
2.5 Penyusup.
"Duaaarrrrrr," terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat berasal dari luar gua. Aku yang awalnya sedang mengecek kondisi hell hound di tanah terkaget. Begitu pula dengan Robin yang tidak jauh dariku. Sepertinya dia juga terkaget.
"Ayo bergegas keluar, ada yang tidak beres," kata Escanor yang merasakan keganjilan dari arah luar gua.
"Ayo," kataku sambil mencoba berdiri.
Robin ikut berdiri dan berlari bersamaku. Sementara Bunglon di tugaskan oleh Robin untuk melakukan pengecekan lebih lanjut di dalam gua. Escanor berlari terlebih dahulu dari kami. Dia khawatir tentang apa yang terjadi di luar gua sehingga dia berlari sangat cepat. Selain itu dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah aku dan Robin sampai di pintu keluar terlihat beberapa lizardman telah tergeletak di bebatuan sekitar sungai dekat air terjun. Sementara Nadha dan Amstrong melawan seseorang yang terlihat telah menggunakan install.
Selain itu aku juga melihat empat orang tergeletak dengan luka cakar di beberapa bagian tubuhnya. Setelah aku perhatikan dengan seksama ternyata empat orang itu adalah peserta turnamen yang aku temui membawa mayat hell hound keluar dari gua.
Escanor terlihat juga sedang bertarung dengan empat peserta turnamen dari Float Akademi dengan para monster mitosnya. Di belakang Escanor terlihat fenrir yang tergeletak tetapi masih dapat bernafas.
Monster mitos yang mengepung Escanor adalah jenis angel. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa mereka berempat memiliki monster mitos yang sama.
Aku langsung bergegas mencoba bertarung dengan para siswa dari Float Akademi itu. Serangan pertamaku berhasil ditepis oleh mereka. Sehingga aku langsung terkepung oleh mereka.
Sementara Robin mencoba membantu Nadha dan Amstrong. Dia mensuport Nadha dan Amstrong dengan menembakan panah dari kejauhan ke arah seseorang yang telah menggunakan install.
Empat orang yang sedang behadapan denganku sepertinya memiliki job warior dua orang, healer satu orang dan mage satu orang. Sebenarnya aku tidak masalah melawan mereka berempat.
"Flare," kata salah satu siswa dari Float akademi. Dia adalah seorang mage.
Tiba-tiba terasa panas dari arah bawah kakiku. Batuan yang aku pijak semakin lama berubah warna menjadi kemerahan. Aku merasakan firasat buruk langsung melompat menjauhi pijakanku tadi.
"Duaarrrrr," suara ledakan yang sangat kencang terdengar. Itu berasal dari tempatku berdiri tadi.
Flare merupakan sihir yang harus dikuasai oleh job mage. Ini adalah sihir berelemen api yang dapat membuat ledakan di sekitar area musuh.
Dua warior menerjangku dengan pedang di tangan mereka. Aku menangkis beberapa serangan mereka. Meskipun begitu aku masih terkena beberapa sayatan di bagian wajah dan tanganku.
"Acceleration," kataku sambil menangkis beberapa serangan mereka dengan kedua pisau kecil di tanganku
Kecepatanku bertambah sehingga aku bisa menyerang dua warior yang melukaiku. Aku berhasil menyerang pergelangan tangan dan kaki mereka sangat dalam. Sehingga mereka tak dapat berdiri lagi. Terlihat cairan merah mengucur deras dari kaki dan tangan mereka.
"Heal," kata seorang wanita di belakangku terlihat dia adalah seorang healer.
Aku lupa jika mereka memiliki seorang healer. Sementara mage mereka menggunakan sihir untuk menyibukkanku.
"Flame."
"Wind blast."
"Lightning."
"Water slicer."
Serangan sihir bertubi-tubi datang ke arahku.
"Sial," kataku sambil terus menghindar. Skill accelerationku juga sudah mulai habis efeknya.
"Fog," kataku lagi mengeluarkan sihir kabut yang menutupi area sekitar.
__ADS_1
Pertama aku mencari healer terlebih dahulu untuk aku kalahkan. Aku berhasil menemukannya dan memukul tengkuk pada lehernya sehingga dia pingsan. Tetapi sepertinya dua warior tadi sudah pulih.
Meskipun aku tak bisa melihat, tapi aku bisa merasakan keberadaan mereka.
"Whirlind," kata seseorang dalam kabut dengan suara kencang.
