
2.3 Lizardman.
Aku menuruni tangga yang biasa aku lewati. Itu adalah tangga kayu yang ada di asrama. Aku turun dan menitipkan kunci pada wanita yang biasa ada di receptionist.
"Nona cantik aku nitip kunci lagi ya, mungkin agak lama aku akan kembali ke asrama," kataku sambil meninggalkan kunci di meja.
"Ke...Kenang," suara wanita yang berada di receptionist.
"Iya," aku menjawab sambil berbalik melihat seorang yang ada di balik receptionist.
"Semangat," kata wanita itu terlihat malu-malu.
"Do'akan aku ya," kataku setelah itu berlari dan tersenyum.
"Hei Kenang tunggu aku," kata suara seorang laki-laki yang sangat familiar.
"Eh, Robin. Ayo sekalian," aku berbalik lagi dan menjawab panggilan tadi.
Setelah itu kami berdua berjalan sampai di depan gerbang Distrik Akademi. Aku melihat penjaga yang dulu pernah aku temui ketika terlambat.
"Permisi pak," kataku kepada penjaga gerbang tadi.
"Oh, iya selamat datang. Semoga kalian berhasil. Semangat ya," kata penjaga itu menyemangati kami.
"Ok pak, terima kasih," kata aku dan Robin secara bersamaan.
Akhirnya kami berjumpa dengan Nadha dan instruktur Lina. Kami bertemu mereka di dekat lapangan bagian belakang Distrik Akademi yang merupakan pintu masuk hutan mitos.
Beberapa siswa peserta turnamenpun terlihat menunggu di sekitar lapangan. Mereka berkumpul dengan party seperti sedang melakukan diskusi.
"Pemimpin regu ini kan telah ditentukan, jadi apa yang ingin kamu sampaikan Kenang," kata instruktur Lina kepadaku sambil mendorongku.
"Ehmm, Yah mungkin aku yang terburuk dalam ujian tulis. Tetapi karena aku telah kalian pilih mari kita berjuang bersama. Apapun hasilnya tidak ada yang salah dengan berusaha," kataku sangat bersemangat.
"Tidak cocok untukmu berbicara seperti itu," kata Nadha sambil menutup mulutnya terlihat mengejekku.
Akhirnya panggilan kepada seluruh peserta turnamen terdengar dari arah lapangan. Seluruh perserta turnamen berbaris menurut party masing-masing. Di depan kami ada raja Monspeat akan memberikan informasi tentang peraturan dan ketentuan tentang survival life ini.
"Aturannya cukup mudah. Pertama kalian harus bertahan selama satu minggu di dalam hutan mitos. Kedua quest dari survival life ini adalah kalian akan memperebutkan bola kristal yang masing-masing tim memiliki tiga buah. Tiga bola tadi akan dipegang masing-masing satu setiap anggota. Pada bola kristal ini akan menunjukkan angka ketika satu minggu terlewati. Angka itu akan menjadi poin kalian dan menentukan siapa yang akan lolos ke babak berikutnya. Jadi jumlah poin akan muncul setelah menyatukan seluruh bola kristal yang kalian miliki. Terakhir jangan sampai terbunuh," kata raja Monspeat menjelaskan dan menunjukkan bola kristal yang ada di tangan kanannya. Bola kristal itu seukuran satu genggam tangan.
Kami semua berbaris dan mengambil masing-masing satu bola kristal. Semuanya tidak tahu berapa poin yang ada pada kristal tersebut. Jadi yang terbanyak mengumpulkan kristal pasti yang akan memenangkan survival life ini.
Setelah itu aku mengambil undian masuk ke dalam hutan mitos. Aku mendapatkan undian masuk nomor 7. Jadi kami bertiga akan memasuki hutan mitos pada urutan ketujuh.
Turnamen akan dimulai jika telah terlewat 12 jam ketika party terakhir memasuki hutan mitos. Jadi tidak ada yang perlu khawatir jika ada yang menghadang sebelum waktu dimulai. Mereka yang menghadang akan langsung terkena diskualifikasi.
