.6 Reruntuhan.


Akhirnya aku tahu siapa diriku. Kakek menjelaskan panjang lebar kepadaku dan Nadha. Tetapi menurut buku yang aku dan Nadha baca, ada buku yang seharusnya dititipkan Amstrong kepada kakek. Itu adalah buku mengenai berbagai jenis monster mitos. Akan tetapi kakek tidak pernah mendapatkan buku itu.


Ini aneh, aku jadi penasaran apa yang di bisikan raja Raizen pada Amstrong saat detik-detik terakhirnya. Aku berpikir keras tetapi tidak menemukan jawabannya.


Aku dan Nadha ingin mendapatkan buku itu guna menyelesaikan tugas dari instruktur di Distrik Akademi. Kami berdua sama-sama berada di kelas rune tetapi dengan job yang berbeda. Nadha memiliki job healer tetapi kemampuan fisiknya juga tidak diragukan lagi.


"Bagaimana jika kita pergi ke reruntuhan kerajaan majapahit?, karena aku sudah sangat lama tidak pergi menengok makam nenek serta makam orang tuamu Kenang," ucap kakek kepada kami memberikan saran.


Keesokan harinya kami berencana menaiki Avalon, seekor naga putih besar monster mitos milik kakek untuk pergi ke reruntuhan kerajaan majapahit.


"Turunlah Avalon," teriak Albert sambil menatap langit.


"Lama tak berjumpa Albert," suara muncul bersamaan dengan munculnya sosok yang sangat besar dari langit.


"Yo, lama sekali ya. Aku ingin meminta bantuanmu mengantar kami ke reruntuhan majapahit," kata kakek sambil memukul-mukul kepala naga itu dengan senyuman khas miliknya.


Kakek ini berani atau memang sudah gila memperlakukan monster mitos seperti itu dalam hatiku sambil terlihat keheranan. Bukan hanya aku yang heran, Nadha dan pak Syahir juga terlihat sama.


Perjalanan itu berlangsung sangat cepat. Biasanya perlu 4 sampai 5 minggu menuju reruntuhan kerajaan majapahit dengan berjalan dan melintasi selat. Tetapi perjalanan ini hanya berlangsung selama 7 jam.


Pak Syahir terlihat mengeluarkan cairan yang menjijikan dari mulutnya. Mukanya yang pucat menandakan dia mabuk perjalanan. Mungkin karena kecepatan Avalon yang tidak kami sangka. Selain itu setiap kali kakek berbisik kepada Avalon, naga itu melakukan manuver-manuver yang sangat mengerikan.


Bersamaan dengan kondisi pak Syahir yang semakin memburuk, kami tiba di reruntuhan majapahit. Kami membiarkan pak Syahir istirahat terlebih dahulu agar kondisinya membaik.


Setelah kondisi pak Syahir terlihat baik, kami mulai masuk ke dalam reruntuhan dengan tujuan makam keluargaku. Kakek memandu kami di depan. Aku berada tepat di belakang kakek bersama Nadha dan pak Syahir.


Sejauh ini semua berjalan tanpa ada hambatan. Setelah itu ada sebuah ruangan yang terlihat sangat gelap. Kakek menjentikkam jarinya. Seketika muncul api berwarna biru mengelilingi ruangan tersebut.


Terlihat ada 3 makam dalam ruangan tersebut. Makam yang sangat bagus dan memiliki simbol kerajaan majapahit di setiap nisannya.


"Ini adalah makam kedua orang tuamu kenang," kata kakek sambil memegang kedua nisan yang saling berdekatan.


Disitu tertulis Lancelot dan Hilda. Kakek menceritakan bagaimana mereka berdua bisa bertemu. Dia sangat bersemangat sampai air matanya tak dapat tertahan. Entah kenapa Nadha yang awalnya santai tiba-tiba mendekati dan mengelus punggung kakek sambil terlihat sedih.


Setelah kami berdo'a di atas makam itu kami mulai mengeksplorasi ruangan yang sangat luas itu. Terlihat ada lukisan-lukisan yang sangat menarik perhatianku. Lukisan itu menggambarkan keluarga yang sangat ceria.