Whirlind merupakan sihir tingkat lanjut seorang mage setelah menguasai sihir aero dan wind blast. Sihir yang dapat mengeluarkan pusaran angin dan yang masuk di dalamnya akan tercabi-cabik.
Putaran angin muncul di tengah kabut dan melenyapkan kabut itu. Sebelum kabut menghilang sepenuhnya aku berhasil menaklukkan salah satu warior hingga tak sadarkan diri.
Karena sisa dua orang, aku lebih leluasa menyerang dan bertahan. Aku mengincar mage yang sangat merepotkanku terlebih dulu.
Aku berlari sangat kencang. Tiba-tiba warior menghadangku dari depan sehingga aku langsung menghindar. Sementara mage dari kejauhan menembaki kami berdua dengan sihirnya.
"Wall defense," kata warior di dapanku menggunakan skillnya.
"Benar-benar merepotkan," kataku sambil mencari celah untuk menyerang warior atau mage.
"Duaaarrr," suara ledakan tepat ketika Escanor memukul wajah warior. Ketika Escanor memukul warior tadi muncul ledakan kecil di wajah warior.
Aku kaget dengan kejadian itu. Aku melihat ke arah Escanor sebelumnya bertarung. Ternyata para angel telah kalah telak.
"Lama sekali nak, aku sampai bosan menunggumu dari tadi," kata Escanor kepadaku sambil memutar pergelangan tangannya.
Setelah serangan Escanor berhasil mengenai warior, mage yang dari jauh melihat langsung kejadian itu kabur tanpa menghiraukan teman-temannya.
Setelah itu aku melihat ke arah Nadha, Amstrong dan Robin. Mereka kualahan melawan Sirius yang telah menggunakan install.
"Sepertinya dia melakukan install dengan monster mitos jenis Falldown angel," kata Escanor sambil mendekatiku.
"Tidak perlu, kami bisa mengatasinya sendiri," kata Nadha sangat percaya diri tapi badannya penuh luka.
Aku mengevakuasi para lizardman dan fenrir yang terluka bersama Escanor. Mereka kami letakkan di pepohonan sekitar sungai. Hanya saja aku tidak bisa menyembuhkan mereka.
Setelah kami berdua selesai mengevakuasi, aku langsung berlari menyerang Sirius.
"Aku bilang jangan ikut campur," kata Nadha sambil terlihat emosi.
"Aku gantikan kamu dulu. Pergilah menyembuhkan korban bersama Amstrong terlebih dahulu. Bahaya jika mereka tidak di rawat sekarang," kataku menjelaskan alasan mengapa aku ikut menyerang.
"Iya baiklah, tapi jangan kalahkan dia sebelum aku kembali," kata Nadha terlihat kesal.
Aku tersenyum masam dengan kata-kata dari Nadha. Memangnya mudah apa cuma nahan aja gak ada niat mengalahkannya. Gak sadar dirinya udah babak belur kataku dalam hati sambil terus mengawasi pergerakan Sirius.
"Hei Sirius apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?" tanyaku pada Sirius yang sedang berdiri di depanku.
Dia hanya tersenyum dan mencoba menyerangku. Escanor menahannya tepat di depanku. Setelah itu panah Robin melesat dari samping kiri menuju tepat ke mata Sirius. Tetapi Sirius berhasil menghancurkan anak panah itu dengan satu bulu dari sayapnya.
Sebuah lendir berukuran sangat besar mendarat dari atas Sirius. Lendir itu mengenai seluruh tubuh Sirius. Dia lengah karena tidak dapat merasakan kehadiran Bunglon yang bersembunyi.
Menurutku mungkin itu memang rencana yang disiapkan oleh Robin dan Bunglon. Setelah itu aku dan Escanor mencoba mendekati Sirius.
"Menyerahlah," kataku sambil mencari bola kristal milik Sirius.
"Apa yang kamu cari?" tanya Sirius sambil tersenyum.
__ADS_1
"bola kristalmu," kataku santai.
"hahahaha," Sirius tertawa dan terlihat sangat santai.
Meskipun Sirius sedang terdesak tapi sikapnya sangat santai. Entah apa yang sedang dia rencanakan aku juga tidak mengerti. Escanor yang dari tadi diam akhirnya marah-marah pada Sirius karena tinggkah bodohnya.
"Flame tornado," tiba-tiba terdengar suara dari langit.
Aku dan Escanor langsung menjauhi tempat Sirius tertahan. Pada tempat Sirius tertahan muncul badai api yang sangat panas. Badai itu sampai menguapkan air sungai yang berada tidak jauh dari sana.