Panitia pasti akan mengetahui kecurangan yang terjadi karena di dalam hutan telah ada para instruktur khusus yang bertugas mengawasi.
Akhirnya giliran kami masuk tiba. Aku memimpin Nadha dan Robin masuk ke hutan dengan berlari. Kami langsung mencari tempat yang kira-kira aman dan dekat dengan sumber air.
Hutan mitos merupakan hutan yang dipenuhi oleh monster mitos. Selain itu ada banyak situs kuno yang ada pada hutan ini. Untuk makanan ada berbagai buah dan hewan yang dapat diburu.
Kami menemukan sebuah bangunan raksasa yang hancur. Tetapi masih dapat digunakan untuk berteduh. Terlihat bongkahan batu telah menyatu dengan tanaman di sekitarnya. Selain itu ada banyak gambar-gambar di dinding dalam bagunan.
Kami mengeksplorasi dalam bangunan ini dan bertarung dengan beberapa lizardman. Sepertinya bangunan ini dijadikan sarang oleh lizardman. Kami terus masuk dan melihat banyak lizardman sedang berkumpul. Kami langsung bersembunyi di balik reruntuhan.
Kami berencana menggunakan bangunan ini sebagai benteng. Jadi kami harus membersihkan penghuni di sini. Aku maju dan mencoba mencari pemimpinnya agar tidak jatuh korban. Sementara Robin dan Nadha bersembunyi di belakang.
"Hei para lizardman, aku ingin menemui pemimpin kalian," kataku sambil berjalan santai.
"Hei manusia apa yang sedang kamu lakukan di sini?" kata salah satu lizardman yang keluar dari belakang kerumunan.
"Aku ingin menjadikan tempat ini benteng untuk ujian kami. Jadi aku tidak ingin menggangu kalian begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu aku butuh bertemu dengan pemimpin kalian," kataku dengan tegas sambil memperhatikan sekitar.
"Bocah jangan bermain-main dengan kami. Aku tahu kalian telah melukai penjaga di luar, apakah kami akan percaya denganmu setelah apa yang telah kalian lakukan?" kata lizardman tadi sangat kesal.
"Aku akan menyembuhkan para lizardman yang terluka, aku juga dapat bekerja sama dengan kalian untuk menjaga sarang ini," kataku penuh percaya diri.
"Bagaimana caramu untuk menyembuhkan rekan kami yang terluka?" saut lizardman tadi sambil menunjuk temannya yang kami lukai tadi.
"Nadha Robin keluarlah, tolong sembuhkan lizardman tadi," Aku berteriak memberikan kode pada Nadha untuk keluar.
Akhirnya Nadha dan Robin keluar dari balik reruntuhan. Nadha langsung menuju lizardman yang terluka dan menyembuhkannya.
__ADS_1
Setelah Nadha menyembuhkan lizardman tadi, kami bertiga diajak menemui pemimpin para lizardman. Namanya adalah Zaryusu. Dia termasuk jenis monster mitos red claw lizard.
"Selamat datang prajurit kecil. Aku sudah mendengar apa yang kalian inginkan. Aku orang yang suka berdamai, jadi aku akan menerima tawaran kalian," kata Zaryusu sambil mengulurkan tangan kepada kami.
Akhirnya kami melakukan kerja sama dengan para lizardman. Kami di ajak berkeliling oleh Lulu yaitu monster mitos jenis lizardbino. Sisik di tubuhnya berwarna putih dan matanya berwarna merah.
Setalah kami berkeliling, kami jadi tahu semua jenis monster mitos yang ada di bawah komando Zaryusu. Monster mitos itu adalah lizardman, lizardy, lizardbino, dan lizard guard.
***
Akhirnya tanda turnamen dimulai telah terlihat. Tanda itu berasal dari tembakan sihir cahaya yang tepat di tengah-tengah hutan. Aku melihat jam yang ku genggam di tangan kananku. Waktu jam itu menunjukkan tepat pukul 12.00 malam.