"Kek apakah kakek membuat tulisan ini di dinding?" aku berteriak kepada kakek sambil mencoba membaca tulisan itu.


"Tulisan apa itu Kenang?" kakek bertanya dan mendekat padaku.


Datanglah ke aula kerajaan, ada seseorang menunggu kalian.


"Hei kemari, aku di sini juga menemukan tulisan di dinding," kata Nadha sambil memanggil yang lain.


Kalian para generasi penerus penjaga kesetabilan dunia. Kami berharap kalian cepat datang.


Kami bergegas menuju ke aula kerajaan. Meskipun kami tidak yakin dengan tulisan yang ada di dinding tadi. Kami semua mengira itu adalah ulah orang iseng.


Terlihat ada bayangan seseorang duduk di kursi raja yang terlihat sangat kotor. Banyak jaring laba-laba di sekitar kursi raja. Selain itu debu tiba-tiba berterbangan ketika kami memasuki aula.


Itu adalah seseorang yang kakek dan pak Syahir kenal. Menurut kakek dan pak Syahir itu adalah Amstrong. Tetapi anehnya Amstrong tidak bergerak sedikitpun.


Kami terus mendekat kepada Amstrong. Terlihat di setiap bagian tubuhnya sangat kotor.


"Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" tanyaku kepada kakek dan pak Syahir.


"Mungkin dia telah menunggu kita sangat lama sehingga energinya menumpuk dan membuatnya tertidur," kata kakek sambil memegang tangan Amstrong.


"Itu adalah hal yang biasa terjadi jika monster mitos tidak melakukan apapun," lanjut kakek menjelaskan fenomena yang terjadi pada Amstrong.


"Jadi bagaimana cara mengembalikannya seperti semula?" tanya Nadha penasaran sembari membersihkan badan Amstrong.


"Harus ada yang dapat mengambil energi dari Amstrong," kata kakek menjawab Nadha sambil terlihat berpikir.


"Bagaimana cara mengambil energi itu kek?" aku bertanya kepada kakek sambil kebingungan.


"Harusnya ini mudah jika ada seorang kelas necromancer di sini. Tetapi sayangnya tidak ada. Jadi cara yang terpikirkan olehku hanya melukainya sembari regenerasi Amstrong menyembuhkannya sendiri," jawab kakek mencoba menjelaskan pada kami.


Menurut kakek cara itu adalah yang mudah digunakan dengan situasi seperti sekarang. Seraph adalah salah satu monster mitos dengan regenerasi penyembuhan yang cukup baik. Oleh karena regenerasinya menyerap energi, memungkinkannya untuk dapat bangun.

__ADS_1


Setelah berdiskusi cukup panjang akhirnya kami memutuskan menggunakan cara yang kakek sarankan. Kakek dan pak Syahir akan mencoba melukai Amstrong dengan sihir dan skill tingkat rendah.


"Flame," kata kakek sambil mengarahkan tangan kanannya ke arah Amstrong.


Sedangkan pak Syahir mencoba menggunakan skill paladin slash. Sambil mengayunkan pedang cahaya keluar dari ayunan pedang mengarah ke Amstrong.


Terlihat luka bakar dan tebasan di tubuh Amstrong perlahan menghilang. Tapi Amstrong tidak kunjung bangun juga. Kakek dan pak Syahir terus menerus menyerang Amstrong tanpa berhenti sambil berusaha tidak membunuhnya. Sementara aku dan Nadha melihat mereka dari kejauhan.


Mungkin setelah ribuan kali serangan kakek dan pak Syahir akhirnya Amstrong bergerak menyerang pak Syahir dan Kakek.


"hei hei hei, Amstrong apakah kamu tidak mengenali kami?" kata kakek sambil menahan serangan Amstrong.


Setelah itu Amstrong mengendorkan serangannya dan berlutut.


"Maafkan aku tuan Albert dan tuan Syahir, aku tidak sadar bahwa yang menyerangku adalah kalian," kata Amstrong sambil berlutut.