Sirius yang tadinya tertahan, terbang keluar dari badai api itu. Dia terbang seperti mendekati sesuatu. Itu adalah Envy. Ternyata Envylah yang telah menembakkan sihir tadi.
Aku terkejut dengan kedatangan Envy. Begitu pula Escanor, Nadha dan Amstrong.
"Selamat tinggal fafnir," kata Sirius sambil terbang menjauh.
"Oh ya namaku bukan Sirius, tapi Zeref. Sirius yang asli telah di bunuh oleh teman-temannya," kata Zeref yang berhenti sejenak menghadap kami untuk menjelaskan lalu terbang menjauh lagi.
***
Kami menggali beberapa lubang di tanah dekat dengan reruntuhan lizardman. Beberapa lizardman bergantian menggali tanah itu. Aku hanya memperhatikan mereka menggali di samping Nadha dan Robin.
Nadha dan Robin terbalut perban pada beberapa bagian tubuhnya. Mereka mendapatkan luka serius pada beberapa bagian tubuhnya ketika melawan Zeref.
Aku memperhatikan sekitar dan melihat Solus serta para hell hound terlihat sedih. Di samping Solus berdiri, Zaryusu yang sedang memerintah para lizardman.
Ini adalah hari ketiga kami berada di hutan mitos. Setelah melewati hari yang panjang kemarin, kami termasuk lizardman dan hell hound mendapatlan beberapa luka. Luka itu tidak hanya berasal dari luka fisik. Tetapi luka lain yang berasal dari rasa kehilangan teman-teman mereka.
Total 7 lizardman tewas dan 3 terluka sangat parah. Sementara 20 hell hound tewas karena memberikan jalan pada Solus untuk kabur. Selain itu 4 peserta turnamen tewas setelah diserang oleh fenrir ketika membawa mayat hell hound keluar gua. Tiga terluka dan kami penjara di bawah tanah dekat sell para penyerang lizardman. Satu orang kabur dan belum ada kabar dari tim pencari.
Kami berencana untuk mengubur semua korban tewas di sini. Aku memohon kepada Solus dan Zaryusu untuk menguburkan para manusia yang tewas.
Kami mulai memasukan satu persatu korban tewas ke dalam tanah. Setelah semua korban tewas di masukkan kami menutupnya kembali dengan tanah.
Langkah kaki terdengar semakin mendekat. Aku yang menyadarinya langsung menengok ke asal suara itu. Dia seorang manusia yang menggunakan baju berwarna merah dan ada tanda dari Distrik Akademi.
"Perkenalkan namaku Rian. Aku adalah salah satu pengawas ujian kalian. Aku ke sini untuk menjelaskan beberapa hal pada kalian termasuk red claw lizard dan fenryu di sana," kata seseorang yang baru datang tadi.
Akhirnya setelah penguburan selesai kami semua menuju ruangan Zaryusu. Kami duduk seperti sedang melakukan rapat. Suasana ruanganpun kurang kondusif karena trauma Solus dan Zaryusu kepada manusia akhir-akhir ini.
"Jadi pak Rian kenapa anda menampakkan diri?" tanyaku agar pertemuan ini cepat selesai.
"Oh iya, aku ingin menjelaskan beberapa hal. Tapi yang pertama aku meminta maaf kepada tuan Solus dan Zaryusu atas kejadian yang menimpa kalian. Begitu pula dengan kalian anak-anak," kata pak Rian meminta maaf sembari membungkukkan badannya.
Setelah itu dia menjelaskan bahwa turnamen ini telah disusupi seseorang. Seseorang itu adalah Zeref yang kami lawan kemarin. Zeref telah memperdaya beberapa murid Float Akademi sehingga membunuh Sirius. Tubuh Sirius telah di temukan dan peserta yang kabur dari pertarungan kemarin juga sudah menyerahkan diri. Tetapi turnamen tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Setelah beberapa jam pak Rian berbicara menjelaskan semuanya ia langsung pamit undur diri.
-------------------****--------------------
Monster Pedia
■Angel: Monster mitos yang memiliki tubuh seperti manusia. Dia juga memiliki enam sayap berwarna putih di punggungnya. Memiliki sihir cahaya dan penyembuhan. Monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras angel.
■Falldown angel: Monster mitos yang memiliki tibuh seperti manusia. Dia memiliki enam sayap berwarna hitam di punggungnya. Dapat menggunakan sihir kegelapan dan sedikit sihir cahaya. Termasuk monster mitos tingkat tinggi. Termasuk ras angel.
__ADS_1