Aku, Nadha dan Robin telah mempersiapkan diri setelah bekerja sama dengan para lizardman. Kami membuat jebakan, kode sandi dan berkordinasi dengan para lizardman.
Setelah melihat tanda tadi, kami memutuskan untuk beristirahat dan bergantian jaga. Pertama yang menjaga adalah aku. Sedangkan Robin dan Nadha tidur di tenda yang telah kami bangun.
Tiba-tiba raja Zaryusu mendekat padaku setelah 1 jam aku berdiri sendiri. Dia ikut menatap pemandangan malam hutan mitos yang sangat gelap. Kegelapan hutan mitos hanya diterangi oleh bintang dan bulan di langit.
"Hei kesatria kecil, apakah kamu pernah mendengar legenda manusia snowman," celetuk Zaryusu sambil memandangi langit.
"Aku pernah mendengar kata ras snowman dari seseorang, tapi aku belum pernah tahu bagaimana kehidupan mereka," kataku merespon Zaryusu sambil memandangi langit.
"Kamu tahu kesatria kecil, mereka adalah ras manusia yang sangat adil. Mereka bahkan menentang manusia lain yang menggunakan monster mitos sebagai alat," kata Zaryusu sambil terus menatap langit.
"Apakah kamu tahu tentang mereka?" tanyaku pada Zaryusu penasaran.
"Yah mungkin aku tahu, temui aku besok di ruanganku sendirian," kata Zaryusu sambil meninggalkan tempatnya berdiri tadi.
Sepertinya Zaryusu tahu bahwa ada seseorang yang akan datang pada kami. Tiba-tiba Robin menepuk pundakku dari belakang.
"Eh, tidak tidur kamu?" kataku sambil terkaget oleh tepukan Robin di pundakku.
"Ini sudah waktunya aku berjaga," kata Robin sambil menunjukkan jam yang dia pegang.
"Ehhh, udah selesai giliranku. Ya sudah deh mohon bantuannya," kataku setelah itu meninggalkan Robin dan masuk ke dalam tenda.
Akhirnya sinar matahari pagi telah terbit. Walaupun tidak terlihat jelas karena masih ada kabut dari embun pagi. Lalu kami bertiga bersiap untuk melakukan pengecekan lokasi setelah membersihkan badan. Kami bergantian mandi di ujung reruntuhan ini. Itu merupakan tempat mata air bawah tanah yang biasa digunakan para lizardman.
Setelah sekitar 3 jam kami berkumpul kembali di dalam reruntuhan. Nadha membawa banyak buah dan sayur pada keranjangnya. Sementara Robin membawa hewan seperti rusa, ikan dan kerbau. Sedangkan aku memberikan informasi.
Aku menemukan tiga party yang dekat dengan reruntuhan. Kami berencana merebut kristal dari salah satu tim itu setelah makan siang.
Akhirnya kami memberikan sebagian buruan kami pada para lizardman. Mereka terlihat sangat gembira meskipun tidak seberapa yang kami berikan.
Setelah itu Nadha dan Robin memasak bersama para lizardman. Sedangkan aku pergi menemui Zaryusu.
"Permisi," salamku ketika masuk ke sebuah ruangan tak jauh dari tempat memasak.
"Oh kamu datang kesatria kecil. Silahkan duduk," kata Zaryusu sambil berdiri setelah itu menutup pintu masuk.
Dia menunjukkan sebuah pedang berwarna putih. Pada tangkai pedang itu terukir snowman.
Pedang yang sangat indah kataku dalam hati karena takjub dengan bentuk pedang itu.
"Ini adalah pedang yang diberikan padaku dulu oleh seorang snowman," celetuk Zaryusu tiba-tiba.
"Tapi kamu kan petarung tangan kosong," kataku heran.
"Iya betul, jika aku menyentuh dan mengeluarkan energiku pedang ini akan berubah bentuk sesuai dengan gaya bertarungku," kata Zaryusu sambil memperagakannya di depanku.