"Berdirilah Amstrong," kata kakek sambil mengulurkan tangannya pada Amstrong. Amstrongpun menggapai tangan kakek dan langsung berdiri.


"Kenapa kamu ada di tempat ini Amstrong?" tanya pak Syahir sambil memasukkan pedangnya ke sarungnya.


"Aku ke sini karena tidak tahu tempat tinggal tuan Albert. Aku diperintahkan raja Raizen untuk memberikan sebuah buku kepada tuan Albert," jawab Amstrong menanggapi pertanyaan pak Syahir.


"Jadi mana buku itu?" kata kakek sambil berjalan ke arah kursi singgahsana raja yang sangat berdebu.


Amstrong menembak sesuatu ke arah atas dengan sihir cahaya. Tembakan itu mengenai gantungan sebuah lukisan di atas kursi kerajaan. Lukisan itu jatuh tepat di kepala kakek. Kakekpun terkejut dan melihat ke arah Amstrong.


"Kamu sengaja Amstrong," kata kakek terlihat sangat marah.


"Tidak tuan, aku tidak sengaja. Aku hanya ingin menjatuhkan lukisan itu agar lubang di belakangnya terlihat," kata Amstrong dengan muka datar.


aku, Nadha dan pak Syahir tertawa melihat cara menjawab Amstrong pada kakek. Setelah itu kakek malah memarahi kami.


Amstrong langsung terbang menuju lubang yang terlihat setelah lukisan tadi jatuh. Dia memasukan tangannya dan mengambil buku di dalam lubang itu. Setelah itu dia turun berlahan mengarah pada kami.


Tiba-tiba berkumpul banyak makhluk mitos di sekitar kami. Kebanyakan dari mereka adalah monster mitos kelas rendah. Terlihat ada lizardman, kelinci tanduk, centaur, Hellhound, dan goblin.


Mereka tiba-tiba menyerang kami. Kakek langsung menebas banyak monster mitos tanpa pandang bulu. Begitu juga dengan pak Syahir. Pak Syahir langsung menggunakan skill warcry untuk memancing seluruh monster mitos ke arahnya dan menebas monster itu satu persatu.


Aku menebas beberapa monster mitos sedangkan Nadha memukul monster mitos dengan tongkat. Kami berdua bekerja sama dan saling menjaga.


Sementara itu Amstrong menyerang monster mitos sambil terbang dengan sihirnya dan menjaga jarak. Amstrong terlihat seperti melindungi buku yang dia pegang.


Selang tiga puluh menit kami bertarung akhirnya monster itu habis juga. Kami tidak tahu apa maksud dan tujuan monster mitos tadi menyerang kami.


Tiba-tiba reruntuhan kastil bergetar hebat. Kami panik dan mencoba keluar dari kastil. Jalan terdekat untuk keluar adalah jendela. Jadi kami semua langsung loncat dari jendela kecuali Amstrong yang terbang dengan santainya.


Setelah kami keluar, kastil benar-benar runtuh. Semua merasa itu tadi adalah gempa bumi yang dibuat oleh seseorang. Tetapi tidak ada terlihat seorangpun di sekitar kami berdiri.


Akhirnya buku yang dibawa Amstrong diserahkan pada kakek. Tidak jauh dari tempat kami berdiri ada pohon yang sangat rimbun. Kami memutuskan untuk melihat isi buku itu.


Tidak lama kami melihat isi buku itu tiba-tiba muncul 7 bayangan di depan kami. Itu tidak seperti manusia, hanya saja mereka sangat mirip dengan manusia.


Entah apa yang terjadi tiba-tiba kami berpindah tempat. Kami semua bingung, dan melihat-lihat pada ruangan yang baru saja kami masuki. Ruangan itu berbentuk bulat dan sepertinya terbuat dari kayu.


"Selamat datang, perkenalkan aku Merlin." kata Merlin sambil berjalan menuju arah kami.


Pak Syahir dan kakek mengambil posisi seperti akan menyerang tetapi dihentikan oleh Amstrong.