Zaryusu menyentuh tangkai pedangnya dan seketika cahaya mengitari seluruh tubuhnya. Setelah cahaya itu hilang terlihat cakar merah milik Zaryusu menjadi lebih panjang dan berubah warna menjadi putih. Selain itu tubuh Zaryusu juga dilengkapi armor putih yang sangat cantik. Aku terkagum dengan apa yang telah ku saksikan.
Jadi ini yang dimaksud Merlin dulu padaku kataku dalam hati sambil melihat lebih dekat tubuh Zaryusu.
"Aku tahu bahwa kesatria kecil adalah seorang snowman," kata Zaryusu sambil melepaskan kembali efek pedang tadi.
"Ehhh, bagaimana kamu bisa tahu?" tanyaku sambil kaget.
"Aku dulu sudah sering melihat ras manusia snowman. Jadi aku bisa membedakan mana rambut putih ras snowman dan bukan," kata Zaryusu sambil memperhatikan rambutku.
Kemudian kami berbicara banyak hal. Dari obrolan itu aku tahu bahwa Zaryusu pernah tinggal bersama para manusia snowman. Selain itu dia dan kawanannya yang sekarang adalah beberapa monster mitos yang diselamatkan oleh ras manusia snowman.
Hanya saja Zaryusu juga tidak tahu mengapa ras snowman tiba-tiba lenyap. Dia hanya berharap bahwa ada ras snowman yang masih hidup.
__ADS_1
Selain itu Zaryusu juga menjelaskan bahwa reruntuhan yang sementara kami tinggali adalah salah satu peninggalan ras snowman. Gambar-gambar di tembok reruntuhan adalah cirikhas bangunan ras snowman dulu.
Setelah mungkin sekitar 1 jam kami berbicara tiba-tiba suara ketukan terdengar.
"Hei Kenang mau sampai kapan kamu di dalam sana," suara Nadha terdengar dari balik pintu masuk.
"Oh iya, ini aku mau keluar," kataku setelah itu berpamitan dengan Zaryusu.
Mata sinis Nadha mengarah kepadaku yang sedang makan. Oleh karena itu aku percepat makanku dengan harapan Nadha tidak terlalu marah lagi. Sementara Robin melihat kami berdua dari kejauhan sambil tersenyum.
***
Robin telah siap siaga di atas pohon dengan panahnya. Dia bersiap sambil mengamati pergerakan peserta turnamen yang cukup jauh darinya.
Terlihat beberapa orang seperti waspada dengan sekitarnya. Aku perlahan mendekat sembari bersembunyi di balik beberapa pohon.
Sementara itu terlihat Nadha sudah siap pada posisi yang telah ditentukan. Tempat Nadha berdiri berada pada arah yang berlawanan denganku.
Setelah itu terlihat panah meluncur sangat cepat. Panah itu tertancap pada bahu peserta pelatihan yang menggunakan seragam Walzt Akademi. Peserta itu langsung mundur ke belakang dan dilindungi dua temannya.
Beberapa saat kemudian panah terus menghujani area peserta dari Waltz Akademi. Aku sangat terpukau dengan kemampuan Robin yang meloncat di setiap pohon sembari menembakkan anak panah. Seakan-akan dia menari didampingi oleh pohon-pohon sekitarnya.
Aku langsung maju ke garis depan setelah panah Robin berhenti. Banyak panah tertancap pada tubuh peserta di hadapanku.
"Steal," teriakku sambil berlari kencang melewati mereka bertiga.
Setelah melewati mereka, tanganku merasakan ada tiga jenis benda. Pertama adalah benda yang kami cari yaitu kristal, kedua adalah bom asap, ketiga adalah pakaian dalam perempuan. Sontak aku kaget dan melempar semua yang ada di tanganku.
Tanpa ada perintah Nadha datang padaku langsung memukul dengan tongkatnya.
"Apa yang kamu lakukan, dasar mesum," kata Nadha sambil marah-marah setelah itu membungkuk pada seorang wanita.