"Tenang saja tuan, aku mengenalinya. Raja Raizen juga mengenalnya," kata Amstrong menyakinkan kakek dan pak Syahir.


Aku dan Nadha saling menatap, seakan-akan mengetahui tentang Merlin.


"Apakah kamu adalah yang diceritakan oleh raja Raizen pada bukunya?" tanya Nadha memastikan.


"Iya nona, harusnya kita bertemu diruang bawah tanah kerajaan majapahit. Tetapi karena ada serangan musuh akhirnya aku memutuskan memindahkan kalian," jawab Merlin sambil menjelaskan apa yang terjadi.


Setelah itu kami semua duduk melingkar. Merlin menjelaskan semuanya baik buku dan alasan Merlin memindahkan kami.


"Pertama aku akan menjelaskan tentang orang-orang yang menyerang kalian. Mereka adalah monster mitos yang berada di bawah pimpinan raja monster mitos sekarang. Mereka memiliki julukan tujuh dosa besar," jelas Merlin kepada kami sambil membuka buku yang di bawa kakek tadi.


Merlin menunjukkan jenis monster 7 dosa besar dari buku yang ada di meja. Pertama bernama Pride berjenis naga. Kedua bernama Greed berjenis rubah siluman. Ketiga bernama Sloth berjenis satir. Keempat bernama Wrath berjenis gigas. Kelima bernama Gluttony berjenis demon orc. Keenam bernama Envy berjenis lucifer. Ketujuh bernama Lust berjenis succubus.

__ADS_1


Merlin juga menjelaskan tentang raja monster mitos yang berambisi untuk membuat manusia menjadi budak mereka. Walaupun begitu banyak monster mitos yang tidak setuju misalnya seperti Merlin. Kebanyakan monster mitos yang telah berdampingan dengan manusia tidak tahu informasi ini.


Disaat Merlin masih menjelaskan beberapa hal kepada kami, terdengar ledakan yang sangat keras.


"Mungkin musuh sudah menemukan lokasi kita." kata Merlin sambil memegang wajahnya.


"Aku akan menghadapi mereka. Tolong Jaga anak-anak ini Syahir, Amstrong dan Merlin," kata kakek dengan sangat percaya diri.


"Tunggu tuan, kita harus bersama-sama bertarung. Ini tidak akan mudah jika hanya tuan Albert sendiri yang bertarung," kata Merlin menyakinkan kakek.


"Sekarang kondisi kita memang tidak menguntungkan. Tetapi kita juga tidak akan bisa keluar dari sini tanpa bertarung," saut Merlin lagi.


Setelah itu Merlin memberikan ide untuk bertarung. Akhirnya kami ditransfer oleh Merlin keluar dari ruangan. Kami dibagi dan aku berkelompok dengan Merlin, Nadha dan Amstrong akan menghadapi tiga dosa besar. Sementara kakek akan menghadapi dua dosa besar, begitu pula pak Syahir.


"Bangunlah Rize," kata pak Syahir. Terlihat sekumpulan ular muncul di tanah sebelah pak Syahir. Itu adalah monster mitos pak Syahir bernama Rize berjenis medusa.


Pak Syahir dan Rize melawan Wrath dan Sloth.


"Kemarilah Avalon," teriak kakek memanggil Avalon.


Kakek dan Avalon melawan Pride dan Envy.


Sedangkan kami berempat akan melawan Greed, Gluttony, dan Lust.


Pak Syahir menggunakan skill sword of light. Seketika cahaya yang sangat menyilaukan muncul keseluruh sudut. Pada saat bersamaan kami semua menyerang musuh.


Pak Syahir melancarkan serangan ke arah Wrath mencoba menebas secara langsung. Tetapi Wrath tidak tergores sedikitpun. Wrath langsung mengeluarkan skillnya earthquake.


Sementara itu Rize mengeluarkan jurus poison gas sehingga memenuhi gas beracun di sekitar Sloth. Tapi Sloth tak bergerak sedikitpun dari tempat itu.