Sontak lawan kami juga terkejut dengan sikap Nadha. Terlebih lagi ketika wanita yang ada di kelompok itu sadar bahwa sesuatu penting hilang darinya.
Setelah itu mereka bertiga memanggil partnernya. Muncul monster jenis Ghoul, Efreeti, dan Aquos. Setelah monster mitos itu muncul mereka langsung menyerang kami.
Aku dan Nadha langsung melompat menjauhi serangan itu. Sambil melompat salto kebelakang aku mengambil bola kristal dan bom asap. Aku langsung melemparkan bom asap ke arah mereka bertiga setelah berhasil menghindari beberapa serangan.
Asap itu mengelilingi mereka bertiga. Aku dan Nadha memanggil partner kami. Di kejauhan Robin juga telah memanggil partnernya yaitu jenis cameleon. Cameleon itu bernama Bunglon.
Aku menggunakan skill hemapasan naga secara beruntun. Pergerakan Escanor dalam wujud manusia juga sangat mendukung skill ini. Aku seperti melompat ke sana kemari dengan sangat cepat.
Aku rasa aku berhasil menggores orang-orang yang ada di dalam asap beberapa kali. Setelah asap menghilang terlihat tiga peserta tadi dan partnernya terluka sangat parah.
Bunglon berhasil mengunci pergerakan lawan dengan cairan lengket yang keluar dari mulutnya.
"Apakah kalian akan menyerah??," tanya Robin mendekati lawan yang telah terluka dan tak bisa bergerak.
"Kami akan melepaskan kalian jika kalian memberikan sisa dua kristal kalian," kataku menyambung pertanyaan Robin tadi.
Mereka berdua mengeluarkan bola kristal yang ada di saku celana mereka. Lalu mereka melemparkannya ke tanah. Nadha langsung mengambil dua bola kristal itu. Sementara Amstrong memyembuhkan luka mereka.
"Terima kasih atas kerja samanya. Untuk cairan yang menahan kalian akan hilang beberapa jam lagi," kata Robin sambil menyuruh Bunglon pergi.
Aku, Nadha dan Robin langsung berpencar meninggalkan area itu. Setelah itu kami berkumpul kembali di dekat pintu masuk reruntuhan.
Banyak lizardman berlumuran darah di sekitar pintu masuk reruntuhan. Kami bertiga terkejut dan bergegas masuk ke dalam reruntuhan. Di dalam reruntuhan beberapa jebakan kami rusak. Selain itu para lizardman, lizardy, lizardbino dan lizard guard banyak yang telah tergeletak di tanah.
"Sring sring sring," terdengar suara benturan senjata dari kejauhan. Kami terus mendekati asal suara tadi.
-------------------****--------------------
Monster Pedia
■Lizardy: Monster mitos yang mirip dengan lizardman. Tetapi ini adalah versi wanita. Bertarung menggunakan busur panah. Monster mitos tingkat rendah. Termasuk ras lizard.
■Lizardbino: Monster mitos yang tubuhnya mirip lizardman tetapi warna sisik putih dan warna matanya merah. Dapat menggunakan sihir api dan heal. Bertarung menggunakan panah. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras lizard.
■Ghoul: Monster mitos dengan tubuh seperti manusia. Tubuhnya memiliki ekor berwarna merah. Ekor itu adalah senjata utama ghoul yang sangat kuat dan dapat melapisi seluruh tubuhnya. Memiliki skill drain. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras undead.
■Aquos: Monster mitos satu jenis dengan jin. Memiliki kemampuan memanipulasi air dan skill counter magic. Monster mitos tingkat menengah. Termasuk ras elemental.
■Red claw lizard: Memiliki tubuh lebih besar dari pada lizardman. Warna tubuhnya hijau lumut dan terlihat sangat keras. Memiliki cakar berwarna merah yang sangat tajam. Memiliki skill acceleration. Dapat merayap di dinding dengan lincah. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras lizard.
__ADS_1