Kakek mengeluarkan skill bernama step closer yang berfungsi untuk memperpendek jarak secara tiba-tiba sambil menebas leher Envy menggunakan belati di kedua tangannya. Tetapi Envy dapat menahan serangan kakek hanya dengan 1 jari saja.


Avalon dalam mode bentuk manusia mengeluarkan skillnya yaitu laser canon dari mulutnya. Tetapi dengan mudah dipentalkan oleh pride.


Pada kelompok kami para dosa besar mengepung kami. Tetapi Merlin membuat perlindungan di sekitar kami. Anehnya tidak ada yang berani mendekati pelindung itu. Dari dalam pelindung Amstrong mengeluarkan sihir cahaya divine ray kepada ketiga dosa besar, dan terjadi ledakan dahsyat.


Tiba-tiba goncangan kuat dari dalam tanah dirasakan semua yang berada di area pertarungan. Itu adalah sihir yang digunakan Wrath hingga menghancurkan seluruh tanah.


Pada saat itu terjadi terlihat kakek masih bertarung dengan Envy. Kakek tiba-tiba bergerak sangat cepat menyerang seluruh tujuh dosa besar meskipun jaraknya terlihat cukup jauh.


"Kalian semua biarkan aku yang mengurus ini," teriak kakek tanpa keraguan.


Para tujuh dosa besar yang awalnya terpisah terlempar ke area yang sama karena serangan kakek. Envy sangat kesal karena Albert ternyata tidak menggunakan kemampuan penuh saat melawannya.


"Tuan jangan gegabah, kita masih bisa membantu," kata pak Syahir sambil terlihat cemas pada raut wajahnya.


"Tenang saja, aku bisa melawan mereka semua," kata kakek menjawab keraguan pak Syahir.


"Serahkan saja pada kami. Tenang saja kami adalah tim yang sangat baik," kata Avalon sambil mendekati kakek.


"Merlin tolong paksa mereka lari dari sini. Kamu bisa melakukannya kan," kata kakek memaksa Merlin dengan kata-katanya.


"Tapi kakek aku bisa membantumu," kataku meyakinkan kakek.


Tetapi kakek hanya tersenyum ke arahku dan mengedipkan sebelah matanya. Ternyata pak Syahir dan Amstrong langsung menyeretku. Nadha dan Merlin berlari di belakang mereka.


Terlihat seluruh dosa besar berusaha mengejar kami. Tetapi dihalangi oleh kakek dan Avalon. Setelah berhasil menghadang tujuh dosa besar kakek menghadap pada kami dan mengarahkan tangannya kepadaku dengan jempol terangkat. Terlihat seperti memberikan kode bahwa semua akan baik-baik saja.


-------------------****--------------------


Monster Pedia


■ Lizardman: Monster mitos yang memiliki tubuh seperti kadal. Dia bertarung menggunakan tombak dan perisai. Dapat merayap didinding dengan sangat cepat. Monster mitos tingkat rendah. Termasuk ras lizard.


■ Kelinci tanduk: Monster mitos yang memiliki tubuh mirip kelinci tetapi ukurannya sebesar manusia dan memiliki satu tanduk di kepalanya. Tanduk itu berfungsi untuk menyerang lawan secara langsung dan dapat mengeluarkan sihir lightning. Monster mitos kelas rendah. Termasuk ras beast.


■ Centaur: Monster mitos berwujud setengah manusia dan setengah hewan berkaki empat. Bisa menggunakan berbagai macam senjata untuk pertempuran. Monster mitos tingkat rendah. Termasuk ras beastman.


■ Hellhound: Monster mitos berbentuk anjing dengan bulu-bulu runcing dan tajam. Dapat menyemburkan api dari mulutnya. Monster mitos kelas rendah. Termasuk ras beast.


■ Goblin: Monster mitos yang memiliki tubuh berwarna hijau atau cokelat. Dapat menggunakan berbagai senjata. Tidak terlalu cerdas. Monster mitos kelas rendah. Termasuk ras humanoid.

__ADS_1


__ADS_2